
"Sial! Beraninya dia menggoda pegawai ku," ucap Chasyn berjalan ke arah Iyan yang menopang tangannya di dagu sambil menatap pegawai itu dengan senyum lebar.
"Hey Iyan! Apa belum selesai menggodanya? Lebih baik kamu pergi beli mobil sana," perintah Chasyn.
"Bersamanya?" tanya Iyan.
"Nggak lihat dia sedang bekerja, ku cabut juga nanti anu mu," ancam Chasyn.
"Oke! Oke! Aku pergi sekarang bos, aku rela melakukan apa saja, ini adalah barang berharga yang aku punya," ucap Iyan mengalah balik badan dan pergi dari perusahaan.
Chasyn mengambil ponselnya dan mengirim sejumlah uang kepada ke rekening Iyan.
Ding Ding
Pengiriman berhasil ✔️
Hadiah Anda di potong 4.000.000.000
Sisa hadiah Anda 24.037.000.000
Tuuut
Tuuut
__ADS_1
Tuuut
"Halo bos, ada apa?" tanya Iyan yang sedang naik ojek.
"Uangnya sudah aku transfer, kamu beli mobil yang harga dua milyar saja, di rumah masih ada mobil lagi, kamu kalau pergi kemana-mana pakai mobil di rumah aja, mobil baru untukku," ucap Chasyn.
"Iya, iya, iya," jawab Iyan dengan suara angin yang cukup kencang.
Chasyn memutuskan panggilannya. "Itu pengemudi ojeknya balapan kali ya," ucap Chasyn menyimpan ponselnya.
Chasyn pergi ke arah ruang kerja di mana Sekretaris Karisa akan memberi arahan pada dua pekerja yang baru masuk tadi.
Chasyn melihat dari luar jendela, terlihat mereka berdua fokus dengan apa yang di ajarkan oleh sekretaris Karissa. Sedangkan sekretaris Karissa belum tau jika wanita itu adalah mata-mata dan ia dengan serius mengajarnya.
"Tentu saja dia cepat mengerti karena ia memang di ajarkan mengerti tentang system' komputer," ucap Chasyn dalam hati sambil terus mengawasi mereka dari jendela kaca, untungnya mereka membelakangi Chasyn sehingga tidak mengetahui keberadaan Chasyn.
"Apa kalian mengerti?" tanya Sekretaris Karisa tersenyum puas, karena mereka sangat menurut dan gampang mengerti.
"Mengerti Sekretaris Karisa," jawab mereka berdua serempak.
"Baiklah, kalian boleh pulang, ingat besok adalah hari pertama kalian kerja, jadi jangan telat ya," ucap Sekretaris Karisa mengingatkan.
"Siap Sekretaris Karisa," jawab mereka mengerti. Chasyn pun pergi dari tempat tersebut meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Pekerja pria itu keluar terlebih dahulu, saat Sekretaris Karisa ingin pergi, wanita itu menahan tangan sekretaris Karissa.
Sekretaris Karisa melihat wanita itu dengan mengangkat alisnya. "Ada apa?"
"Sekretaris Karisa ada waktu malam ini?" tanya wanita itu.
"Hm … mungkin, katakan ada apa?" tanya Sekretaris Karisa penasaran.
"Hm … Sekretaris Karisa, bolehkah aku mengajakmu makan malam ini?" tanya Wanita itu ragu-ragu.
"Tentu saja boleh," jawab Sekretaris Karisa mengangguk setuju.
"Wah, terima kasih Sekretaris Karisa," ucap wanita itu senang sambil memeluk Karisa.
Setelah sadar, ia melepaskan pelukannya. "Maaf maaf maaf sekretaris Karisa, itu refleks karena aku terlanjur senang," ucap wanita itu membuang wajahnya ke samping.
"Tidak apa-apa, nanti malam pukul 07:00 ya, kamu yang tentukan tempatnya," ucap sekretaris Karisa dengan polosnya.
"Siap Sekretaris Karisa, aku pergi dulu," ucap wanita itu pergi keluar dari dari ruang kerja sambil tersenyum senang.
"Anak itu, sangat lucu," ucap Sekretaris Karisa tersenyum.
Sekretaris Karisa pun pergi meninggalkan ruangan itu lalu menutup pintu.
__ADS_1