SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 118


__ADS_3

Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Iyan lagi.


"Kamu tolong minta nomor Chelsea, ada yang ingin ku bicarakan padanya," ucap Chasyn.


"Baik, apa ada lagi?" tanya Iyan.


"Tidak, matikan saja panggilannya," ucap Chasyn.


Panggilan di putuskan. "Chelsea, Chasyn minta nomor ponselmu, dia ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Iyan.


"Oh iya, catat nomornya," ucap Chelsea mengangguk.


Iyan mencatat nomor milik Chelsea lalu menyimpan di gawainya.


"Ayo aku antar kamu pulang, Chasyn juga sudah menyelesaikan mereka semua," ajak Iyan.


"Iya," angguk Chelsea.


Iyan dan Chelsea masuk ke dalam mobil dan menuju rumah Chelsea.


"Terima kasih Iyan, tolong sampaikan terima kasihku kepada Chasyn juga, dia bahkan banyak membantu ku setiap dalam bahaya di datang menolongku, katakan dia mau apa pasti akan aku beri," ucap Chelsea tulus.

__ADS_1


"Hm… jika di menginginkan mu bagaimana?" tanya Iyan bercanda.


"A-ku... aku terima," jawab Chelsea menundukkan kepalanya, dari samping terlihat sudut bibir yang mengembang.


"Ha-ha-ha, aku hanya bercanda, Chasyn pasti tidak menerima pemberian apa pun, tidak tau jika dirimu," ucap Iyan.


"Begitulah?" tanya Chelsea melihat ke arah Iyan.


"He'em," Jawab Iyan mengangkat bahunya.


"Ya sudah, aku masuk Dulu," ucap Chelsea keluar dari mobil.


"Chelsea!" teriak papanya. Chelsea sangat terkejut dengan teriakan itu.


"Papa!" lirih Chelsea.


"Lagi-lagi kamu bermain dengan pria lagi, apa kamu tidak bisa di bilangi?" tanya papanya dengan mata membulat.


"Kamu ya, sekarang sudah pandai melawan," ucap Papanya geram.


"Iyan pergilah, Chasyn pasti sudah menunggumu," ucap Chelsea.


"Iya, aku pergi dulu," ucap Iyan mengangguk dan ia pun langsung melajukan mobilnya. Saat mobil melaju suara mereka masih terdengar bertengkar antara ayah dan anak itu.


Iyan menambah kecepatan laju mobilnya agar tidak Chasyn tidak lama menunggu.


Tak lama kemudian, Mobil pun sampai di tempat kejadian tadi, terlihat Chasyn sedang memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Ayo bos masuk," ajak Iyan. Chasyn pun masuk ke dalam mobil.


"Ini nomor Chelsea," ucap Iyan menyerahkan ponselnya kepada Chasyn.


Chasyn menyalin nomor Chelsea dan meng-chatnya.


Tririt


Tririt


Tririt


Suara pesan masuk ponsel milik Chelsea berbunyi, Saat sedang bertengkar dengan ayahnya Chelsea tersadarkan bunyi ponselnya dan segera membuka pesannya.


"Chelsea, apa kamu baik-baik saja? Kamu tidak perlu khawatir, orang-orang itu juga sudah aku Brantas dan kamu juga tidak perlu mencuri data Papamu untuk menyelamatkan teman-teman mu, mereka berdua sudah aku selamatkan."


Saat sedang membaca, Papa Chelsea langsung merampas ponsel milik anaknya dan membaca pesan itu.


"Ini apa maksudnya? Kau ingin mencuri data Papa untuk menyelamatkan teman-teman mu," ucap Papanya.


"Aku tidak tau siapa yang Papa singgung sampai di menculik teman-teman ku dan menyuruhku untuk mencuri data Papa di ganti dengan nyawa Lila dan Meli, bahkan tadi aku sempat di lecehkan oleh mereka untung saja Chasyn menyelamatkan ku tepat waktu, bahkan orang lain lebih peduli dengan nyawaku dari pada Ayahnya sendiri!" teriak Chelsea berderai dengan air mata.


Papa Chelsea terdiam sesaat. "Baiklah, Papa akan menyelidikinya," ucap papa Chelsea.


"Tidak perlu, sudah ada yang melakukan untuk Papa, dia adalah Chasyn yang papa rendahkan malam itu, padahal malam itu dia sudah menyelamatkan nyawaku dari penculikan malam itu. Papa harus berterima kasih padanya secara pribadi," ucap Chelsea.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2