
"Ayo kita juga ikut," ucap Amara.
"Hey! Hey! Bagaimana jika kalian muntah lagi di sana? Itu pasti akan memalukan," ucap Iyan.
"Bodo amat, yang memalukan itukan kami bukan kalian," ucap Amara tak peduli.
"Awas ya, nanti kalau kalian muntah lagi nggak kami bantuin ya, kita pura-pura nggak kenal," ancam Iyan.
"Cek ile… sama teman kayak gitu kamu ya, giliran sama pacar, mau dia muntah sampai teberak-berak pun kau temani," ujar Amara.
"Heh! Aku nggak pernah pacaran, jadi aku nggak tau istilah seperti yang kamu sebutkan. Ayo Chasyn kita tinggalkan mereka,' ajak Iyan.
Chasyn hanya tersenyum dan mengikuti Iyan untuk naik komedi putar.
Amara dan Emile mengikuti mereka dan membeli tiket untuk naik komedi putar.
"Chasyn jangan lihat-lihat orang itu, pura-pura saja tidak kenal," ucap Iyan.
"Apaan sih kamu," ucap Amara manyun.
Mereka pun naik ke kuda putar itu bersama-sama.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
__ADS_1
Ding Ding
Visi baru
Seorang pencopet yang sedang mengambil dompet seorang ibu-ibu
Misi
Tangkap sang pencopet.
Status Visi dan Misi: Sedang berlangsung.
Saat itu kuda sedang berputar. "Aku akan turun sekarang," ucap Chasyn.
Chasyn memanggilnya lagi, tapi tetap saja Iyan tidak dengar. "Baiklah jika begitu, aku lompat saja," ucap Chasyn. Chasyn pun berdiri di kuda lalu melompat dan ia pun terguling-guling lalu ia berdiri lalu berlari.
"Tapi… di mana pencopet itu ya?" tanya Chasyn melihat ke kiri dan ke kanan. Di sana orang hanya berlalu lalang saja dan tidak ada terjadi apa pun, Chasyn kembali berlari menuju ke tempat lain dan melihat-lihat jika ada yang mencurigakan.
Terlihat seorang pria memakai jas layaknya seorang yang bijak dan terhormat. Ia bersama seorang wanita dan anak kecil perempuan berumur 9 tahun. Tidak ada yang janggal dalam hal ini.
Chasyn kembali berlari dan mengecek di tempat lain.
Seorang ibu-ibu tiba-tiba panik menjerit karena ia kehilangan uangnya.
"Uangku... uangku hilang... siapa yang mencurinya!" teriak ibu itu histeris sambil menangis. Mendengar suara jeritan seorang ibu-ibu, Chasyn pun kembali ke tempat semula.
__ADS_1
"Eh, bukannya ibu-ibu itu tadi bersama seorang pria berjas itu, pergi kemana dia? Soalnya aku tadi melihat dia yang hanya di samping ibuk itu," ucap Chasyn.
"Aku harus mencarinya," ucap Chasyn.
"Mungkin ketinggalan di rumah nggak buk," ucap salah satu warga di sana.
"Tidak, aku ingat memasukkan ke dalam tas ku yang berwarna merah," ucap ibu itu menyakinkan dan terus mengingatnya.
"Bersama siapa ibu tadi?" tanya mereka.
"Tadi aku bersama... oh iya tadi ada seorang pria berbaju jas, bersama istri dan anaknya, tadi kami sempat mengobrol jika mereka mengajak anaknya bermain dan mereka baru saja pulang dari kantor, itu saja dan kemudian mereka pergi dan tidak terjadi apa pun," ucap ibu itu.
"Apa ada seseorang lagi yang mendekati ibu?" tanya orang itu lagi.
"Hm... rasanya tidak ada, mungkinkah aku berbalik badan dan ada seseorang yang mengambilnya?" tanya ibu itu mencoba untuk mengingatnya.
"Iya mungkin orang yang mungkin tak ibu lihat itu yang mencurinya.
Mendengar percakapan mereka Chasyn pun mencari seseorang yang mencurigakan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1