
Perlahan-lahan pesawat pun lepas landas ke atas dan menembus awan.
Chelsea memegang tangan Chasyn sambil tersenyum. Chasyn juga membalas senyuman Chelsea.
"Terima kasih banyak ya, kamu mempertaruhkan nyawamu demi menyelamatkan kami, kau sangat baik sekali," ucap Chelsea bersyukur.
"Jangan begitu donk, aku kan calon suamimu, apa pun pasti akan aku lakukan demi mu dan keluarga kita, tapi jam berapa kamu di culik?" tanya Chasyn penasaran.
"Pas siap-siap mau pergi, tiba-tiba saja ada yang datang dan langsung menyergap kami," jawab Chelsea.
"Lalu di mana pengawal papamu?" tanya Chasyn.
"Jangan katakan lagi, aku benci mereka semuanya, tidak kah kau lihat mereka semua ada bersama pria brengsek itu, ternyata mereka datang ke keluarga kami hanya ingin mengawasi kami, maka dari itu, lihatlah, sampai aku pergi waktu itu pun tidak ada yang mencari ku, lihat saja nanti, kakak laki-laki Papa ku itu akan ku beri pelajaran tanpa sepengetahuan Papa, dia sudah membuatku hampir mati," ucap Chelsea geram, ia tak bisa membalas rasa sakit hatinya karena bukan hanya dirinya yang hampir mati, dia juga menganggu keluarganya, untuk saja Chasyn datang, jika tidak habislah dirinya.
"Itu sih terserah padamu, mau melakukannya seperti apa, awas saja ketahuan Papa mu, dan kalau aku tebak, mungkin pria itu hanya di rawat di rumah, jika di sembuhkan takutnya dia membahayakan orang-orang," ucap Chasyn.
"Ya begitu juga bagus, dia harus merasakan penderitaan ku, lihat saja nanti," ucap Chelsea kesal.
__ADS_1
Beberapa jam di perjalanan, mereka pun sampai di bandara milik Tuan George.
"Telpon Tuan George, aku akan membayar berapa kerugian karena pecah jendela pesawatnya," ucap Chasyn.
Pilot itu pun langsung menelpon Tuan George.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Tuan, bisakah Anda datang ke bandara, karena orang yang menyewa pesawat Anda memecahkan kaca jendela pesawat Anda saat menyelamatkan orang, dia benar-benar luar biasa, dia bahkan bisa membuat pesawat Otomatis terbang dengan sendirinya tanpa ada pengemudinya, benar-benar keren Tuan, aku tidak pernah melihat jika ada pesawat di kemudi secara otomatis kecuali pesawat luar angkasa, Tuan harus datang pokoknya," ucap pilot itu.
"Baiklah aku akan ke sana sekarang," jawab Tuan George memutuskan panggilannya.
"CEO muda itu ya, sehebat apa dia rupanya, aku sangat penasaran ingin melihatnya langsung," ucap Tuan George berdiri dan ia mengambil jas hitamnya dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Ayo kita ke bandara," ucap Tuan George kepada sang supir.
"Baik Tuan," angguk supir itu dan perlahan-lahan mobil itu pun pergi meninggalkan tempat tinggal Tuan George.
"Kalian lapar? Aku belikan makanan ya," ucap Chasyn.
"Iya," angguk Chelsea.
"Pak pilot, di sini mana rumah makan?" tanya Chasyn.
"Ayo aku antar, aku juga sangat lapar," ucap pak pilot berjalan terlebih dahulu, mereka mengikuti pilot itu yang katanya tidak jauh dari bandara ada restoran cepat saji, itu di sediakan untuk orang yang habis mendarat.
Dengan susah payah, Papa Chelsea membawa kakaknya itu berjalan, karena kasihan, Chasyn mendekati Papa Chelsea.
"Sini Pa, biar aku yang bawa," ucap Chasyn.
"Ah iya," angguk Papa Chelsea. Chasyn mengangkat tubuh besar itu dan membopongnya.
__ADS_1
Setelah mereka sampai di restoran itu, Chasyn mendudukkan pria itu di kursi.