SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 278


__ADS_3

"Sedang menunggu Anda Tuan," ucap pilot itu.


"Baiklah, ayo kita ke sana," ajak Chasyn.


Mereka pun pergi ke belakang rumah dan memasuki bandaranya yang luas itu.


"Ya sudah, bawalah pesawatnya," ucap Chasyn.


"Baik Tuan, Terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu," ucap pilot itu.


"Ya sama-sama," angguk Chasyn.


Pilot itu pun masuk ke dalam pesawat dan perlahan-lahan pesawat itu lepas landas.


"Bos, kau belum menjelaskan kenapa bisa kamu memberikan pesawatnya?" tanya Iyan penasaran.


"Iya, karena pesawat Tuan Goerge jendelanya pecah ku buat saat ingin menyelamatkan Chelsea dan yang lainnya, jadi aku menggantikannya dengan pesawat ku, masalah pesawat tidak penting, asalkan bisa menyelamatkan nyawa mereka, itu tidak masalah. Ya udah ayo masuk masuk, sudah tengah malam begini, aku sangat ngantuk," ucap Chasyn balik badan dan pergi menuju rumahnya, Iyan mengikuti Chasyn dari belakang.


Mereka masuk ke dalam rumah dan Chasyn masuk ke dalam kamarnya, sebelum itu, ia harus mandi dan bersih-bersih dulu, lalu ia pun tidur.

__ADS_1


Tubuh yang sangat letih karena sudah menguras banyak energi, meskipun tubuh itu sudah terprogram dengan System, namun tetap saja tubuh Chasyn adalah tubuh manusia normal, ia hanya beruntung mendapatkan system membuat tubuhnya lebih kuat dari tubuh manusia lainnya.


Tak! Tak! Tak!


Trit! Trit! Trit!


Jam alarm berbunyi keras membangunkannya Chasyn yang masih tertidur pulas, Chasyn menekan tombol di atas jam alarmnya agar tidak berbunyi lagi.


"Ughhhh … cepat banget paginya," ucap Chasyn duduk di sisi ranjangnya sambil menggosok matanya yang masih mengantuk.


Dengan mata terpejam, ia mengambil handuk dan menuju kamar mandi.


Duuk!


Ia membuka sedikit matanya dan masuk ke dalam kamar mandi. "Ah, mandi air dingin saja deh biar mataku melek," ucap Chasyn menghidupkan shower air dingin.


"Byuuurrr … dingin banget, aku bisa membeku, ganti air panas aja deh," ucap Chasyn mematikan air dingin dan mengantikan menjadi air hangat.


Setelah mandi ia keluar dari kamar mandi dan Menganti baju seragam sekolah dan kemudian ia menuju meja makan.

__ADS_1


"Tuan, silakan di nikmati," ucap kokinya menyajikan sarapan pagi.


"Terima kasih," ucap Chasyn. Saat melahap makanan, Iyan datang dan duduk di kursi berhadapan dengan Chasyn.


"Eh, bos, bagaimana masalah pernyataan cinta kepada Chelsea, apa masih di lanjutkan?" tanya Iyan.


"Hm … boleh juga, kali ini aku akan menjemput Chelsea," jawab Chasyn


"Oke, oke, aku akan ganti beli buket bunga, kue dan lilinnya," ucap Iyan.


"Bagus, kau memang paling pengertian," ucap Chasyn.


"Tapi aku membantu Tuan malah aku yang jomblo, hu-hu-hu mengenaskan," ucap Iyan frustasi.


"Kau suka sama siapa? Nanti aku bantu bilang sama dia kalau kamu suka dia," ucap Chasyn.


"Akhhhhh! Hatiku masih berbagi, entah siapa yang benar-benar aku sukai," ucap Iyan memegang kepalanya.


"Ya sudah, kalau begitu, kamu lebih baik belajar baik-baik dan jangan pacaran dulu," ucap Chasyn.

__ADS_1


"Begitu kah? Aku merasa kesepian dan tidak ada yang mengisi hatiku yang sudah lama kosong ini," ucap Iyan membaringkan kepalanya di atas meja.


"Sudah, sudah habis dramanya, cepat makan dan berangkat ke sekolah," ucap Chasyn melahap makanannya.


__ADS_2