
"Aku mau steak daging sapi yang premium dan jus jeruk peras," ucap Chasyn.
"Aku juga sama," jawab Iyan.
"Baik Tuan harap tunggu sebentar ya," ucap Pegawai itu mengambil kembali buku menu lalu pergi meninggalkan meja mereka.
"Ini kartumu," ucap Chasyn menyerahkan SIM kepada Iyan.
"Eh sudah Ada? Kapan buatnya?" tanya Iyan menerima SIM yang sudah ada namanya.
"Aku minta tolong sama seseorang untuk membuatnya, jadi kamu bisa nyetir dengan aman," ucap Chasyn.
"Wah… terima kasih," ucap Iyan senang dan membolak balikkan kartunya.
"Nanti malam main ke rumahku nggak?" tanya Chasyn.
"Oke deh, tapi setelah mengantar kamu pulang aku pulang dulu sebentar mengantarkan makanan untuk emak dan abah ku dulu," jawab Iyan.
"Ya udah, sekalian bungkusin untuk emak abah mu juga makanan di sini," ucap Chasyn.
"Ya udah, bos yang bayar ya," ucap Iyan menyengir.
"Iya," jawab Chasyn.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian makanan mereka pun sampai.
"Silakan Tuan di nikmati," ucap pegawai itu tersenyum ramah dan meletakkan makanannya di atas meja.
"Terima kasih, oh ya tolong di takeaway 2 porsi ya," ucap Chasyn.
"Baik Tuan, akan segara kami buatkan," jawab pegawai itu mengangguk dan Kembali ke dapur.
Chasyn dan Iyan langsung mengeksekusi makanannya.
"Eh… kenapa aku seperti mengenal orang itu?" tanya salah pengunjung di sana melihat ke arah Chasyn yang sedang menyantap makanannya.
"Benar, aku juga merasa begitu," ucap seorang bapak-bapak itu menyipitkan matanya.
"Ah kamu benar! Anak muda yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas itu apa yang bisa ia lakukan?" tanya seorang itu memandang Chasyn remeh.
"Kita tidak tau siapa yang bekerja untuknya sehingga ia bisa duduk di kursi CEO semuda itu, apa orang tuanya yang kaya atau mungkin ada orang lain yang mengerjakannya untuknya," tebak yang lain.
"Ha-ha-ha aku punya anak perempuan seusianya, mungkin bisa mendekatinya dan mencari tahu di balik kebenaranya," ucap seorang pria berperut buncit sambil tersenyum.
"Pertama-tama kita harus dekati dia dulu," ucap salah satu pria membuat siasat.
"Apa kau ingin mengincarnya?" tanya temannya.
__ADS_1
"Tidak, aku mengincar orang di balik dia yang membuat ia bisa duduk di kursi CEO itu, aku yakin orang di backingnya pastilah orang yang kuat, jika kita bisa menarik dia maka perusahaan kita akan berkembang pesat," jawab pria yang berjas hitam dengan tubuh besar itu tersenyum.
"Bagaimana jika kita duduk bersama mereka," ujar pria itu.
"Hm… boleh juga , ayo." Mereka pun pergi menuju arah meja Chasyn.
[Tuan, seseorang mengincar orang di bekang Tuan]
"Siapa? Kamu?" tebak Chasyn.
[Mereka berpikir jika Tuan mempunyai backingan dan ingin menarik orang itu]
"Heh! Backing? Backing itu hanya ada dalam hayalan mereka saja," ucap Chasyn yang tidak terlalu mempedulikannya.
"Hay anak muda, apa boleh kami duduk di sini?" tanya seorang pria paruh baya yang memakai jas hitam mahal.
Chasyn mendongakkan kepala melihat para pria yang berdiri di sampingnya.
"Kursinya tidak cukup jika untuk beramai-ramai," ucap Chasyn.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih