SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 85


__ADS_3

Chasyn mengeluarkan kartu ATM-nya dan menggesek di mesin pembayaran.


Ding Ding


Hadiah Anda di kurang 600.000.


Sisa hadiah Anda 413.400.000


"Terima kasih Tuan, ini juga pesanan Anda," ucap Pegawai itu menyerahkan kepada Chasyn namun Iyan yang menerimanya.


"Ayo pergi," ajak Chasyn.


"Tuan, tunggu dulu, maafkan kami Tuan, tolong Tuan!" teriak para pria berjas itu memanggil-manggil Chasyn dan Chasyn tidak mempedulikannya.


"Ayo kita pergi," ajak Chasyn.


"Baik Bos," ucap Iyan mengangguk dan segera menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.


Mobil pun melaju di jalanan, jam sudah menunjukkan pukul 18:40.


Iyan mengantar Chasyn terlebih dahulu lalu ia pun pulang.


Chasyn masuk ke dalam rumahnya. Di depan pintu utama sudah ada berdiri 2 robot pembersih.


"Benar juga, aku mempunyai robot pembersih, jadi tidak perlu menyewa orang untuk membersihkan rumah.


"Hm… apa kamu bisa memasak?" tanya Chasyn mengetuk-ngetuk kepala robot itu.

__ADS_1


[Di dalam robot itu sudah ada data yang di masukkan, Tuan hanya memencet setiap gambar yang ada di kepala robot itu]


"Oh begitu ya," ucap Chasyn mengangguk. Ia menekan sapu dan pel. Ribut itu langsung bergerak dan mencari sapu dan pel lalu membersihkan rumahnya.


"Baiklah robot yang satu lagi, aku akan menyuruhnya mencuci baju, berhubungan mesin cuci itu sudah canggih, dia pasti bisa melakukannya, rumahku tidak perlu berantakan lagi," ucap Chasyn mengangguk-angguk. Kedua robot itu pun bekerja sesuai permintaan Chasyn.


Ia pun masuk ke dalam kamar mandi karena polusi dan keringan membuat tubuh terasa lengket sekali.


Ting tong


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi.


"Ah, palingan mereka, biarkan saja dulu, aku masih mandi nih," ucap Chasyn.


Cklek!


Pintu terbuka.


"Aaaaaaaa...!" teriak para ciwi-ciwi itu menutup matanya.


"Hey! Apa yang sedang kamu lakukan!" teriak Diana.


"Hey! Ayolah, aku memakai handuk," ucap Chasyn.


"Kamu cepat pakai baju!" ujar Grizzly.

__ADS_1


"Hm... kalian juga, ngapain memencet bel terus menerus membuat aku tidak fokus mandi," ucap Chasyn. "Ya udah kalian masuklah, aku lanjut mandi lagi," ucap Chasyn kembali masuk ke kamar mandi.


Mereka pun masuk ke dalam rumah Chasyn dan melihat sekeliling.


"Aku sungguh tak percaya, dari luar tampak mewah, di dalamnya juga mewah sekali," ucap Dinda menggelengkan kepalanya karena kagum.


Mereka pun berkeliling melihat seisi rumah yang super mewah, tempat duduk saja seperti kursi raja.


"Hidup Chasyn bergelimang dengan harta, dia pasti sangat bahagia," ucap Dona.


"Kita tidak tau hati seseorang, bisa jadi hartanya banyak tapi dia malah kesepian," ucap salah satu wanita bernama Lora.


"Jika begitu aku siap kok jadi pendamping dia di saat dia butuh seseorang untuk menghiburnya," ucap Dona tersenyum.


"Masalahnya dia memangnya mau sama kamu?" tanya Dinda.


"Hm… dengan kecantikan ku seharusnya dia tidak akan menolak aku sebagai pendampingannya," ucap Dona percaya diri.


"Terserah kamu sajalah, lihatlah, aku memperkirakan harga lukisan ini seharga 10 juta," ucap Grizzly.


"Tidak, itu seharga 45 juta," jawab Chasyn yang tiba-tiba saja keluar dari kamarnya yang sudah berpakaian rapi dan terlihat tampan.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2