SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 35


__ADS_3

Kecepatan [8/1000]


Kelincahan [8/1000]


Kekuatan [8/1000]


Kecerdasan [8/1000]


Keberanian [8/1000]


Level [9]


Poin [58]


Hadiah [221.700.000]


Seseorang datang mendekat.


"Ini serius harga motornya segini?" tanya salah satu warga yang datang mendekat.


"Iya," angguk Chasyn.


"Ini nggak barang curian kan?" tanya pembeli itu.


"Ini suratnya," ucap Chasyn memperlihatkan surat motor tersebut.


"Benar ini ada suratnya, jika ini motor curian pasti tidak ada suratnya," ucap pembeli itu.


"Kenapa di jual?" tanya pembeli itu.


"Untuk mengobati orang yang sakit," jawab Chasyn.


"Oh begitu ya, ya udah deh aku beli kedua motornya," ucap pembeli itu mengeluarkan ponselnya.


"Kamu punya rekening?" tanya pria itu.

__ADS_1


"Punya," angguk Chasyn.


"Aku kirim saja ya," ucap pembeli itu.


"Iya," angguk Chasyn.


Pria itu pun mengirimnya.


Penerima berhasil ✔️


Ding Ding


Anda mendapat penambahan uang 5.000.000


"Jangan gabungkan uangku dengan uang yang masuk," ucap Chasyn.


[Baik Tuan]


"Aku bawa ya motornya," ucap pembeli itu bersama temannya.


"Uangnya sudah masuk, aku akan ke sana sebentar, kamu tunggu dalam mobil," ucap Chasyn pergi meninggalkan Iyan.


"Astaga! Dia benar-benar nekat, jika seperti itu siapa pun yang mengkhianatinya atau melukai sedikit saja bakal habis," ucap Iyan menggelengkan kepalanya.


Chasyn menghidupkan lampu senternya mendekati pria tersebut.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Chasyn mengambil uang yang di transfer itu tadi di systemnya.


Ia meletakkan 4 juta di tubuh pria itu memasukkan uang di saku baju mereka masing-masing satu juta karena mereka ada 4 orang, sedangkan yang satu jutanya ia akan meletakkan di panti asuhan.


Chasyn kembali ke mobilnya dan masuk ke dalam.

__ADS_1


Chasyn memutar mobilnya dan menuju ke suatu tempat.


"Kita mau ke mana?" tanya Iyan.


"Ke panti asuhan," ucap Chasyn.


"Kamu benar-benar Berani ya," ucap Iyan.


"Kalau tidak berani maka kita akan terus di tindas, aku ingin bukan ingin menyakiti mereka, hanya saja jika mereka melakukan hal yang jahat padaku aku harus membalasnya dengan kejam, tapi ini bukan termasuk kejam, aku masih berbaik hati membantu mereka menjual motornya untuk biasa pengobatan dari pada mereka terluka seperti itu tapi tiba-tiba ada orang lewat dan mencuri motor mereka itukan lebih parah lagi," ucap Chasyn.


"Tidak parah katamu, astaga! aku belum pernah mengalami hidup seperti ini ini benar-benar di luar dugaan ku," ucap Iyan.


"Lalu kenapa? Apa kamu takut dengan ku?" tanya Chasyn.


"Tidak, ini justru akan mewarnai masa remajaku," ucap Iyan.


"Tapi bukannya emak mu tidak boleh melakukan hal yang tidak wajar, nanti kamu di marah sama emak mu," ucap Chasyn.


"Ini masih termasuk wajar, mereka yang gangguin kita terlebih dahulu, yang emak ku tak boleh itu kalau kita yang menganggu orang terlebih dahulu," ucap Iyan.


"Baguslah jika begitu, kita bertindak lebih kejam dengan orang yang melukai kita jika tidak mereka akan semena-mena melukai kita untuk yang kedua kalinya," ucap Chasyn.


"Iya kamu benar," angguk Iyan.


Chasyn memberhentikan mobilnya di depan panti asuhan yang pintunya sudah tertutup, mungkin anak-anak sudah tertidur karena ini sudah menunjukkan jam 11:40 menit waktu Indonesia barat.


Chasyn menuju panti tersebut lalu mengeluarkan uangnya, ia melihat ke bawah pintu ternyata ada sedikit renggangan. Chasyn menyelipkan uang dari satu juta itu ke bawah pintu, ia juga mengeluarkan dompetnya juga menyelipkan beberapa lembar uang dari celah pintu.


Chasyn pun berlari kembali ke mobilnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2