
"Tidak tahu juga, Mungkin iya mungkin tidak, jika dia hanya ingin melukai ku saja itu tidak masalah, aku takutnya mereka juga akan melukai orang di sekitar mu," ucap Chasyn.
"Ya, untuk ini akan kami bantu selidiki, ya udah, kamu aku antarkan ke perusahaan mu, tapi bagaimana dengan mobilmu? Apa nggak di telpon mobil derek saja untuk membawanya ke bengkel," saran Grizzly.
"Tidak, kalau kamu mau ambil saja, itu sudah rusak, aku mau cari yang baru saja," ucap Chasyn.
"Dasar sombong, ya udah ayo masuk," ucap Grizzly. Ia menuju ke mobil polisi lainnya untuk meminta izin.
Chasyn dan Iyan terlebih dahulu masuk ke dalam mobil, Chasyn duduk di kursi pengemudi karena Grizzly pasti tidak tahu di mana perusahaannya berada.
Grizzly masuk ke dalam mobil lalu memakai sabuk pengamannya.
"Sudah?" tanya Chasyn.
"Iya," angguk Grizzly dan Chasyn pun langsung menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan.
"Kalau di pikir-pikir, aku pernah melihat perusahaanmu nih? Jadi penasaran," ucap Grizzly.
"Kebetulan sekali, perusahan yang aku datangi ini adalah perusahaan yang terbesar dari perusahaan ku yang lain, di jamin nggak mengecewakan," ucap Chasyn.
__ADS_1
"Enak ya sudah punya perusahaan sendiri, tidak memikirkan kekurangan uang," jawab Grizzly.
"Kalau begitu bagaimana jika kau bekerja di perusahaan ku saja," tawar Chasyn sambil tersenyum.
"Hm … mungkin jika kau tidak menjadi polisi aku akan tertarik bekerja di perusahaan mu, sayangnya aku sudah terikat dengan pekerjaanku ini, lagian Papa ku juga tidak akan mengizinkan ku karena Papaku seorang jendral bintang 3," jawab Grizzly.
"Baguslah, setidaknya para preman segan ingin melukai mu," ucap Chasyn.
"Ya mereka tentu saja kabur jika melihat ku karena takut di tangkap," ucap Grizzly tertawa.
Perjalan yang memakan beberapa menit, akhirnya merek pun sampai di perusahaan Chasyn.
"He-he-he, iya donk," jawab Chasyn memberhetikan mobilnya tepat di depan pintu utama.
Semua pegawai sangat terkejut karena mobil polisi datang, mereka berpikir jika tempat mereka bekerja terjadi masalah, takut-takut jika mereka akan kehilangan pekerjaan.
"He-he-he jika aku kekurangan uang bisa nih minjam sama kamu," ucap Grizzly menyengir.
"Bah, aku pikir mau bantu, rupanya mau bantu minjam, ya udah makasih udah nganterin pulang," ucap Chasyn membuka sabuk pengamannya.
__ADS_1
"Eh tunggu dulu," ucap Grizzly memberhentikan Chasyn.
"Apa lagi? Kamu nggak mungkin minta cium kan?" tebak Chasyn.
"Menjijikkan! Bayar ongkosnya, kan bahan bakar mobil nggak mintak di SPBU," ucap Grizzly menyengir.
"Kalo tau komandan memeras warga awam habis lah kau di pecat," ucap Chasyn membulat kan matanya.
"Beda, beda. Kamu orang kaya, kalo nggak di peras nanti uang mu sia-sia dan di makan tikus," ucap Grizzly.
"Bah!" Chasyn mendengus, ia mengeluarkan dompetnya lalu mengambil uangnya dan memberikan uang kepada Grizzly.
"Nah, gini donk, ini baru teman sejati, kamu lain kali kalau mau bantuan, aku pasti akan membantumu," ucap Grizzly menyengir.
"Ya udahlah, aku keluar dulu," ucap Chasyn membuka pintu pintu mobil dan keluar dari mobil.
"Bye bye Chasyn," ucap Grizzly menyengir sambil melambaikan tangan. Mobil itu pun pergi meninggalkan perusahaannya.
"Tuan," sapa Sekretaris Karisa yang sudah menunggunya di depan pintu.
__ADS_1