SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 209


__ADS_3

"Tunggu dulu! Berikan bukti jika kau adalah beneran pemilik perusahaan ini," ucap pria itu.


"Bukti? Kau bisa melihat profilku di internet," ucap Chasyn.


Mereka pun mengambil ponselnya dan mengeceknya.


"Jangan mengeceknya di sini, tapi cek di luar sana," ucap Chasyn.


Mereka mengambil pakaiannya, namun Iyan datang dan menarik tangan mereka keluar.


"Biarkan kami memakai pakaian dulu," ucap pria itu.


"Kalian tidak di perbolehkan memakai pakaian di sini, silakan pakai di luar sana," ucap Chasyn.


"Kamu bawa dia keluar," perintah Chasyn kepada petugas keamanan itu.


Petugas itu masih binggung, apa ia harus mengikuti perkataan Chasyn atau bos perusahaan itu.


"Kalau kamu tidak mau membawanya, aku akan membawanya. Iyan, seret wanita itu keluar," ucap Chasyn. Sedangkan Chasyn menarik pria itu dan mereka meronta-ronta melepaskan diri.


"Lepaskan aku! Biarkan kau memakai baju ku dulu," ucap wanita itu.


"Dia ngomong apa sih?" tanya Iyan yang tak terlalu mengerti bahasa Inggris.


Mereka berdua pun di lempar keluar perusahaan. "Dan kamu! Kamu jangan datang lagi ke sini," ucap Chasyn kepada Petugas keamanan itu.

__ADS_1


"Tapi pak, saya terikat kontrak dengan perusahaan ini," ucap petugas itu.


"Kamu terikat kontrak bukan dengan ku, tapi dengan bos mu itu, jadi minta saja uang pinalti dengannya," ucap Chasyn tak peduli dan ia pun pergi meninggalkan mereka.


Karena malu, mereka berlari ke arah mobilnya.


"Itu bukannya sekretaris, tidak menyangka Sekretaris bermain bersama CEO padahal CEO sudah punya istri dan 2 orang anak, pantas saja aku sering melihat mereka berdua dengan alasan masalah pekerjaan," ucap salah satu pegawai.


"Iya, dan malah kepergok sama CEO baru," ucap mereka tertawa.


"Panggilkan semua pegawai perusahaan ini dan kumpul di sini," perintah Chasyn kepada salah satu pegawai yang duduk di kursi.


"Baik Tuan," angguknya dan ia pun pergi ke tempat meja yang ada mikrofonnya.


"Di beri tahu kepada semua staf agar segera berkumpul, sekali lagi para staf, harap berkumpul." terdengar dari pengeras suara.


Chasyn berdiri di depan mikrofon itu.


"Selamat siang semuanya," sapa Chasyn.


"Siang," jawab mereka memang sekarang jam menunjukkan pukul 11:02 menit.


"Untuk semua para pegawai yang ada di sini, mulai sekarang aku adalah pemilik perusahaan ini, mohon untuk kerja samanya," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk mereka.

__ADS_1


"Berhubungan di perusahaan ini tidak ada Sekretaris jadi aku akan menunjuk salah satu dari kalian saja," ucap Chasyn.


Mereka terbelalak dan sangat berharap salah satu dari mereka yang di pilih.


"Hm… kamu ambilkan laptopnya," pinta Chasyn.


Salah satu pegawai itu mengambil laptop lalu meletakkan di depan Chasyn.


Ia melihat resume data para pegawai di perusahaannya yang benar-benar berkuliah di manejemen bisnis.


"Hm… sepertinya dia sangat cocok," ucap Chasyn mengangguk-angguk.


"Di sini saya sudah mendapati satu orang dan satunya lagi adalah asistennya. Saya pilih Donal sebagai sekretarisnya dan asistennya Yessin," ucap Chasyn dan mereka berdua sorak senang.


"Terima kasih Tuan," ucap mereka menundukkan kepala beberapa kali.


Semua para karyawan itu memeluk Dona dengan suka cita sambil tertawa bahagia.


"Selamat, tidak menyangka kamu naik jabatan terlebih dahulu," ucap temannya.


Namun atas keputusan Chasyn ada yang suka dan tidak suka melihatnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2