
"Lepaskan," ucap Chasyn.
"Jika aku tidak mau kenapa?" tanya pria itu menyeringai.
"Lepaskan!" hardik Chasyn.
"Kau mintak di hajar! Beraninya kau menghardik ku!" teriak pria itu tak terima. Ia mengepalkan tangannya lalu melayangkan ke arah Chasyn.
[Gunakan kekuatan]
[Kekuatan di gunakan 1]
[Kekuatan 8/1000]
[Kekuatan siap di gunakan]
Chasyn langsung menangkap tangan tangan pria itu lalu memelintirnya.
"Aaaaaaaa… sakit, sakit, sakit!" teriak Pria itu mengerang kesakitan.
"Kalian apakan Iyan sampai kalian mengelilinginya?" tanya Chasyn.
"Kami tidak melakukan apa pun," jawab yang lain mengangkat alisnya sambil mencibir.
"Chasyn, kamu jangan terlibat permasalahan ini, kamu pergilah, ucap Iyan kesakitan.
Chasyn melepaskan pegangannya dari tangan pria itu dan kembali berjongkok.
"Kau kenapa? Yang mana sakit?" tanya Chasyn khawatir.
"Aku tidak apa-apa Chasyn kau pergilah," ucap Iyan meringis kesakitan.
"Katakan! Di mana sakitnya!" bentak Chasyn sangat marah. Iyan seketika terdiam karena ia tak pernah melihat Chasyn sangat marah seperti ini.
"Lenganku," jawab Iyan.
__ADS_1
"Mereka yang melakukannya?" tanya Chasyn.
"Iya," angguk Iyan.
Chasyn berdiri dan menatap tajam ke arah mereka. Dengan geramnya Chasyn meninju wajah mereka.
Buuk!
"Aduh! Sialan!" teriak pria yang di tinju Chasyn.
"Kau sangat sudah menyakitinya, gantian aku yang menghajar kalian sebagai balas dendam," ucap Chasyn.
"Cepat pukul dia!" perintah pria itu. Teman-temannya mendekati Chasyn dan mengayunkan tangannya bersama-sama menyerang Chasyn ada juga yang menendangnya.
Chasyn menangkis segala serangan dari mereka, Saat kesempatan ada, Langsung menyerang mereka, memukulnya dan menginjaknya.
Chasyn menangkap tangannya lalu membantingnya, sedangkan yang lain, ia meninju lalu membantingnya.
Mereka semua meringis kesakitan, tak ada satu pun sanggup bangun.
"Kamu jika masih sakit aku antar pulang saja," ucap Chasyn.
"Tidak apa-apa, ini cuma sakit sedikit saja, tapi mereka yang lebih parah, ya sudah kita berangkat ke sekolah saja," ujar Iyan.
"Beneran kamu tidak apa-apa nih?" tanya Chasyn memastikan.
"Iya, aku nggak apa-apa," jawab Iyan menyakinkan.
"Ya udah kalo gitu, ayo masuk ke dalam mobil," ajak Chasyn.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju kencang di jalanan.
Kecepatan [9/1000]
Kelincahan [9/1000]
__ADS_1
Kekuatan [8/1000]
Kecerdasan [9/1000]
Keberanian [9/1000]
Level [10]
"Sebenarnya nanti aku ingin bawa kamu ke suatu tempat untuk menangkap pembunuh seseorang, tapi sayangnya kamu sakit," ucap Chasyn.
"Eh, aku tidak apa-apa, ayo kita pergi," ujar Iyan bersemangat.
"Tapi kamu sakit begini bagaimana mau pergi," jawab Chasyn.
"Ah, ini tidak sakit, cuma di pukul begini tidak akan membuatku mati, mari kita pergi," ujar Iyan.
"Baiklah, tapi setelah pulang sekolah kamu ke rumah sakit dulu untuk periksa, apa lenganmu baik-baik saja atau tidaknya," ucap Chasyn.
"Oke tidak masalah," ucap Iyan.
Mobil pun terus melaju di jalanan, tak lama kemudian, mereka pun sampai ke sekolah.
"Ini hari Sabtu, kita akan pulang cepat," ucap Chasyn keluar dari mobilnya.
Mereka langsung menuju kantin untuk sarapan.
"Bude, nasi goreng 2 sama minuman susu hangat 2 gelas," pesan Chasyn.
"Oke," jawab pemilik warung mengacungkan jempol.
"Hey, selamat pagi," sapa Amara yang langsung duduk di kursi di depan Chasyn dan Iyan.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih