
"Iya baguslah," ucap Chasyn membaringkan kembali kepalanya di atas meja.
"Sayang banget ya, kenapa Chasyn nggak datang ya?" tanya salah satu siswi yang berjalan masuk ke dalam kelas.
"Iya, aku ingin foto dengannya, ingin memperlihatkan dengan teman ku yang ada di sekolah lain," jawab siswi itu.
"Eh itu bukannya Chasyn?" tanya mereka melihat seorang pria duduk di tempat biasa ia duduk.
"Eh benar, itu Chasyn," jawab yang lain dan mereka segera mendekati Chasyn.
"Chasyn... aku mau foto dengan mu donk," ucap para siswi itu berkerumun mendekati Chasyn, namun Iyan datang pasang badan.
"Tunggu, tunggu, kalian jangan mentang-mentang dia teman sekolah seenaknya minta foto bareng, dia juga harus menjaga privasinya sendiri dan juga dia saat ini kelelahan karena pekerjaan-pekerjaannya, jadi jika kalian ini foto atau minta ttdnya tunggu dia punya waktu senggang, kalian harus menghormati waktunya," ucap Iyan.
"Benar, jika kalian ingin foto atau minta ttdnya kalian harus mendapat izin darinya, barang siapa ada yang mengambil foto secara diam-diam maka dia akan di kenakan sanksi," ucap Amara yang tiba-tiba muncul bersama Emile menjadi pahlawan.
"Siapa kalian, aku nggak ingat jika kalian dekat dengannya? Jangan halangi kami, kami ingin berfoto bersama Chasyn," ucap murid itu. Mendengar kabar jika Chasyn ada di kelasnya, murid-murid yang lain datang ke kelas Chasyn membuat kelas itu menjadi sesak.
__ADS_1
"Nggak bisa gini nih," ucap Chasyn. Ia membuka jendela kelasnya.
"Kalian tolong halangi mereka," ucap Chasyn yang melompat dari jendela kelas.
"Chasyn... Chasyn!" teriak para siswa itu.
"Haishh... ingin belajar dengan tenang saja nggak bisa," keluh Chasyn. Ia pun pergi lewat belakang.
"Astaga! Di sana ada siswa juga," ucap Chasyn, ia menundukkan kepala dan menutupi wajah dengan topi melewati para murid itu. Awalnya mereka tidak curiga siapa yang lewat dan asik dengan gedget mereka. Tiba-tiba saja ia di pergok sama siswi yang sedang nongkrong di sana.
"Astaga! Mati aku!" teriak Chasyn berusaha lari dari kejaran mereka. Eh namun dari tempat ia ingin keluar dari sana ada siswa lagi data g ke arahnya.
Akhirnya ia memutuskan untuk memanjat tembok.
"Chasyn... turun donk!" teriak para siswa itu. Iyan, Amara dan Emile datang. "Tunggu!" teriak Amara.
"Kalian boleh foto sama Chasyn, tapi harus mendapatkan nomor antrian dulu, jika kalian tidak tertib, maka kalian di black list untuk mendapatkan foto bersama Chasyn," ucap Amara.
__ADS_1
"Jadi bagaimana kami akan mendapatkan nomor antriannya?" tanya Murid itu tak sabaran.
"Begini, aku akan buatkan nomor antrian, untuk satu hari hanya boleh 50 orang foto bersama Chasyn dan sisanya hari berikutnya, jika kalian seperti ini maka Chasyn tidak perlu datang ke sekolah lagi," ancam Amara.
"Benar, nomor antrian akan kami berikan kepada masing-masing ketua kelas, jika kalian mengikuti peraturan makan akan menerima nomor antrian, jika tidak jangan harap mendapatkannya," sambung Iyan.
"Baiklah kami setuju," jawab mereka.
"Jika kalian setuju jadi kalian boleh kembali ke kelas masing-masing dan menunggu nomor antrian," ucap Iyan. Akhirnya mereka pun bubar jalan. Chasyn pun turun dari tembok.
"Huffttt... mereka sangat mengerikan," ucap Chasyn.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1