SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 55


__ADS_3

"Sekali lagi aku tanya sama kamu, kamu beneran mau ikut nih?" tanya Chasyn memastikan.


"Iya, aku serius," jawab Iyan bersungguh-sungguh.


"Nggak nyesel?" tanya Chasyn sekali lagi.


"Kagak!" jawab Iyan yakin.


"Baiklah jika begitu, aku sudah mengingatkanmu ya," ucap Chasyn yang fokus dengan setirnya.


Setengah jam kemudian, Chasyn berhenti untuk membeli makanan dan minuman untuk merek makan di dalam mobil. Dan kemudian mobil kembali melaju.


Ding Ding


Misi baru


Buat pelakunya menyesal perbuatannya


status misi: sedang berlangsung


Chasyn melihat layar lebarnya di hadapannya jika tujuan mereka sebentar lagi akan sampai. Tak lama kemudian, mereka pun sampai di halaman rumah seseorang yang tampak seperti sepi.


"Di sini nih rumahnya," ucap Chasyn yakin karena di layar lebarnya antara titik hijau dan titik merah itu sudah menjadi satu.


"Hm… di sini? Kok sepi ya?" tanya Iyan.

__ADS_1


"Ayo turun," ajak Chasyn yang segera keluar dari mobilnya. Mereka pun mendekati rumah yang pintunya tertutup itu. Chasyn memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok!


Tok!


Tok!


Namun tak ada jawaban di dalam. Chasyn kembali mengetuk pintunya.


Tok!


Tok!


Tok!


"Siapa sih berisik banget." terdengar suara pria dari dalam rumah. Pria itu pun membuka pintu.


Cklek!


"Kalian ada apa datang ke sini?" tanya pria itu terlihat tidak suka.


"Maaf menganggu, tapi aku datang ke sini karena ada hal penting yang ingin di bicarakan," jawab Chasyn.


"Kamu siapa? Apa kamu mengenali Ku sampai ingin berbicara dengan ku?" tanya pria itu yang hanya membuka sedikit pintu, seolah-olah ia tak ingin Chasyn melihat isi dalam rumahnya.

__ADS_1


"Tentu saja kenal, makanya aku ingin berbicara denganmu," jawab Chasyn.


"Kamu jangan sok kenal dengan ku, pergi kalian sana!" usir pria itu yang ingin menutup pintunya namun Chasyn menahan pintunya agar pria itu tidak bisa menutup pintu. Iyan juga ikut membantu.


"Biarkan aku masuk dan berbicara denganku, ini adalah masalah seorang kekasih yang kau bunuh itu, apa kau pikir dia sudah hidup tenang di alam sana, apa kau pikir mengubur bagian tubuhnya secara terpisah hidupmu akan senang!" teriak Chasyn.


Seketika pria itu terdiam dan tidak mendorong pintu itu lagi.


"Biarkan aku masuk," ucap Chasyn mendorong pintu itu ke dalam dan masuk ke dalam rumah.


"Kalian…kalian… polisi?" tanya pria itu dengan wajah pucat.


"Tidak perlu tau siapa aku, katakan alasan kau membunuhnya? Tidak mungkin hanya gara-gara dia tidak memberimu uang kau membunuhnya?" tanya Chasyn.


Pria itu terdiam sambil menundukkan kepala. Chasyn mendorong tubuh pria itu dan mendudukkan ia ke sofa rumahnya.


"Apa kau tak menyesali perbuatan mu?" tanya Chasyn mengintrogasi.


"Dia… dia yang salah, kenapa dia memutuskan ku! Padahal aku masih sayang dengannya!" teriak pria itu.


"Wanita yang mana ingin bersama dengan mu jika kau adalah Seorang pria yang suka menggunakan obat terlarang, suka meminta uang dengannya. Dia itu masih status pacar, bukan istri, seharusnya kau yang menghidupinya bukan dia, jika aku wanita sudah ku cabut anu mu, kau sungguh tak layak jadi seorang pria, pergi mati saja kau temani dia dalam kuburnya," ucap Chasyn geram.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2