SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 144


__ADS_3

Mereka berdua naik ke dalam mobil Chasyn dan kemudian melajukan mobilnya menuju rumah Dinda.


Perjalanan yang tidak memakan waktu lama, mereka pun sampai di depan rumah Dinda.


Ding! Dong!


Ding! Dong!


"Permisi," ucap Grizzly menekan bel yang ada di depan pintu.


"Sebentar," terdengar suara Mama Dinda dari dalam.


Cklek!


Pintu pun terbuka.


"Eh, Grizzly, ayo masuk, ayo masuk," ucap Ibu Dinda mengajak Grizzly dan Chasyn masuk ke dalam rumah.


"Terima kasih Tante," ucap Grizzly dan mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Ayo duduk, Tante panggilkan Om dulu," ucap Mama Dinda meninggalkan mereka dan pergi ke ruang kerja suaminya.


"Hay Hay Hay gaes," ucap Dinda yang turun dari tangga menuju Ke arah sahabatnya itu.


"Hay… besok malam kamu ada waktu nggak?" tanya Dinda kepada Chasyn.


"Malam besok ya? Sepertinya aku ada urusan lain," ucap Chasyn.


"Malam besoknya lagi?" tanya Dinda.


"Hm… mungkin tidak ada," jawab Chasyn.


"Oke! Malam besoknya kita kumpul makan malam bersama oke! Di sebuah cafe," ucap Dinda.

__ADS_1


"Itu kalau aku tidak sibuk," ucap Chasyn.


"Pokoknya kamu harus datang," pinta Dinda.


"Berikan sidik jarinya, kita akan memeriksanya," ucap Papa Dinda yang datang ke arah mereka dan duduk di sofa.


"Ini Om," ucap Grizzly menyerahkan barang buktinya. Papa Dinda menerimanya.


"Hm… ini siapa?" tanya Papa Dinda melihat ke arah Chasyn.


"Perkenalkan Om, nama saya Chasyn," ucap Chasyn mengulurkan tangannya dan Papa Dinda membalasnya.


"Dia detektif swasta yang sudah menemukan barang bukti ini, dia juga seorang CEO," ucap Grizzly.


"CEO? Detektif? Sepertinya kamu masih sangat muda," ucap Papa Dinda.


"Iya, saya masih sekolah menengah atas," ucap Chasyn.


"Iya Om," angguk Chasyn.


"Astaga! Tidak menyangka semuda ini sudah menjadi CEO, kamu sungguh berbakat, bahkan kamu adalah ceo pertama dan termuda di kota, itu suatu prestasi yang sangat-sangat sulit di capai," ucap Papa Dinda tertawa sambil mengangguk-angguk.


"Om, sidik jarinya," ucap Grizzly.


"Oh iya-iya, kalian tunggu di sini sebentar, saya ambilkan laptopnya dulu," ucap Papa Dinda kembali menuju ruang kerjanya.


"Ayo di makan cemilannya," ucap Ibu Dinda.


"Terima kasih Tante," ucap Grizzly mengangguk.


Papa Dinda keluar dari ruang kerjanya dan membawa laptop. Ia memfoto sidik jari itu lalu mendaftarkan lalu menunggu ke cocokkan sidik jari.


Di laptop itu secara otomatis mencari sidik jari yang cocok dengan yang ada di foto.

__ADS_1


[Ding]


[Pencocokan selesai]


[Sidik jari cocok]


Keluarlah data pria itu


Nama: Soni


Umur: 29 tahun.


Tinggi: 167 cm


Alamat: Jl gang semangka blok C no 41.


"Ini sudah di temukan alamatnya," ucap Papa Dinda.


"Benarkah? Syukurlah bisa di temukan, aku akan meminta surat penangkapan kepada komandan untuk menangkapnya sekarang juga sebelum dia kabur," ucap Grizzly.


"Iya sebaiknya begitu, ia pasti tidak akan diam diri begitu saja," ucap papa Dinda.


"Terima kasih banyak Om atas bantuannya, kalau begitu kami pergi sekarang agar pelakunya tidak kabur," ucap Grizzly.


"Baiklah," angguk Papa Dinda.


"Iya kamu tetap harus hati-hati meskipun kamu polisi kamu tetap perempuan," ucap Mama Dinda.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2