
"Oh iya, aku punya mobil satu di rumah, besok kamu ambil ya," ucap Chasyn.
"Terima kasih Tuan," jawab Karisa.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Karisa.
"Mari Tuan masuk dulu," ajak Karisa.
"Oh ya, apa ayahmu ada di rumah?" tanya Chasyn.
"Iya, di rawat di rumah saja," angguk Karisa. Karena ada ayah Karisa, Chasyn berani masuk ke dalam rumah Karisa.
"Ayo Tuan tidak perlu sungkan-sungkan," ucap Karisa.
"Kenapa tidak di rawat di rumah sakit saja?" tanya Chasyn.
"Dulunya sudah tapi malah uangnya habis untuk berobat bahkan sempat pinjam uang orang dan tidak ada perubahan dan aku memutuskan untuk merawatnya di rumah," jawab Karisa.
Karisa membawanya ke dalam kamar tempat ayahnya berada.
"Selamat malam pak," sapa Chasyn.
"Ma-lam," jawab Ayah Karisa terbata-bata.
"Ayah, dia adalah atas Karisa datang ke sini untuk menjenguk Ayah," ujar Karisa.
Ayah Karisa melihat ke arah Chasyn sambil tersenyum. Chasyn membalas senyuman dari Ayah Karisa. Tubuh tua itu terlihat lemas tak berdaya.
"Lalu jika kamu kerja siapa yang menjaganya?" tanya Chasyn.
"Dia sendirian di rumah, tapi paginya sudah saya sediakan, tengah hari saya pulang untuk mengecek keadaan, nanti balik lagi ke kantor," jawab Karisa.
__ADS_1
"Itu pasti sulit bagimu ya," ucap Chasyn prihatin.
"Mau bagaimana lagi Tuan, hanya tinggal dia satu-satunya keluarga ku sejak kepulangan ibu, aku benar-benar harus merawatnya," jawab Karisa.
"Begitu ya, hm… ya sudah, aku pulang dulu ya, sehat-sehat ya pak," ucap Chasyn.
"Terima kasih banyak Tuan sudah mengantar ku pulang," ucap Karisa membungkukkan badannya.
"Sama-sama," jawab Chasyn. Chasyn pun keluar dari rumah Karisa dan masuk ke dalam mobilnya.
"Kasian banget Karisa, itu pasti sangat melelahkan, aku harus mencari rumah di sekitar kantor agar ia tak capek bolak balik untuk menjaga ayahnya," ucap Chasyn. Ia pun menginjak pedal gas mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Beberapa menit perjalanan, Chasyn pun sampai di perusahaannya. Ia memarkirkan mobilnya lalu pergi kemping bangunannya.
Karena tanah perusahaan milik Chasyn sangat besar, Itu memakan 300 meter untuk menemukan rumah warga yang ada di sana.
Tok!
Tok!
Tok!
"Ya ada apa?" tanya orang itu.
"Apa di sekitar di sini ada perumahan yang di sewakan atau rumah yang di jual?" tanya Chasyn.
"Ada, tapi rumah itu di sewakan," ucap pemilik rumah.
"Siapa yang punya rumah itu?" tanya Chasyn.
"Rumah yang berwarna merah itu yang punya," jawab Pemilik rumah.
__ADS_1
"Oh begitu, baiklah, terima kasih," ucap Chasyn.
"Sama-sama," angguk pemilik rumah dan menutup pintu rumahnya.
Chasyn berjalan mendekati rumah yang tadi di tunjuk dan mengetok pintu rumahnya.
Tok!
Tok!
Tok!
"Permisi."
Cklek!
Pintu pun terbuka. "Cari siapa?" tanya seorang bapak-bapak dengan kumis yang tebal.
"Katanya bapak pemilik rumah sewa, apa ada yang kosong?" tanya Chasyn.
"Oh kebetulan sekali, tinggal satu rumah yang belum di tempati, apa kamu mau menyewanya?" tanya bapak itu.
"Eh, iya," angguk Chasyn.
"Baiklah, apa kamu mau melihat tempatnya dulu?" tanya bapak itu.
"Iya pak," jawab Chasyn mengangguk. Bapak itu mengambil jaketnya dan kemudian menutup pintu rumahnya sambil membawa senter.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih