SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 50


__ADS_3

"Selamat pagi," jawab Chasyn dan Iyan bersamaan.


"Pesan apa nih kalian nih?" tanya Emeli.


"Nasgor, jangan bilang aku yang bayar lagi," ucap Iyan manyun.


"Ha-ha-ha berhubungan Chasyn ada di sini, Chasyn aku yang traktir Chasyn dan kamu bayar sendiri," ucap Amara tertawa.


"Kamu nggak perlu traktir aku, aku yang akan traktir kalian, berhubungan aku dapat rezeki nomplok," jawab Chasyn.


"Terima kasih Chasyn," ucap Amara dan Emeli bersamaan.


"Oh iya, sepulang sekolah kalian ada kegiatan?" tanya Emeli.


"Hm… ada," angguk Chasyn.


"Apa'an?" tanya Emeli penasaran.


"Hm… yang pastinya ini sangat berbahaya tidak boleh perempuan kayak kalian yang ikut, jika tidak kalian bisa pingsan dan itu pasti merepotkan," ucap Chasyn.


"Astaga mulutmu kadang bikin aku ingin mencubit ginjal mu, katakan ke mana?" tanya Emeli yang sudah terlanjur penasaran.


"Pokoknya perempuan tidak boleh ikut, ini demi kebaikan kalian," ucap Chasyn.


"Hm… Baiklah jika begitu," jawab Emeli mengangkat alisnya.


Amara mendekati Emeli dan berbisik, Emeli mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Jangan berpikir kalau untuk mengikuti kami dari belakang. Begini saja, besok hari Minggu, besok aku akan bawa kalian ke pantai, bagaimana?" saran Chasyn.


"Serius? Asyik… oke deh kami nggak akan ngikutin kalian, tapi kamu harus janji lho kalau besok ke pantai, mana nomor mu, kalau kamu lupa aku akan menteror mu sampai kamu mau," ucap Amara.


"Nih nomor ponselku," ucap Chasyn memperlihatkan nomor di layar ponselnya. Amara mencatatnya lalu menyimpannya.


Makanan pun datang dan mereka melahap makanannya.

__ADS_1


Bel pun berbunyi, untung saja mereka sudah selesai makan.


"Bel tanda berkumpul, ada apa ya?" tanya Amara.


"Mu bagi-bagi sembako Ha-ha-ha," Iyan tertawa terpingkal-pingkal. Sedangkan Chasyn, Emeli dan Amara menatap Iyan dengan pandangan sayup.


"Candaan yang garing," ucap Amara manyun.


"Bude, berapa semua makanan ini?" tanya Chasyn.


"Semuanya?" tanya Bude.


"Enggak! Dua piring ini aja," jawab Chasyn.


"Hey! Kamu bilang mau traktir kami, kamu malah membayar makanan kalian berdua saja," ujar Amara manyun.


"Aku bercanda, ya udah bude berapa semuanya?" tanya Chasyn serius.


"Hm… semuanya 60 ribu," jawab bude.


Chasyn mengeluarkan dompetnya lalu mengambil satu lembar uang dan menyerahkan kepada bude.


"Terima kasih Chasyn, setiap kamu datang bawa keberuntungan terus," ucap Bude.


Mereka pun langsung menuju aula.


Ding Ding


Hadiah Anda di potong 100.000


Sisa hadiah Anda [300.000.000]


Seluruh murid berkumpul di aula, di sana ada ribuan murid.


"Baiklah untuk seluruh siswa apa bisa diam?" tanya kepala sekolah yang berdiri di atas podium.

__ADS_1


Suruh murid pun diam dan semua mata melihat ke arah kepala sekolah.


"Untuk seluruh anak didik ku sekalian, saya ada hal penting yang ingin di sampaikan, bahwasanya setiap sekolah akan ada perwakilan bela diri di setiap sekolah, jadi sekolah akan memilih para murid untuk ikut kejuaraan seni bela diri untuk di ikutkan, jadi siapa yang mau mendaftar kalian bisa langsung daftar ke bapak Leon, setelah itu nanti kalian akan di pilih sebagai perwakilan sekolah kita," ucap kepala sekolah.


"Waw… kamu harus ikut nih Chasyn," ucap Iyan bersemangat.


"Begitulah?" tanya Chasyn.


"Harus donk! Kalau tidak sia-sia kamu kuat donk jika hanya di sembunyikan," ucap Iyan.


"Kamu ikut?" tanya Chasyn.


"Aku? Heh! Aku harus banyak belajar dari mu dulu baru berani turun ke pertandingan," ucap Iyan.


"Yang mau ikut silakan daftar, mungkin ada yang ingin di tanyakan?" tanya Kepala sekolah.


"Pak, pertandingan berlangsung di mana?" tanya salah satu murid.


"Kita selesai dulu mana yang layak untuk ikut pertandingan, nanti setiap sekolah akan akan berkumpul di GOR kota dan akan melakukan pertandingan di sana, sebagai pertandingan antar sekolah, jika menang lagi akan di bawa ke tingkat nasional, jika itu masih menang lagi akan di bawa ketingkat internasional, nanti akan ada pelatihan-pelatihan yang akan di latih orang yang sudah profesional," jawab kepala sekolah.


"Waw… luar negeri, aku mau mencobanya," ucap salah satu murid.


"Ayo Chasyn daftar," ajak Iyan menarik-narik tangan Chasyn.


"Sepetinya yang mau ikut itu kamu ya?" tanya Chasyn.


"Ayolah Chasyn, aku ini adalah teman yang baik, jadi aku tidak ingin bakat mu hanya untuk menghajar orang jahat juga, aku ingin kamu berkembang, setidaknya ada yang ku banggakan punya teman sepertimu," ucap Iyan.


"Hm… baiklah," angguk Chasyn. Mereka pun pergi ke meja pendaftaran.


"Ini siapa yang mau ikut?" tanya pak Leon.


"Ini orangnya pak, dia yang mau ikut," ucap Iyan mendorong punggung Chasyn untuk berdiri di depan meja pendaftaran.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2