SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 81


__ADS_3

"Kamu yang bawa mobil, kita singgah di restoran nanti," ucap Chasyn.


"Oke! karena kamu Ceo sekarang biarkan aku jadi asisten mu," ucap Iyan menginjak pedal gas mobilnya.


"Memangnya kamu mau?" tanya Chasyn.


"Mau donk, menjadi asisten di usia semuda ini itu adalah suatu kesuksesan yang sulit di cari, banyak mereka yang di luar sana ingin menjadi asisten malah nggak di terima," jawab Iyan.


"Ya terserah, tapi gaji mu tidak menentu ya," ucap Chasyn.


"Eh dapat gaji juga?" tanya Iyan dengan mata berbinar.


"Kamu nggak mau?" Chasyn balik bertanya.


"Bukan maksudku… aku pikir cuma dapat status aja aku senang banget, di tambah dapat gaji senang ku 100x lipat donk pastinya," ucap Iyan tersenyum lebar.


"Tapi kerjanya yang benar dan tidak pemalas," ucap Chasyn.


"Oke aman itu Tuan Ceo," ucap Iyan menyengir.


Mobil pun melaju kencang di jalanan, jam sudah menunjukkan pukul 17:20 menit.


Chasyn mengirim pesan kepada sekretarisnya.


"Kamu nanti malam jam 19:30 datang ke rumahku, alamat rumahku di jalan merdeka, nomor 30."


"Apa ada yang ingin Tuan bahas?"


"Hm… Tidak, hanya saja nanti malam teman-teman ku datang, tidak salahkan jika kamu ikut bergabung juga bersama mereka dan menjadi teman."


"Baik Tuan, saya akan datang tepat waktu."


"Tidak perlu tepat waktu, ini bukan acar formal, kapan kamu siap saja."


"Baik Tuan."


Chasyn pun menyimpan ponselnya.


"Aku pindah ke belakang ya," ucap Chasyn.


"Eh… kenapa?" tanya Iyan.

__ADS_1


"Biasanyakan begitu, bos harus duduk di belakang," ucap Chasyn menyengir dan berpindah ke belakang.


"Benar juga katamu, fix aku resmi menjadi asisten mu," ucap Iyan.


"Ya udah kamu fokus setir saja, ada yang ingin ku kerjakan," ucap Chasyn.


"Oke Bos," ucap Iyan mengacungkan jempolnya dan kemudian fokus dengan setirnya.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik.


Chasyn melihat layar lebar ya dan mengisi data Iyan untuk membuat SIM-nya.


Memproses…


[Pembuatan SIM akan di mulai]


Mulai…


10%…


20%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


Memproses…

__ADS_1


Loading…


Memasukkan data…


Memasukkan data ke dalam data negara…


Memproses…


Selesai.


[SIM sudah siap di gunakan]


Chasyn mengambil SIM milik Iyan dari layar monitornya dan menyimpannya.


Iyan memberhentikan mobilnya di restoran yang cukup ternama di kota itu.


"Apa kita makan di sini Tuan?" tanya Iyan.


"Becanda aja kamu, ya udah ayo," ucap Chasyn ingin membuka pintu.


"Ep tunggu dulu, biar aku yang membukanya, secara kamu pakai jas jadi terlihat seperti beneran bos besar," ucap Iyan. Chasyn melihat ke tubuhnya jika ia melupakan jas di tubuhnya.


"Ini tidak buruk juga," ucap Chasyn tersenyum. Iyan membukakan pintu untuknya.


"Sialan Tuan," ucap Iyan mempersilakan.


"Ini menggelikan tau," ucap Chasyn tersenyum.


"Sebagai asisten Anda saya harus bekerja dengan keras dan akan selalu setia dengan Anda," ucap Iyan meletakkan tangannya di dada. Chasyn menyengir.


"Ya sudahlah," ucap Chasyn keluar dari mobilnya dan mereka pun bersama-sama menuju restoran tersebut.


"Selamat datang Tuan, silakan duduk," ucap pegawai itu saat melihat Chasyn masuk ke dalam restorannya.


"Terima kasih," ucap Chasyn dan mereka pun duduk di kursi nomor 4.


"Silakan Tuan, Anda mau pesan apa," ujar pegawai itu menyerahkan buku menu kepada Chasyn dan Iyan.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2