SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 115


__ADS_3

"Kalau begitu aku terima permainanmu," jawab Chasyn.


"Permainan sangat gampang, jika kau bisa menghindari peluru para anak buah ku maka kau akan pulang dengan selamat," ujar bos itu sambil menyengir.


"Ha-ha-ha, apa hanya itu? Tidak ada yang lain?" tanya Chasyn tertawa.


Bos itu mendelik. "Apa permainan ini tidak cukup? Mungkin kau ingin menambah lagi?" bos itu balik bertanya.


"Benar, jika aku tidak terkena peluru para anak buah mu maka lepaskan teman-teman Chelsea," ucap Chasyn.


"Baiklah, aku setuju, tapi biarkan Nona Chelsea pergi, aku tidak mau pembawa berita ku mati begitu saja," jawab bos itu.


"Baiklah, itu lebih baik," ucap Chasyn setuju. Chasyn mengirim pesan kepada Iyan.


"Iyan, tolong bawa Chelsea pulang, sekarang ia sedang menuju untuk pulang, bawa di ke rumahku dulu agar aman."


"Baik Bos."


"Dasar bodoh! Memangnya dia bisa menghindar dengan peluru sebanyak itu? Tunggu saja kematian mu," ucap bos itu dalam hati.


"Permainan di mulai," ucap bos itu.


Seorang anak buahnya maju dan membidik Chasyn, lalu menembaknya.


Dor!


Chasyn menghindarinya dan peluru itu mengenai pohon di belakangnya.


"Plok! Plok! Plok! Bagus… sangat bagus, awal yang baik," ucap bos itu bertepuk tangan.


Pria yang lain juga maju dan menembak ke arah Chasyn.

__ADS_1


Dor!


Chasyn menghindarinya lagi dan masih mengenai pohon di belakangnya. Dan begitu seterusnya dan itu sama sekali tidak mengenai Chasyn.


Bos itu terlihat geram. "Kalian semua tembak dia!" perintah Bos itu.


Para anak buah tersebut menembak ke arah Chasyn.


Dor!


Dor!


Dor!


Kali ini Chasyn tidak menghindarinya, ia menampung semua peluru yang mengenai tubuhnya.


"Apa? Semua peluru itu tidak menembusnya? Apa dia menggunakan baju Anti peluru?" tanya Bos itu terbelalak.


"Tidak mungkin aku tidak percaya itu," ucap bos itu mengambil senjata apinya lalu membidik ke kepala Chasyn.


Dor!


Peluru itu melesat di ke kepala Chasyn. Chasyn pun tumbang ke tanah.


"Ha-ha-ha, aku pikir beneran kau sangat kebal, ternyata kau mati juga, tapi..." bos itu merasa ada keanehan dan ia pun mendekati Chasyn.


Buk!


Sebuah tinjuan menghantam wajah bos itu membuat hidungnya berdarah.


"Sialan! Kau membohongiku rasakan akibatnya!" ucap bos itu menembak ke kepala Chasyn.

__ADS_1


Dor!


Peluru itu melayang di kepala Chasyn.


Tink!


Peluru itu jatuh ke tanah membuat pria itu sangat terkejut. "A-apa yang terjadi? Kenapa dia tidak mati? Si-siapa kamu sebenarnya?" tanya bos itu gagap.


"Tidak perlu tau siapa aku, sebaiknya kau tepati janjimu," ucap Chasyn.


"Cepat tembak dia!" perintah bos itu. Chasyn mengambil senjata api di tangan bos itu lalu mematahkan menjadi 2.


Krak!


"Apa! Dia bahkan bisa mematahkan besi, kalian... kalian cepat hajar dia!" perintah bos itu gemetaran.


"Tapi bos... dia saja kebal dengan senjata api, bagaimana kami mengalahkannya?" tanya anak buahnya juga ketakutan.


"Kalian cepat!" teriak bos itu.


"Kau lebih baik melepaskan mereka atau aku akan mematahkan lehermu," ucap Chasyn.


"Kalian cepat maju, aku akan meminta bantuan," ucap bos itu berlari mundur kebelakang.


Mau tak mau mereka pun menyerang ke arah Chasyn bersamaan, Chasyn juga tak tinggal diam dan menyerang balik.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2