SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 214


__ADS_3

Malam pun tiba, Saatnya Chasyn bersiap-siap.


"Malam ini aku pergi makan malam," ucap Chasyn yang sudah bersiap-siap.


"Terus aku makan malam dengan siapa Bos?" tanya Iyan.


"Telpon sana Ananda, dan makan malam bersama Karisa dan Kino," ucap Chasyn mengambil paper bag di atas meja dan mengangkatnya masuk ke dalam mobil.


Ia pun melajukan mobilnya menuju rumah Chelsea.


Tak lama kemudian, Chasyn pun sampai di rumah Chelsea.


Tin! tin!


Chasyn klakson mobilnya. Chelsea pun keluar dari rumah sambil tersenyum berdiri di depan teras.


Ia membawa keluar paper bag-nya dan memberikan kepada Chelsea.


"Ini hadiah untukmu dan cobalah baju yang aku beli, aku harap kau menyukainya," ucap Chasyn.


"Terima kasih Chasyn, ayo masuk dulu aku akan panggilkan Papa," ucap Chelsea.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Chasyn mengikuti Chelsea masuk ke dalam rumahnya.


"Ayo duduk," ucap Chelsea.


Chasyn mengangguk dan ia pun duduk di sofa. Chelsea masuk ke ruang keluarga dan memanggil Papanya.


"Pa, di ruang tamu ada Chasyn," ucap Chelsea yang menghampiri Papanya yang sedang santai bersama mamanya.


"Oh bocah nakal itu," ucap Papanya mengangkat kedua alisnya.


"Pa jangan ngomong seperti itu dong, aku kan jadi malu, setidaknya dia sudah berbaik hati mau kerja sama dengan perusahaan kita," ucap Chelsea dengan wajah manyun.


"Bener apa kata Chelsea, Papa nggak boleh kayak gitu, seharusnya Papa bangga punya menantu seperti dia, nggak ada di dunia ini pria sesempurna dia," ucap Mama Chelsea.


"Gitu donk, sama calon menantu jangan berlebihan seperti itu, Mama nggak Suka tau," ucap Mama Chelsea yang nyelonong menuju dapur.


Papa Chelsea pun menuju ruang tamu. Sedangkan Chelsea masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


"Chasyn," ucap Papa Chelsea duduk di sofa di depan Chasyn. Chasyn menatap pria paruh baya itu duduk di hadapannya.


"Itu… terima kasih atas kerja samanya, semoga kedepannya kerja sama ini akan berjalan dengan mulus," ucap Papa Chelsea.

__ADS_1


"Hm… ah! Itu bukan apa-apa Om, tapi tentu saja aku bisa memutuskan kapan kontrak itu berakhir," ucap Chasyn.


"Kamu masih saja kasar begitu, kenapa kamu perhitungan sekali denganku?" tanya Papa Chelsea mengalah.


"Kontrak itu akan terus berjalan dan bahkan aku bisa memberikan satu perusahaan lagi untuk Om, pastinya itu ada syaratnya," ucap Chasyn.


"Apa Syaratnya?" tanya Papa Chelsea penasaran.


"He-he-he, berikan Chelsea padaku, aku akan memberikan satu perusahaan untuk Om," tawar Chasyn.


"Chelsea adalah harta berharga ku, bagaimana aku bisa memberikan kepadamu begitu saja," ucap Papa Chelsea membuat siasat.


"Om, sedangkan Om mau menjodohkan Chelsea dengan anak teman om, apa yang om dapatkan? Hanya kerja sama saja? Aku bahkan bisa memberi Om lebih dari itu, aku punya segalanya, harta? Kekuasaan tak lama lagi ada di tanganku, apa om tidak ingin semuanya?" tanya Chasyn.


"Justru itu aku takut, kau yang berkuasa malah akan menyakiti anakku," ucap Papa Chelsea.


"Aku mencintai dia, suatu saat nanti, jika aku sudah selesai, aku ingin hidup bahagia saja dengan Chelsea, aku tidak akan menyakitinya dan akan terus melindunginya," ucap Chasyn serius.


"Kau ingat kata-kata mu dan aku akan tuntut janjimu sampai aku mati," ucap Papa Chelsea serius.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan


Terima kasih


__ADS_2