SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 60


__ADS_3

Chasyn pun melajukan mobil di jalanan menuju simpang empat di tengah kota.


Sesampainya di sana, Chasyn memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia memperhatikan apa Grizzly sudah datang.


Tiba-tiba saja, lewat 4 orang pria, yang satunya tangannya di ikat dengan kain, yang satunya memakai tongkat, sepertinya kakinya bermasalah, terluka atau semacamnya. Yang satunya kepala yang di perban dan satunya lagi kakinya yang di perban dan jalannya Tengkek tapi tidak memakai tongkat.


Chasyn memperhatikan wajah mereka Karena ia merasa mengenalinya.


"Eh mereka," ucap Chasyn mengenalnya. Chasyn segera keluar dari mobilnya dan menyender di depan mobilnya.


"Hay! Apa kabar teman lama," sapa Chasyn melambaikan tangan sambil tersenyum manis.


Para pria itu melihat ke arah Chasyn. "Siapa itu?" tanya pria yang kepalanya di perban.


"Apa kalian sudah melupakan aku teman lama kalian," ucap Chasyn tersenyum lebar.


"Dia… Dia… bukannya orang yang sudah memukul kita dan menjual motor kita?" tanya Pria yang tangannya yang di ikat dengan kain itu.


"Kamu benar, Ayo lari!" teriak pria itu dan mereka lari terbirit-birit. Pria yang memakai tongkat itu langsung lari dan dia yang paling kencang larinya di banding teman-temannya yang lain.

__ADS_1


"Ha-ha-ha, mereka sangat lucu," ucap Chasyn tertawa.


"Wah… sepertinya kamu sedang bahagia?" tanya seorang wanita dari belakang. Chasyn memberhentikan tawanya dan melihat ke arah pemilik suara itu.


Wanita itu memakai dress putih yang panjang selutut, memakai tas yang di sangkut kan di bahunya, Memakai sepatu heels yang senada dan kalung berlian di lehernya.


"Oh, buk polisi sudah datang ternyata," ujar Chasyn.


"Jangan memanggilku ibu seolah-olah aku sudah tua, panggil aku dengan nama ku," ucap Grizzly masuk ke dalam mobil Chasyn.


"Hey! Hey! Kenapa kau masuk ke dalam mobil ku?" tanya Chasyn.


Chasyn masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengamannya. Ia memegang setir lalu melihat ke arah Grizzly.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Jangan melihatku sepeti orang mesum!" tukas Grizzly.


"Kau memakai baju seperti ini apa kau pikir kita akan ke pesta?" tanya Chasyn.


"Habis setelah kita melihat orang yang memandu mu mencari tulang belulang itu aku akan langsung ke pesta temanku yang berulang tahun malam ini. Ini masih jam 19:14, acaranya di mulai jam 20:30, berarti masih ada satu jam lebih untuk mengintrogasinya," ujar Grizzly melihat arloji di tangan kirinya.

__ADS_1


"Kau yakin ingin mengintrogasinya?" tanya Chasyn memastikan.


"Tentu saja, kenapa? Apa tidak boleh?" tanya Grizzly menatap lekat ke arah Chasyn.


"Ya terserah jika kau berani, nanti kamu jangan menjerit ya," ucap Chasyn mengstaterkan mobilnya dan kemudian melajukan mobilnya.


"Kenapa jalannya Familiar ya?" tanya Grizzly menekuk alisnya.


"Tapi katamu ingin mengintrogasinya, jadi aku membawa mu menemuinya di rumahnya," ucap Chasyn.


"Apa jalannya di sini?" tanya Grizzly curiga.


"Lalu di mana lagi?" Chasyn belok bertanya sambil fokus menyetirnya.


"Tapi… ini kan…" ucapan Grizzly terpotong setelah sampai di gapura yang bertulisan TPU. Chasyn tersenyum melihat Grizzly dengan wajah benggongnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2