
"Mereka …." ucapan Iyan terputus karena habis berlari.
"Tarik nafas dan bicara dengan tenang," ucap Chasyn.
Iyan menarik nafas lalu berkata. "Mereka di siksa," ucap Iyan terlepas juga ucapannya.
Chasyn langsung berlari dan menuju toilet, terlihat ke 3 orang itu di siksa oleh makhluk tak kasat mata itu.
Chasyn melihat mereka bertiga ada kepalanya masuk wastafel dengan air kran di buka dengan mulut di letakkan di kran.
Ada juga lehernya di angkat di angkat ke atas dan juga yang satunya di balikkan, kaki ke atas dan kepala di bawa.
"Hentikan!" teriak Chasyn. Seketika aktivitas di dalam toilet itu berhenti.
"Hentikan semua ini, mereka memang bersalah padamu, tapi mereka sudah meminta maaf dengan tulus padamu, berikan mereka kesempatan kedua untuk memperbaikinya," ucap Chasyn.
"Aku akan puas sebelum Semuanya aku keluarkan dendam dan amarah ku," ucap makhluk itu.
__ADS_1
"Dia benar, biarkan dia membalaskan dendamnya, setidaknya meskipun apa pun terjadi pada kami, setidaknya hati kami menjadi tenang," ucap Dodo.
"Iya, kamu tidak perlu meminta kasihan padanya, biarkan sepuas hatinya melakukannya pada kami, kami terima," ucap Kiko.
"Tapi … bagaimana jika kalian mati?" ucap Chasyn khawatir.
"Tidak apa-apa, jika ini membuat hatinya tenang, tidak masalah," ucap Jio.
"Tapi …."
"Tidak apa-apa," ucap mereka membuat Chasyn melihat mereka tanpa melakukan apa-apa.
Setelah makhluk halus itu puas membalas dendamnya, ia tiba-tiba berubah wujud aslinya. Ia tampak menangis.
"Kalian! Aku sungguh benci kalian! Tapi kenapa melihat kalian tidak berdaya seperti ini membuat aku tak tega untuk membunuhnya, kenapa kalian pasrah saja, kenapa kalian tidak marah agar aku bisa membunuh kalian semua," ucap makhluk itu menangis.
Ketiga pria itu sudah babak belur. "Di mana yang satu lagi?" tanya makhluk itu baru menyadari jika hanya ada 3 orang.
__ADS_1
"Dia tidak bisa datang untuk meminta maaf padamu, karena suatu alasan tertentu," jawab Chasyn.
"Kalau begitu, aku akan pergi mengambil nyawanya saja," ucap makhluk halus itu Tiba-tiba saja menghilang.
"Kemana dia pergi?" tanya Chasyn. Chasyn dan Iyan pun membantu ketiga pria itu untuk keluar dari toilet yang sudah penuh darah yang berceceran.
Saat Chasyn dan Iyan sedang membantu keluar ketiga pria itu, namun wanita itu muncul lagi.
"Aku ke sini hanya ingin pergi dan berpamitan aku senang jika mereka sudah mau berubah, jadi aku memberi kesempatan kedua untuk mereka," ucap Makhluk itu.
Chasyn melihat di tangan makhluk itu ada membawa sebuah jiwa.
"Mungkinkah itu adalah jiwa Rendy?" tanya Chasyn.
"Dia tidak mau bertobat, jadi aku punya alasan untuk pergi bersamanya, dia adalah pria yang paling busuk, jika begitu aku pergi dulu," ucap Makhluk itu melihat keatas dan ia pun pergi.
Chasyn dan Iyan kembali melanjutkan membawa mereka keluar dari toilet, wajah mereka penuh darah dan bagian tubuh lainnya biru-biru.
__ADS_1
"Jadi bagaimana Bos mereka ini?" tanya Iyan.
"Aku akan telpon ambulan," ucap Chasyn. Chasyn pun menelpon Ambulan. "Aku sudah menelpon Ambulan, jadi kita tunggu sebentar, karena luka ini tidak mungkin membuat mereka mati," ucap Chasyn.