
"Nah, datang lagi nih saingan," ucap salah satu pria.
"Apakah aku boleh masuk?" tanya Chasyn.
"Ah iya Tuan, silakan masuk," ucap pemilik rumah.
Chasyn pun masuk ke dalam dan duduk di antara para pengusaha lainnya.
Mereka semua melihat ke arah Chasyn, karena hanya ia yang paling muda.
"Berapa umurmu? Kau terlihat sangat muda," ucap pengusaha jas abu-abu.
"Umur? Sekarang 17 tahun," Jawab Chasyn.
"Apa! Semuda itu? Kau bocah dari mana datang ke sini, untuk mengacau ya ke sini, lebih baik kamu pulang saja dan sekolah yang benar," ucap salah satu pengusaha sewot.
"Lalu kenapa? Jika aku punya uang yang banyak kenapa jika aku tidak boleh membelinya?" tanya Chasyn mengangkat bahunya.
"Bukan begitu anak muda, kau datang ke sini seperti sedang main-main saja, ini perkara serius dan bukan anak kecil yang ikut, toh kamu juga nggak ngerti," ucap pengusaha yang lain.
"Heh! Main-main kalian bilang, kalau aku ingin main-main untuk apa aku buang waktu datang ke sini," ucap Chasyn.
"Lalu kamu datang atas perwakilan dari Ayahmu ya?" tanya yang lain penasaran.
"Aku datang sendiri tanpa perwakilan siapa pun, aku datang ke sini untuk membeli perusahaannya untuk menjadikan cabang dari perusahaan GT Grub, apa kalian mengerti," ucap Chasyn tegas.
"GT? Perusahaan yang di pimpin oleh anak SMA itu? Katanya dia juga menambahkan 2 perusahaan lagi dan aku melihat semua nama perusahaannya masuk dalam kompetisi perusahaan bergensi, apa jangan-jangan CEO itu adalah kamu?" tanya pengusaha yang lain.
"Anda benar, aku adalah CEO dari ke tiga perusahaan itu jadi apa kalian masih tidak mempercayaiku?" tanya Chasyn.
"Astaga! Ini adalah saingan berat nih antara yang lain," ucap mereka dalam hati saling berpandangan dan takut jika Chasyn merebutnya.
"Aku harus bisa memenangkannya," ucap mereka dengan gigih dan penuh semangat.
__ADS_1
"Jadi bagaimana?" tanya salah satu pengusaha yang memakai jas hitam dengan garis putih.
"Tentu saja perusahaan ku di lelang, siapa yang sanggup membelinya dengan harga tinggi, maka aku akan memberikan pada orang itu," jawab pemilik rumah.
"Berapa harga pembukanya?" tanya Chasyn mengangkat kaki sebelahnya.
"Harga pembuka, 500 juta," ucap pemilik perusahaan.
Mereka pun mulai menawar.
"Sekretaris Karisa, kamu hubungi Sekretaris Ananda dan Sekretaris Kino, persiapkan sejumlah uang perusahaan, buat jaga-jaga takutnya uang yang aku miliki kurang untuk membeli perusahaan ini," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," angguk Sekretaris Karisa menuju ke luar rumah untuk menelpon, karena di dalam sangat berisik.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Visi baru
2 buah perusahan yang akan di jual
Misi
Beli ke dua perusahaan itu
Status Visi dan misi: sedang berlangsung.
"Dua perusahaan? Lalu di mana satu lagi?" tanya Chasyn.
Para pengusaha sudah menawarkan harganya.
"700 juta."
__ADS_1
"800 juta."
"900 juta."
"1 M."
"1,1 M."
"1,2 M."
"1,3 M."
"1,4 M."
"1,5 M."
Dan seterusnya.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn melihat uang yang ia miliki saat ini di systemnya, dan saat ini dia belum menawar.
Hadiah Anda saat ini "5.859.400.000."
"Hm… ada 5,8 M, berarti aku bisa memenangkannya," ucap Chasyn percaya diri.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1