
Tak lama kemudian, Iyan membawa beberapa box.
"Bos, ini ayam bakarnya!" teriak Iyan.
"Apa! Ayam bakar?" tanya para siswa yang mendengarkan teriakan Iyan.
Mereka yang tadinya asik menonton pertandingan dan berlari ke arah Iyan dan menyerbu kotak yang di tangan Iyan.
"Hore... aku dapat!" teriak mereka. Tanpa pikir panjang lagi, mereka membuka box tersebut dan seketika ayam panggangnya habis ludes.
Iyan terdiam tak bergerak dengan mulut ternganga, ia tak percaya bahwa makanan yang ia bawa dengan susah payah malah habis sekejap mata.
"Mana ayam panggangnya?" tanya Chasyn mendekat.
"Hu-hu-hu, sudah habis di makan mereka," ucap Iyan berurai air mata menunjuk ke arah mereka yang mengigit Ayam itu sambil menonton pertandingan.
"Ya udah, ayo kita ke restoran," ajak Chasyn.
"Bos, untuk merayakan kemenangan bos maka traktir kami makan," ucap Emile.
"Ha, traktir makan, kami juga mau donk," ucap para siswa itu.
__ADS_1
"Iya kami juga mau," jawab yang lain dan mereka berlari ke arah Chasyn dan pertandingan menjadi sepi.
"Ya udah karena semuanya ikut, aku traktir makan di kantin saja," ucap Chasyn. Kantin itu tidak jauh dari Aula, hanya jarak 20 meter saja.
"Horeeeee! Makan gratis!" teriak mereka. Semua siswa meninggalkan pertandingan dan hanya siswa dari SMA negeri 5 Tebing tinggi yang masih di sana. Para murid-murid itu mengikuti Chasyn ke kantin. Kepala sekolah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Maaf murid saya pak," ucap bapak kepala sekolah kepada kepala SMA negeri 5 Tebing tinggi.
"Itu... tidak apa-apa, tapi ada saya dengar bahwa di sekolah ini yang masih sekolah tapi sudah menjadi CEO?" tanya bapak kepsek itu.
"Iya, dia adalah tadi yang menang," jawab kepsek Chasyn dengan bangga.
"Tidak, di katakan ia adalah orang susah, kedua orang tuanya juga sudah meninggal dunia, dia hanya hidup seorang diri saja, mungkin dia punya kemapuan untuk membangun perusahaanya sendiri," jawab kepsek.
"Begitu kah? Itu sangat bagus," jawabannya sambil mengangguk.
Mereka pun sibuk memesan ini dan itu. "Bude karena hari ini Chasyn menang, dia yang traktir kami makan," ucap murid itu.
"Benarkah, wah selamat buat Chasyn, dengan senang hati bude akan membuatkan untuk kalian, tapi yang terpenting, ada makanan spesial untuk Chasyn," ucap bude.
"Terima kasih bude," ucap Chasyn tersenyum, karena saking ramainya, bude terpaksa menelpon keponakannya untuk membantu di kantin. Tentu saja bude terlebih dahulu membuatkan makanan spesial untuk Chasyn.
__ADS_1
"Silakan di makan Chasyn," ucap bude itu setelah makanannya siap di sajikan.
"Terima kasih bude," ucap Chasyn tersenyum.
"Iya sama-sama, coba kamu cicipi dulu," ucap bude.
Chasyn segera mencicipi makanannya. "Wah... makanan yang sangat enak bude," puji Chasyn.
"Itu karena hari ini kemenangan mu dan juga kamu yang bayar, jadi hari ini bude akan masak yang enak-enak untuk kalian semua," ucap Bude.
"Horeeeee!" teriak mereka bersuka cita.
Hari itu sangat sibuk, mereka bahkan ada yang tambah hingga 3 piring, ada juga yang menyimpan makanan di dalam plastik untuk di bawa pulang karena sudah kenyang.
Hari itu mereka di buat kenyang oleh Chasyn.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1