SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 41


__ADS_3

Grizzly menatap Chasyn manyun. "Terlihat sekali jika di pamer," ucap Grizzly dalam hati.


"Baiklah jika begitu, kenapa kamu sangat nekat untuk memberhentikannya?" tanya Grizzly.


"Jika aku tidak nekat memberhetikannya dia akan kabur dengan mobil itu keluar kota lalu menjualnya dan nama baik polisi akan di pertaruhkan, aku berniat baik membantu kalian meski nyawa ku pertaruhkan, karena kejahatan tak pernah tidur," ucap Chasyn.


Grizzly mengangguk-angguk sambil mengangkat alisnya. "Baiklah, karena kamu sudah membantu kepolisian jadi dari komandan kamu mendapatkan sertifikat sebagai penghargaan berkelakuan baik," ucap Grizzly.


Grizzly berdiri lalu berkata. "Ayo ikut aku keluar, di depan sana komandan sudah menunggu," ajak Grizzly. Chasyn pun berdiri dan mereka keluar bersama.


Benar saja di depan sudah ada komandan dan beberapa polisi yang menunggu.


"Ini orangnya Komandan," ucap Grizzly menunjuk ke arah Chasyn.


"Saudara Chasyn, terima kasih ya atas bantuan malam itu, kamu sangat pemberani dan itu patut di banggakan. Sebagai gantinya kami dari pihak kepolisian memberikan sebuah penghargaan berupa sertifikat berkelakuan baik, mohon di terima," ucap komandan tersebut menyerahkan Sertifikat yang sudah di beri bingkai.


"Terima kasih komandan, sebisa mungkin saya akan membantu lebih keras lagi," ucap Chasyn menerima penghargaan tersebut dan mereka pun berfoto.

__ADS_1


"Komandan kami permisi untuk pergi," ucap Chasyn berpamitan dan bersalaman.


"Baiklah, untuk saudara Chasyn juga harus hati-hati di jalan," pesan komandan.


"Baik komandan," angguk Chasyn dan ia pun masuk ke dalam mobilnya bersama Iyan.


"Sini ku lihat," ucap Iyan mengambil penghargaan itu dari tangan Chasyn dan Chasyn melajukan mobilnya meninggalkan kantor polisi tersebut.


"Hebat banget kamu Chasyn, dapat penghargaan dari kepolisian, ini sangat di banggakan, mana tau setelah berteman denganmu aku juga kecipratan hebat kayak kamu," ucap Iyan.


"Hm… aku gimana mau ngomong ke dia kalau aku dapat kekuatan dari system, jadi orang hebat kan nggak mudah, harus berlatih dalam waktu lama," ucap Chasyn dalam hati.


"Benarkah? Tapi saat kamu jatuh dari gedung lantai 4 itu kenapa tidak kamu tidak melawan mereka?" tanya Iyan.


"Aku tidak ingin menyakiti mereka dan saat itu pelatihan ku belum selesai, jadi aku tidak boleh menyakiti siapa pun," Jawab Chasyn dengan fokus dengan menyetirnya, ia tak berani menatap Iyan karena ia berbohong.


"Oh begitu ya, sama siapa kamu belajar?" tanya Iyan penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja dengan ayahku, ya udah kita ke mana dulu nih?" tanya Chasyn mengalihkan pembicaraan, jika Iyan terus bertanya ia takut tidak bisa menjawabnya.


"Hm… kita pergi ke wisata permainan, di sana katanya terkenal dengan rumah hantu paling seram seibu kota, aku sangat ingin merasakan sensasi ketakutannya," ucap Iyan bersemangat.


"Baiklah, jika kamu ketakutan jangan pegang-pegang denganku," ucap Chasyn.


"Ha-ha-ha, mereka kan sebenarnya manusia yang di dandan seram aja," ucap Iyan tertawa.


"Sepertinya kamu pemberani, bagus lah jika begitu," ucap Chasyn.


Mobil pun meluncur di jalanan menuju tempat wisata hiburan.


"Lambat, jika seperti ini kita akan lama sampainya, bagaimana jika kita melaju saja," ucap Chasyn tanpa persetujuan Iyan.


"Chasyyyyynnn!" teriak Iyan ketakutan.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih


__ADS_2