SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 37


__ADS_3

"Apa kau tidak tidur?" tanya Chasyn yang tiba-tiba bangun.


"Aku akan duduk di sini melihat lemari mu sepanjang malam sampai aku benar-benar ngantuk," ucap Iyan.


"Terserah kamu saja," ucap Chasyn kembali tidur.


xxx


Ke esokkan paginya Chasyn bangun dan melihat Iyan yang tidur sambil duduk.


"Dia ini benar-benar sangat terobsesi dengan barang-barang ini," ucap Chasyn.


"Iyan, pindah ke atas," ucap Chasyn.


Namun tak ada sahutan. Chasyn pun mengangkat Iyan ke atas tempat tidur, Ia pun segera mandi lalu berganti baju kaos tanpa lengan dan cela training pendek dengan handuk kecil di pundaknya, sangat jelas jika ia ingin maraton di pagi hari.


"Mungkin dia akan bangun lama karena semalam tidak tidur," ucap Chasyn meninggalkan Iyan.


Chasyn pun maraton di pinggir jalan. Terlihat Chelsea yang berada di pinggir jalan bersama pengawalnya, terlihat juga ia sedang meraton.


"Astaga! Sungguh merepotkan menjadi orang kaya sepertinya, maraton saja harus di temani," ucap Chasyn.

__ADS_1


Chasyn berlari santai di belakang Chelsea tanpa di sadari oleh mereka.


Saat Chelsea berjalan Chasyn melewati Chelsea.


"Hey kamu! Tunggu!" panggil Chelsea tiba-tiba.


Chasyn berhenti lalu membalikkan badannya. "Kau memanggilku?" tanya Chasyn meskipun ia tahu.


"Iya," angguk Chelsea.


"Biarkan aku bersamanya, kalian berjaga di belakang ku saja," perintah Chelsea.


"Tapi Nona, Anda tidak boleh mendekati orang asing, apa lagi dia itu laki-laki," ucap pengawal itu khawatir.


"Baik Nona," angguk 2 orang pengawal itu menurut. Jika di ganti dengan pengawal perempuan berati mereka harus kehilangan pekerjaannya.


Chelsea dan Chasyn jalan beriringan. "Kamu siapa namamu?" tanya Chelsea.


"Bukankah kita satu sekolah? Kenapa kamu tidak mengenal namaku?" Chasyn balik bertanya.


"Aku hanya kenal wajahmu, bukan namamu," jawab Chelsea.

__ADS_1


"Baiklah, namaku Chasyn, dan namamu Chelsea kan," ucap Chasyn mengulurkan tangannya.


Chelsea melihat tangan Chasyn lalu menjabatnya. "Salam kenal," ucapnya.


"Aku sering melihatmu, bukankah kamu orangnya pendiam jika di sekolah, mungkin kamu orang yang terlupakan karena kamu tidak terlalu menonjol tapi aku mengingatmu," ucap Chelsea.


"Oh ya, kau memperhatikanku?" tanya Chasyn.


"Tidak juga, aku hanya suka melihat orang yang suka menyendiri karena aku merasa hidupku juga begitu, aku tidak boleh berteman dengan siapa pun seperti kalian alasan takut jika aku akan di culik dan kau lihat merak di belakangku, mereka bukan pengawal ku, mereka lebih mirip pengasuhku," ucap Chelsea tertawa. Chasyn juga ikut tersenyum.


"Apa kamu tak punya teman perempuan?" tanya Chasyn.


"Punya dan mereka sekarang sedang di rumahnya dan aku hanya boleh berteman dengan mereka saja," jawab Chelsea.


"Lalu kenapa kamu bilang jika dirimu hanya sendiri?" tanya Chasyn.


"Mereka tentu saja punya kesibukan sendiri, mereka bebas berteman dengan siapa pun, kadang mereka ingin mengajak ku pergi bersama teman meraka yang lain tapi sayangnya aku tidak di izinkan dan akhirnya mereka sekarang tidak terlalu dekat denganku dan mereka mungkin saja dengan teman-temannya yang lain, sedangkan aku hanya boleh berteman dengan anak teman-teman papaku," jawab Chelsea. Ia seperti memendamkan keluhnya dan butuh teman untuk mendengar curhatnya.


"Mau bagaimanapun kamu tetap harus mengikuti peraturan keluarga mu, itu demi kamu yang sebagai pewaris papamu," ucap Chasyn.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih


__ADS_2