SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 150


__ADS_3

xxx


Saatnya pulang sekolah. "Kita pergi suatu tempat," ucap Chasyn.


"Kemana?" tanya Iyan.


"Aku tunjukkan arahnya," ucap Chasyn.


"Baiklah," angguk Iyan.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Grizzly.


"Di mana kamu sekarang?" tanya Chasyn.


"Aku di kantor," jawab Grizzly.


"Oh, aku menuju TKP sekarang," ucap Chasyn.


"Oke! Aku ke sana sekarang," ucap Grizzly.


Mobil terus melaju, dan beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di sebuah gang.


"Masuk gang," ucap Chasyn. Iyan membelokkan mobilnya dan masuk ke dalam.

__ADS_1


Setelah sampai, Chasyn langsung turun.


"Hm… tempat ini kenapa sangat bersih?" tanya Iyan heran, karena biasanya di tempat perkara kejadian itu pasti berantakan dan atau setidaknya meninggalkan darah.


"Iya, saat kejadian itu hujan lebat, jadi tempat ini bersih akibat air hujan, jadi wajar saja untuk menemukan bukti sangat sulit," ucap Chasyn.


"Ayo cari sesuatu, mungkin ada sesuatu yang bisa di jadikan bukti," ucap Chasyn.


"Iya," angguk Iyan dan mereka pun bersama-sama mencarinya.


Terlihat ada seseorang yang mengintip dari balik semak-semak.


"Siapa itu?" tanya Chasyn melihat sesuatu semak yang bergoyang dan terlihat rambut yang menyembul dari semak-semak itu.


"Hm… orang itu sangat mencurigakan. Atau mungkinkah..." Chasyn terdiam sesaat.


Saat pria itu diam-diam ingin pergi, Chasyn berbalik arah dan langsung melangkahkan kaki lebar dengan kecepatan yang ia miliki dan ia pun langsung mengejar Pria itu.


Pria itu menyadari jika ada seseorang yang menyadari keberadaan dan ia pun berlari.


"Berhenti kau! Jangan kabur!" teriak Chasyn. Pria itu tetap terus berlari dengan sekuat tenaga dan mereka pun kejar-kejaran.


Pria itu masuk ke dalam rumah orang yang pintunya terbuka dan Chasyn mengejarnya, pria itu keluar dari pintu belakang.


Pria itu berlari ke tas atap rumah dengan bantuan yang hanya sedikit pijakan dan ia bisa naik dengan mudah, sepertinya dia pelari handal yang sudah terlatih, seperti olahraga panjat tebing.


Pria itu bahkan bisa berlari di atap rumah dan bisa terjun bebas tanpa terluka dan ia punya teknik itu.


Pria itu masuk dalam gang dan menjatuhkan kardus di belakangnya untuk menghalangi Chasyn.

__ADS_1


Chasyn melompatinya dan kembali mengejar pria itu.


Di saat sampai sebuah gang buntu yang hanya di tutupi tembok, pria itu dengan sigap bisa memanjatnya seperti monyet.


"Astaga! Dia benar-benar cekatan," ucap Chasyn, ia pun berusaha menaiki tembok itu meskipun pria itu sudah berlari cukup jauh.


[Tambah kecepatan]


[Kecepatan di pakai 1]


[Kecepatan siap di gunakan]


Chasyn kembali berlari mengejar pria itu dengan kecepatan yang ia pakai dan akhirnya Chasyn bisa menyaingi kecepatan pria itu lalu menendang bokong pria itu dan membuatnya terjatuh dan Chasyn juga terjatuh karena ia tak sempat mengerem.


Bruk!


Chasyn bangun dan segera menarik kaki pria itu. Pria itu menendang tangan Chasyn agar ia terlepas dari cengkraman tangan Chasyn, namun Chasyn tak mau kalah, ia langsung mematahkan kaki pria itu.


Krak!


"Aaaaaaauuu!" teriak pria itu kesakitan.


"Heh! Tidak ada yang bisa lari dari kejaran ku kecuali mereka larinya di liang lahat," ucap Chasyn.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2