SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 64


__ADS_3

Semua mata tertuju ke arah gadis itu, sangat cantik bak putri turn dari kayangan. Bahkan lebih cantik dari yang berulang tahun.


"Chelsea," lirih Chasyn.


"Kamu kenal sama dia?" tanya Dona.


"Tentu saja, rumahku dan rumahnya tidak jauh," jawab Chasyn.


"Apa! Kamu tinggal tidak jauh dari rumahnya?" tanya Dona penasaran.


"Iya," angguk Chasyn.


"Kamu bohong ya," tebak Dona.


"Nggak percaya ya sudah," jawab Chasyn.


"Aku tau rumah Chelsea di mana, nah rumah kamu di mananya?" tanya Dona.


"Beberapa kilo dari rumahnya, dari rumahnya ke rumahku tidak ada rumah lainnya, pokoknya sehabis rumah dia, nanti kalau ketemu rumah lagi itu adalah rumahku," jawab Chasyn.


"Oke! kapan-kapan aku akan kerumahmu bersama Grizzly dan yang lain ya," ucap Dona.


"Silakan, asalkan aku ada di rumah," jawab Chasyn.


"Bagaimana jika besok, besok kan hari Minggu," saran Dona.

__ADS_1


"Besok kayaknya nggak bisa, aku sudah ada janjian sama teman-teman buat jalan-jalan, mungkin hari Senin setelah sepulang sekolah atau malam hari," jawab Chasyn.


"Oke! Awas saja jika kamu tidak ada di rumah, dan jangan lupa sediakan makanan," ucap Dona menatap sayup ke arah Chasyn.


"Iya, aku sediakan buat kalian," ucap Chasyn mengangguk.


Chasyn melihat ke arah Chelsea yang memberikan selamat pada Dinda yang berulang tahun dan memberikan kado padanya.


Chasyn kembali melanjutkan makanannya, karena makanan lebih enak dan bikin kenyang di banding lihat wanita," ucap Chasyn.


"Apa kamu bilang! Jika begitu kamu jangan nikah selama-lamanya, kegantengan kamu itu bakal mubazir," ucap Dona.


"Ha-ha-ha, aku hanya bercanda saja kok, jangan sewot begitu donk, aku juga nggak mau ketampanan ku mubazir begitu saja, kalau dapat aku mau beberapa wanita untuk mereka nikmati ketampanan ku," jawab Chasyn tertawa.


"Dasar buaya," ucap Dona.


Chelsea datang mendekat sambil tersenyum ke arah Chasyn.


"Hay Chasyn," sapa Chelsea dengan senyum manisnya.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Dona menunjuk ke arah Chelsea kemudian menunjuk ke arah Chasyn.


"Iya, kan satu sekolah, tapi dia di bagian ruang khusus tentang pelajaran bisnis," jawab Chasyn.


"Ooo," Dona mengangguk-angguk.

__ADS_1


"Kamu datang dengan siapa?" tanya Chelsea.


"Denganku," jawab Grizzly yang jalan mendekati Chasyn.


"Ohh," jawab Chelsea mengangguk pelan.


"Iya, saat ini dia dalam pengawasan kami para kepolisian karena dia adalah saksi, jadi kami harus menjaganya," ujar Grizzly.


"Ayolah, aku bukan anak kecil yang perlu di jagain, lagian pelakunya sudah di tangkap, mana bisa dia melukaiku," ucap Chasyn.


"Bisa saja dia lepas dari penjara," ucap Grizzly melipat tangannya menatap ke arah Chasyn.


"Aku bisa menangkapnya sendiri berati dia lebih lemah dariku, jika dia bisa lepas dari penjara berarti kalian yang harus menambah penjagaan lagi," ucap Chasyn.


"Maksud kamu penjagaan kami tidak memadai?" tanya Grizzly menatap tajam Chasyn setajam silet.


"Yah… kamu bilang bagaimana jika dia bisa lepas dari penjara, ya berarti kalian harus menjaganya dengan ketat siapa dia nggak lari dari penjara," ucap Chasyn.


Chelsea tersenyum.


"Huh! Berdebat dengan mu sungguh menyebalkan!" ucap Grizzly kesal.


Chasyn mengangkat alisnya. "Terserah, nanti pulang sendiri ya," ucap Chasyn.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2