SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 127


__ADS_3

Tak lama kemudian, mobil Chasyn sampai di depan perusahaannya yang lain.


Melihat mobil mewah datang, 2 orang pria datang mendekat, yang satunya asisten perusahaan yang ia pekerjakan kemaren, yang satunya pria yang menelponnya barusan.


"Selamat datang Tuan," ucap kedua pria itu membungkukkan badan memberi hormat saat melihat Chasyn keluar dari mobil.


"Kamu yang menelpon saya tadi?" tanya Chasyn kepada pria yang tidak ia kenali itu.


"Benar Tuan," angguk pria itu.


"Siapa namamu?"


"Kino, Tuan."


"Apa jabatan mu di sini?"


"Sekretaris Tuan."


"Baik Kino, tunjukkan di mana mereka," ucap Chasyn.


"Baik Tuan, mari ikut saya," ucap Kino dan mereka pun pergi menuju ruang rapat dengan cepat, para karyawan menundukkan kepala memberi hormat sambil berbisik-bisik.

__ADS_1


"Itu CEO barunya?" tanya mereka.


"Katanya CEO barunya anak SMA? Dia kah?" tanya mereka penasaran.


"Tapi jika memakai jas itu dia tidak terlihat seperti anak SMA, dia tampan sekali," ucap mereka tersenyum-senyum.


"Masih muda udah jadi CEO, aku mau deh jadi selirnya," ucap mereka sambil tertawa.


"Di sini tempatnya," ucap Kino setelah sampai di depan ruang rapat, Kino pun membuka pintu, Chasyn pun masuk ke dalam dan 3 orang lain juga masuk ke dalam, Iyan, Kino dan Jhon.


Chasyn duduk di kursinya, sedangkan yang lain memasang wajah yang tidak enak di pandang.


Klik


Ding Ding


Visi baru


[Para pemegang saham ribut]


Misi

__ADS_1


[Buat mereka bungkam]


[Status Visi dan Misi: Sedang berlangsung]


"Katakan masalah kalian," ucap Chasyn.


"Begini, Saham kami dulunya di pegang oleh pemilik perusahaan pertama, jadi sekarang ini saham kami di pegang oleh pemilik baru, bagaimana kami akan mempercayainya, bagaimana nasib saham kami," ucap salah satu pria yang menanam saham di perusahaan CV.


"Begitu rupanya, jika kalian tidak percaya, silakan cabut, perusahaan yang aku pegang tanpa pemegang saham pun akan tetap berjalan seperti semestinya dan akan berkembang pada waktunya, pada pemilik saham yang menanam sahamnya di perusahaan ku karena aku kasihan, aku tidak ingin ambil pusing dengan pemegang saham seperti kalian, seolah-olah tanpa kalian perusahaan ini bukan apa-apa, justru kalian bukan apa-apa tanpa perusahaan ini, yang tidak suka kalian boleh pergi dan cari perusahaan yang ingin menampung kalian," ucap Chasyn.


Mereka saling berpandangan satu sama lain. "Hm begini, bagaimana kami akan mempercayai mu, sedangkan kamu masih anak SMA, kamu masih banyak belajar, bagaimana bisa kamu memimpin perusahaan ini?" tanya mereka.


"Kalian ini benar-benar merendahkan ku, aku aku sekolah, mau aku tidak sekolah itu bukan urusan kalian, yang kalian pikirkan adalah bagaimana kerja samanya, jika kalian tidak percaya maka kalian boleh angkat kaki, dengan saham kalian yang tidak seberapa itu, apa bakal di terima di perusahaan lain, entah apa yang di pikirkan oleh pemilik perusahaan lama itu bisa menerima saham kalian yang super kecil itu, jika aku pemilik pertama, aku tidak kan menerima kalian semua, jika ada yang tidak suka silakan pergi, pintu terbuka untuk kalian, jika masih ingin bertahan, diam dan ikuti cara kerjaku, aku tidak akan merugikan pemilik saham yang mau bergabung denganku," ucap Chasyn.


Mereka pun terdiam. Benar, saham mereka terlalu kecil di terima di sini saja itu sudah sangat bagus karena pemilik perusahaan lama adalah teman mereka.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2