
Mereka pun menyerang Chasyn dan Chasyn menyerang balik, Chasyn menghajar semuanya para anak buahnya itu hingga babak belur semuanya.
Bak buk bak buk bak buk
Karena semuanya sudah di hajar habis, hanya tinggal sang bos tersebut. Chasyn menarik baju pria itu.
"Katakan di mana teman-teman Chelsea kau sekap?" tanya Chasyn.
"Di... di sana," ucap bos itu ketakutan.
"Tunjukkan," ucap Chasyn.
"I-iya," angguk bos itu, ia berjalan terlebih dahulu masuk ke dalam gubuk itu dan kemudian menuju tangga bawah tanah.
"Di... di sana," tunjuk bos itu ke penjara bawah tanah.
Terlihat 2 orang wanita yang tangannya di ikat, Chasyn langsung mendekati mereka.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Chasyn.
"Um… um…um…"
Chasyn langsung menarik besi penjara bawah tanah itu dengan sekuat tenaga lalu melemparnya dan mendekati kedua gadis yang sedang menangis itu.
"Kalian baik-baik saja sekarang, tidak perlu takut," ucap Chasyn membuka pengikat tangan dan mulut mereka.
Wusshhhh…
Mereka terkejut dengan suara itu, asap masuk ke dalam dan terasa hangat.
"Sialan! ternyata mereka membakar tempat ini," ucap Chasyn.
"Bagaimana ini?" tanya mereka ketakutan.
"Tidak apa-apa, kalian pejamkan mata kalian, aku akan membawa kalian keluar dari sini tampa terluka," ucap Chasyn. Api itu memakan gubuk itu sangat cepat, karena terbuat dari kayu dan atap ilalang, tempat itu cepat terbakar.
__ADS_1
Gunakan poin Untuk berlindung dari api
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
80%…
90%…
100%…
Selesai
Poin Anda di potong 20 poin
Poin Anda menjadi [130] poin
Rumah itu pun hangus terbakar, Chasyn memeluk kedua gadis itu dan melindunginya dari reruntuhan gubuk itu.
Sesaat kemudian, semuanya sudah hangus terbakar menjadi abu.
__ADS_1
"Ha-ha-ha, akhirnya kau mati juga, dasar penganggu," ucap bos itu tertawa.
Tiba-tiba saja Chasyn dan dua gadis itu berdiri dari abu yang menutupi mereka dan keluar dari abu itu dan mendekati bos tersebut.
"Apa! Mereka tidak mati! Sekuat apa dia sebenarnya," ucap bos itu terbelalak.
"Kalian berdua cepat pergi dari sini," ucap Chasyn.
"Iya," angguk mereka. Kedua gadis itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
Bos itu mengidipkan kan matanya, ia tak bisa berbuat apa-apa, lari pun tidak berguna.
Tak lama kemudian, para bantuan datang, ia berlari ke arah mereka yang datang.
"Untunglah kalian datang," ucap bos itu senang.
"Apa ada masalah?" tanya salah satu pria berjas hitam itu.
"Lihatlah mereka semua di kalahkan oleh pria itu," ucap bos itu menunjuk ke arah anak buahnya yang sudah pingsan semua dan kemudian menunjuk ke arah Chasyn.
"Dasar tak becus, hanya melawan 1 orang saja kalian tidak bisa? Percuma saja bos besar memberi kalian makan selama ini," ucap pria itu. Ia pun maju ke depan.
"Hey kau! Punya masalah apa dengan kami?" tanya pria berbaju hitam itu.
"Chelsea adalah teman sekolah ku, tentu saja aku harus menolongnya, sebagai teman yang baik, aku tidak membiarkan dia terluka oleh kalian," ucap Chasyn.
"Heh! Tidak seharusnya kau ikut campur, tapi karena kau sudah tau tentang kami, maka kau juga harus mati," ucap Pria berjas itu menodongkan senjata apinya ke arah Chasyn.
"Tuan, dia tidak mempan oleh senjata api," ucap bos itu mengingatkan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1