
"Lain kali jika kamu makan duluan sebelum kau akan ku cuci ulang lambung mu itu," ancam Chasyn.
"Astaga! Menyeramkan sekali," gerutu Iyan.
"ini pesanannya Tuan," ucap penjual itu.
"Terima kasih," ucap Chasyn menerimanya dan langsung melahapnya.
Setelah makan.
"Berapa pak semuanya?" tanya Chasyn.
"Masuk yang tadi itu semuanya 20$," ucap bapak itu.
Ia baru ingat jika ia tidak punya uang dolar. "Pak bisakah tunggu sebentar, aku mau ke toilet, temanku tinggal di sini sebentar, aku kebelet," ucap Chasyn.
"Hey Tuan!" teriak penjual itu.
Chasyn tidak mendengarkan teriakan dan terus berlari toilet yang berjarak 100 meter itu.
"#_#+#:@)$-@;*^£^¢}£\=°¢}£}\=\=¢]¢✓%}✓£^£{`\=," begitulah kira-kira Omelan dari sang penjual karena tidak di mengerti oleh Iyan.
"Ini orang ngomong apa sih? Hm… dia tidak mungkin meninggalkan ku sendiri sebagai jaminan makanannya kan?" tanya Iyan deg degan.
Chasyn berlari ke toilet umum yang tersedia di sana.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn mengambil 20$ di systemnya dan kemudian ia kembali lagi ke tempat penjual itu.
"Ini uangnya pak," ucap Chasyn meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
"Aku kira Tuan mau kabur, maafkan saya yang sudah berangkat buruk dan terima kasih," ucap penjual itu merasa malu.
"Tidak apa-apa, ya udah ayo kita pergi sebelum kita di tangkap polisi, karena tadi ada pengeboman jadi pasti mereka akan berpikir jika kita *******," ucap Chasyn.
"Iya," angguk Iyan dan mereka pun pergi meninggal tempat itu.
Ding Ding
Hadiah Anda di potong Rp 300.000
Sisa Hadiah Anda Rp 4.559.400.000.
Mereka berdua pun berlari ke arah pesawatnya dan masuk ke dalam.
"Tuan, tunggu!" teriak petugas itu.
"Ada apa?" tanya Chasyn yang terpaksa berhenti karena terpergok sama petugas itu.
"Dari mana Tuan berasal?" tanya petugas itu.
"Bisakah Tuan tunjukkan paspornya?" tanya petugas itu.
"Sebentar," ucap Chasyn mengambil dompetnya, untung saja pastort itu kecil tidak sebesar buku tulis dan muat di dompetnya lalu menyerahkan kepada petugas itu.
"Hm... teman Anda ini mana pasport-nya?" tanya petugas itu melihat ke arah Iyan.
"Apa?" tanya Iyan.
"Pasport mu," ucap Chasyn.
"Oh... bentar," ucap Iyan mengambil dompetnya.
"Ini," ucap Iyan memberikan kepada Chasyn. Chasyn memberikan kepada petugas itu.
__ADS_1
"Hm… baiklah, untuk hari ini kalian lolos, lain kali harap beritahu kepada petugas jika Anda mendarat," ucap petugas itu.
"Baiklah, terima kasih pak," ucap Chasyn menerima kembali pasport-nya dan menuju kembali pesawatnya.
Chasyn memakai handset-nya dan mereka pun perlahan-lahan naik ke atas.
"Tak bosan-bosannya melihat pemandangan indah ini," ucap Iyan masih terkagum-kagum.
Malam pun tiba, mereka baru saja mendarat di bandaranya.
"Hari ini sangat puas berjalan, kapan-kapan kita terbang lebih lama lagi," ucap Iyan.
"Tunggu libur sekolah baru kita akan jalan-jalan lagi," sahut Chasyn.
"Oke bos, di tunggu," ucap Iyan mengancingkan jempolnya sambil menyengir.
Mereka pun menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobil dan meninggalkan pesawatnya.
"Bos aku pulang ke rumah ya, soalnya emak ku nelpon," teriak Iyan dari dalam mobil sambil menongolkan kepalanya dari jendela mobilnya.
"Pergilah," jawab Chasyn mengacungkan jempol.
Iyan pun melajukan mobilnya melewati mobil Chasyn.
Tiba-tiba saja sekelebet bayangan hitam lewat di depan mobilnya.
"Eh, apa itu?" tanya Chasyn menyipitkan matanya.
Namun ia pun tidak mempedulikannya lagi, ia terus melajukan mobilnya. namun bayang itu kembali lewat.
"Astaga! Bayangan itu sangat menganggu, tapi apa itu?" tanya Chasyn berpikir.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih