
Setelah rasanya selesai mandi, mereka pun kembali ke villanya.
"Astaga! Kalian main air di saat malam begini?" tanya Iyan saat melihat Chasyn dan Chelsea basah kuyup.
"Iya, banyak tanya, cepat ambil handuk," ucap Chasyn.
"Huh! Dia yang basahan, orang yang di suruh ambil," ucap Iyan manyun, namun tetap saja dia pergi ke dalam vila untuk mengambilkan handuk. ucapan mereka memanglah sangat kasar, tapi mereka sangat loyal.
"Ini handuknya, kalian cepatlah pergi air panas dan ganti baju agar tidak masuk angin," ucap Iyan.
"Ayo," ajak Chasyn kepada Chelsea.
Mereka berdua pun masuk ke dalam. "Hm… kamu kamar yang mana?" tanya Chelsea.
"Yang ada di sebelah kiri, ayo kamu juga," ajak Chasyn menyengir.
"Ikh... dasar mesum!" teriak Chelsea.
"Ha-ha-ha," Chasyn Tertawa puas karena sudah membuat Chelsea kesal. Chelsea dengan wajah memerahnya masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Chasyn pun masuk ke dalam kamarnya dan ia pun segera mandi.
"Huh! Menyebalkan, kenapa di sini tidak ada pakaian ganti wanita, semuanya pakaian pria, apa tempat ini hanya teruntuk pria aja? Oh iya, Chasyn pria, tapi katanya ini vila juga boleh aku yang masuk, tapi satu pun tidak ada pakaian wanita. Hm… cari yang muat saja deh," ucap Chelsea mendengus kesal. Masalah baju oke aja kalau kebesaran, kalau celana rasanya tidak mungkinkan, Chelsea mengambil Celana jins pendek dan memakainya, baginya sekitar panjangnya di bawah lutut.
"Ya sudah deh, ini juga tidak apa-apa, setidaknya pinggangnya pas untukku," ucap Chelsea mengambil sisir dan menyisir rambutnya yang panjang itu.
Setelah selesai, ia pun keluar bergabung dengan mereka yang masih saja memanggang baberque sambil bernyanyi, padahal jam sudah menunjukkan pukul 11:40 menit.
"Lho? Di mana Bos?" tanya Iyan saat melihat Chelsea sendiri.
"Belum datang lagi? Bukan biasanya pria yang lebih cepat dari wanita, apa yang dia lakukan berlama-lama di sana?" tanya Chelsea heran.
"Iya," angguk Chelsea melihat ke dalam villa itu.
Ting Ting
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
__ADS_1
Chasyn melihat sebuah titik merah di peta, bahwa system sudah memberi tahu jika sudah menemukan lokasi orang yang menculik Chelsea dan ingin membuat bangkrut perusahaan Papa Chelsea.
[Dan berikut datanya]
Nama: Dong sul
Umur: 50 tahun
Pekerjaan: mafia dan pembisnis
Hubungan keluarga: Seorang kakak dari Ayah Chelsea yang mereka anggap sudah meninggal, karena sang kakak di anggap meninggal, warisan itu jatuh ke tangan Ayah Chelsea, ia tidak terima itu dan tetap terus menyembunyikan kematiannya, ia merasa sakit hati, ia berpikir jika keluarganya itu tidak pernah mencarinya dan tidak peduli atas kematiannya. Saat itu ia masih berumur 11 tahun dan ayah Chelsea masih berumur 9 tahun, saat bermain bersama, bola mereka terjatuh ke sungai dan sang kakak ingin mengambilnya, kaki sang kakak terpeleset dan ia pun terjatuh terbawa arus sungai. Untung saja ia selamat dan di selamatkan oleh bos besar mafia dan ia di didik menjadi mafia.
"Begitu rupanya, ternyata mereka masih punya hubungan darah," ucap Chasyn. Di fotonya terlihat luka di pipinya, menandakan jika ia pernah melewati pelatihan kejam.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1