SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 276


__ADS_3

Ding Ding


Hadiah Anda di kurang 2.000.000


Sisa Hadiah Anda 27.038.000.000


"Terima kasih Tuan," ucap kasir itu.


Chasyn kembali ke arah Chelsea dan terlihat dari jauh, Mobil Iyan datang mendekat.


"Ah, Iyan sudah datang," ucap Chasyn. Iyan segera keluar dari mobil dan mendekati Chasyn.


"Bos!" panggil Iyan.


"Nah, kamu bawa pilot ini ke rumah, nanti dia akan mengambil pesawat di belakang rumah," ucap Chasyn.


"Ha? Memangnya ada apa? Apa Tuan menjualnya kepadanya?" tanya Iyan.


"Ssstttttt … bukan apa-apa, ayo bawa dia. Pak pilot, ikut bersama dia," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk pilot itu.


"Mari pak," ajak Iyan.


"Iya, terima kasih," ucap pilot itu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita pulang juga, kalian pasti sangat lelah kan? Ini juga sudah hampir tengah malam," ucap Chasyn melirik arloji di tangannya.


"Iya, mari pulang," ucap Papa Chelsea. Chasyn mengendong kakak papa Chelsea masuk ke dalam mobil dan mendudukkannya.


Mereka semua masuk ke dalam mobil dan Chasyn pun meninggalkan restoran itu. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


Saat berbelok, ada 7 pria berdiri di tengah jalan membuat Chasyn mengerem mendadak.


Para pria itu membawa pentungan mengelilingi mobil Chasyn. Salah satu dari mereka mendekati jendela mobil Chasyn.


Tok!


Tok!


Tok!


Chasyn membuka kaca jendela mobilnya sedikit. "Ada apa?" tanya Chasyn.


"Buka pintunya!" teriak pria itu.


"Kalian tunggu di dalam ya, jangan membuka pintunya," pesan Chasyn.


"Kamu harus hati-hati," ucap Chelsea dengan penuh khawatir.


"Tenang saja, mereka bukan lawan ku," ucap Chasyn. Chasyn pun keluar dari mobil, ia langsung mengunci mobil dari luar.

__ADS_1


"Kenapa hanya kau saja yang keluar! Kalian semua yang keluar," perintah pria itu.


"Aku sendiri saja sudah cukup untuk apa menyuruh mereka keluar lagi," ucap Chasyn bersender di samping mobilnya.


"Kalian kalau tidak mau mati lebih baik keluar dari mobil dan berikan mobil ini kepada kami," ucap pria itu tegas.


"Kau siapa menyuruh mereka keluar? Ini kan mobilku," ucap Chasyn menepuk mobilnya.


"Aku adalah ketua begal di sini, nggak ada yang berani melawan kami, maka dari itu, serahkan mobil ini beserta barang berharga kalian," ucap Pria itu menampung tangannya.


"Ck ck ck kamu begal? Tampang seperti ini disebut begal? Kau jangan bercanda," ucap Chasyn Tertawa ngakak.


"Sialan! Kau meremehkanku! Sepertinya kau minta dipukul dulu baru merasakan kehebatanku," ucap pria itu murka.


Ia mengayunkan pentungannya ke arah Chasyn dan chasyn menangkap pentungan itu lalu menariknya dari tangan pria itu, lalu mematahkannya.


Chasyn pun menangkap kerah baju Bos begal itu lalu melemparnya jauh, pria itu pun mendarat di batang pohon yang besar.


Seketika pria itu pingsan, wajahnya bonyok karena terbentur langsung dengan pohon besar itu.


"Astaga! Dia sangat kuat, bagaimana ini?" ucap satu pria anak buah begal itu ketakutan.


"Apa yang kau takutkan! Kita ada 6 dia cuma sendiri, ayo kita hajar dia dan bunuh mereka semua," ucap salah satu pria yang berjabat sebagai kaki tangan Bos begal itu.


"Kalian ini hanya tikus jalanan, beraninya kalian bilang paling di takutkan, kemari lah jika kalian memang minta di pukul," ucap Chasyn melambaikan tangannya terbalik.

__ADS_1


__ADS_2