SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 96


__ADS_3

"Kalau begitu aku permisi dulu, lain kali aku ke sini main-main lagi," ucap Grizzly.


"Hm… baiklah," angguk Chasyn.


"Aku juga pulang," ucap Dinda.


"Iya aku juga, kapan-kapan aku ke sini lagi ya jika tidak sibuk, dan aku harap tidak ada kejadian seperti ini lagi ya," ucap Dona.


"Iya, lain kali aku Pastikan jika tidak akan terjadi seperti ini lagi," ucap Chasyn.


"Baiklah, kami pulang dulu tamvan," ucap Dona melambaikan tangan sambil tersenyum genit. Tinggallah Chasyn, Iyan dan Karisa.


"Tuan, apa ada yang perlu di bahas lagi Masalah perusahaan?" tanya Karisa.


"Oh iya, kamu benar. Jadi bagaimana para karyawan setelah mendapat fitur baru?" tanya Chasyn.


"Mereka amat senang, lagian pula komputer mereka akan terkunci otomatis dan juga untuk membuka bagi pengguna sangat gampang dan juga tidak akan bisa di buka oleh orang lain, untuk sejauh ini semuanya aman-aman saja," jawab Karisa.


"Iya, karena ada kamu sebagai sekretarisnya, perusahaan ku sangat beruntung punya karyawan sepertimu, kau sangat tegas dan juga kau baru mengenalku kau tau apa yang harus di lakukan dan tidak di lakukan," puji Chasyn.


"Terima kasih Tuan," angguk Karisa.


"Berhubungan aku sangat jarang ke perusahaan, kamu yang handle perusahaan, tapi kalau ada apa-apa beri tahu padaku jika ada kesulitan," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Karisa.


"Ya udah, Iyan kamu pulang atau tidur di rumahku?" tanya Chasyn.

__ADS_1


"Hm… aku di sini saja deh, besok pagi baru pulang," jawab Iyan.


"Ya udah, kalau gitu aku antar Karisa pulang," ucap Chasyn.


"Eh biar aku saja," ucap Iyan langsung berdiri.


"Udah, kamu jaga rumah," ucap Chasyn.


"Oke baiklah," jawab Iyan langsung duduk kembali.


"Ayo Karisa," ajak Chasyn.


"Baik Tuan." Karisa pun mengikuti Chasyn dari belakang.


Mereka berdua masuk mobil, Chasyn ingat sesuatu dan menongolkan kepalanya dari jendela mobilnya.


"Iyan, tolong suruh para robot itu membersihkan halaman rumah!" teriak Chasyn.


"Bagus," ucap Chasyn mengacungkan jempolnya dan kemudian menginjak pedal gas mobilnya.


Mobil pun melaju kencang di jalanan, berhubungan ini sudah mendekati tengah malam, jalan sedikit sepi dari pada siang hari yang super padat itu.


"Di mana rumahmu?" tanya Chasyn.


"Di jalan Maha karya," jawab Karisa. Chasyn mengangguk mengerti.


[Klik di sini untuk membuka]

__ADS_1


Klik.


Chasyn melihat alamat yang sebutkan oleh Karisa yang berada di titik merah.


"Rumahmu cukup jauh dari perusahaan, tapi kamu tidak terlambat ke kantor, itu pasti sangat sulit bagimu," ucap Chasyn.


"Tidak apa-apa Tuan, saya sudah terbiasa bangun pagi," jawab Karisa.


"Apa tidak mencari rumah di dekat perusahaan saja?" tanya Chasyn.


"Maunya seperti itu, tapi uang kerjaku habis untuk berobat ayahku yang saat ini sedang sakit dan juga untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Karisa.


"Begitu ya, begini saja, kamu cari rumah yang dekat dengan perusahaan, nanti aku yang bayar," ucap Chasyn.


"Tidak apa-apa Tuan, lagian gaji ku akan naik, aku akan membayarnya sendiri nanti," ucap Karisa.


"Kamu jangan menolaknya, ini juga untuk melangsungkan kenyamanan bagi karyawan ku," ucap Chasyn.


"Hm… baiklah," jawab Karisa mengangguk.


"Kamu ke perusahaan menggunakan kendaraan apa?" tanya Chasyn.


"Kendaraan umum," jawab Karisa.


"Baiklah, di saat ada pendapatan bulan depan nanti, belilah mobil untuk kendaraan mu," ucap Chasyn.


Terima kasih

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2