SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 243


__ADS_3

Ding Ding


Hadiah Anda di kurang 250.000


Sisa hadiah Anda 12.663.600.000


Terlihat dari kejauhan, tempat penjualan kembang gula bapak itu diserbu oleh pengunjung yang sangat ramai hingga berdesakan.


"Aduh bagaimana ini? Aku senang jika penjualanku laris masalahnya aku tidak bisa membuat kembang gula seperti dia," ucap bapak itu menggaruk-garuk kepalanya pusing dengan permintaan dari para pembeli.


"Tuan kembalilah! Aku akan membayar mahal panggil penjual itu dari kejauhan.


"Haishh … siapa yang membutuhkan uang? Aku tadi kan hanya ingin membuat untuk kamu saja," ucap Chasyn tersenyum ke arah Chelsea.


"Kamu itu pria yang luar biasa, kemana pun kamu pergi pasti akan meninggalkan pesonamu," puji Chelsea.


"Ah aku biasa saja, Aku hanya ingin mempesona di depanmu saja," ucap Chasyn.


Chelsea tersenyum, ia menggigit bagian-bagian kembang gula itu.


"Ini Apa kamu tidak ingin mencicipinya tawar Chelsea menyodorkan kembang gula ke arah mulut Chasyn.


Chasyn menggigitnya sedikit. "Ini tidak manis sama sekali," ucap Chasyn dengan wajah yang berubah.


"Kenapa tidak manis? Ini manis kok," ucap Chelsea menggigitnya lagi.

__ADS_1


"Iya tapi nggak semanis kamu," gombal Chasyn.


"Kamu bisa aja jawab," jawab Chelsea tertawa renyah.


"Udah hampir gelap kamu bilang mau naik biang Lala, aku belikan tiketnya dulu," ucap Chasyn.


"Iya," angguk Chelsea.


Chasyn pun berdiri dan menuju penjual tiket untuk naik kincir ria.


"Butuh berapa tiket?" tanya penjual tiket.


"Dua," jawab Chasyn.


"20.000," jawab penjual itu.


"ni kembaliannya Tuan," ucap penjual itu memberikan kembalian rp30.000 kepada Chasyn.


Chasyn menerimanya lalu memberinya kepada seorang anak kecil yang sedang bermain di sampingnya.


"Nih buat jajan," ucap Chasyn kepada seorang anak yang berumur 5 tahun


"Terima kasih Om," jawab anak itu tersenyum senang dan ia berlari ke arah ibunya.


"Ibu, ibu lihat aku di beri Om itu uang," ucap anak kecil itu senang menunjuk ke arah Chasyn.

__ADS_1


"Terima kasih ya Om," ucap ibu itu kepada Chasyn.


"Sama-sama Bu," ucap Chasyn membawa tiket itu kembali ke arah Chelsea.


"Ini tiketnya Mungkin sebentar lagi kincir rianya akan berhenti," ucap Chasyn memberikan satu tiket kepada Chelsea.


"Papa kamu nggak di rumah?" tanya Chasyn.


"Enggak dia ada bisnis keluar kota," jawab Chelsea.


"Papa kamu sibuk banget ya," ucap Chasyn melihat ke arah orang yang sedang berlalu lalang.


"Iya, kamu sendiri punya perusahaan yang begitu banyak kenapa santai-santai saja?" tanya Chelsea.


"Tentu saja, karena yang mengerjakannya adalah sekretarisku," jawab Chasyn bangga.


"Apa kamu tidak takut jika perusahaanmu tiba-tiba bangkrut jika ada orang yang berkhianat atau mata-mata?" tanya Chelsea


"Tidak, perusahaanku punya sistem canggih untuk mendeteksi siapa penghianatnya yang berani mencuri data-dataku dan juga pengaman di perusahaanku sulit ditembus, jika seseorang ingin mencurinya makan langsung terdeteksi data pribadi langsung dari si pencuri," jawab Chasyn.


"Benarkah? perusahaanmu sangat hebat ya," puji Chelsea.


"Bukan perusahaanku, tapi yang hebat itu adalah aku," jawab Chasyn bangga.


"Iya iya kamu sangat hebat, ya udah itu kincir rianya sudah berhenti, Ayo kita naik," ajak Chelsea.

__ADS_1


Mereka pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju kincir yang perlahan-lahan kincir ria itu pun mulai berputar dan Chasyn duduk di hadapan Chelsea.


__ADS_2