SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 77


__ADS_3

"BUAT IBU-IBU YANG MERASA KEHILANGAN DOMPET BESERTA UANGNYA HARAP DATANG KE MOBIL DI DEPAN GERBANG TAMAN BERMAIN!" teriak Chasyn.


Mendengar itu mereka para ibu-ibu berbondong-bondong, yang tadi pingsan langsung bangun.


Para ibu-ibu itu menyerbu ke arah tempat yang di maksudkan.


Penjaga itu langsung menghampiri Chasyn.


"Kenapa kamu nggak bilang jika mobil ini isinya adalah dompet-dompet hasil curian," ucap penjaga itu.


"Ah kelamaan, lebih baik bapak tersebut menangkap pencurinya," ucap Chasyn.


"Siapa?" tanya penjaga itu binggung yang mana harus ia tangkap.


"Tuh pria berjas, anak perempuan berumur 9 tahun dan wanita itu, dan di dalam ada pria yang sudah pingsan juga, tangkap mereka saja dulu, nanti yang juga akan ikut tertangkap," ucap Chasyn.


"Tapi apa benar mereka yang mencurinya?" tanya penjaga itu ragu-ragu.


"Tangkap saja, ibu-ibu itu yang akan menjadi saksinya, atau nanti bapak malah di pecat menjadi penjaga di sini karena mengira kerjaan tidak bener, meskipun itu kenyataannya," ucap Chasyn.


"Eh iya, iya," angguk penjaga itu segera berlari ke arah pria yang berjas itu.


"Kamu pencurinya ya, ikut aku ke kantor polisi," ucap penjaga itu memegang tangan pria berjas.


Karena merasa di perhatikan oleh ibu-ibu yang dompetnya yang di curi tadi, ia pun berusaha melepaskan tangannya dari sang penjaga itu dan kabur.


"Hey! Tunggu! Jangan kabur kamu ya! Cepat serahkan dirimu atau kau akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi!" teriak Penjaga itu.

__ADS_1


Namun pria itu terus berlari dan...


Duuakk!


Tendangan Chasyn tepat sasaran membuat Pria itu terpental dan nyunsep di bawah pohon pohon dan kepalanya menabrak batang pohon tersebut.


Pria itu berusaha untuk duduk namun ia sangat pusing dan kembali tumbang. Penjaga itu langsung menangkapnya dan segera menelpon polisi.


Chasyn kembali ke dalam taman hiburan tersebut.


"Chasyn, kamu kemana saja?" tanya Iyan bersama Amara dan Emile berlari mendekati Chasyn.


"Tadi ada pencurian masal," jawab Chasyn.


"Jadi sekarang di mana dia?" tanya Iyan.


"Oh syukurlah jika begitu, ya udah kita lanjut mainnya lagi," ucap Iyan.


Dari kejauhan terdengar suara sirinai mobil polisi yang datang.


"Polisinya sudah datang, siapa yang menelpon?" tanya Iyan.


"Penjaga taman bermain ini," jawab Chasyn. Terlihat Grizzly keluar dari mobil dan segera mendatangi tempat keramaian.


"Itu bukannya polisi cantik itu?" tanya Iyan mengangkat alisnya.


"Iya, ya sudah biarkan saja polisi yang mengurusnya, kita lanjut saja mainnya," ucap Chasyn.

__ADS_1


"Chasyn!" teriak suara seseorang yang tidak asing. Chasyn membalikkan badannya melihat pemilik suara itu.


"Kamu di sini juga?" tanya Grizzly.


"Iya," jawab Chasyn.


"Oh iya, teman-teman aku mau main ke rumah kamu malam ini," ucap Grizzly.


"Oh ya udah, silakan saja," jawab Chasyn.


"Awas ya jika kamu tidak ada di rumah," ucap Grizzly pergi meninggalkan Chasyn dan teman-temannya.


"Nanti malam mereka berkunjung ke rumahmu? Ada apa?" tanya Iyan mengangkat alisnya sambil mengidip-ngidipkan matanya.


"Iya, hanya berkunjung saja, mereka penasaran di mana rumahku saja," ucap Chasyn.


"Oo, sepertinya dia terlihat akrab denganmu," ucap Amara.


"Hm… tidak juga, tapi entahlah, mereka ingin datang ya terserah mereka," ucap Chasyn.


Mereka pun bersenang-senang hari itu.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2