
"Tentu saja boleh." Chasyn
"..." Chelsea
"Kenapa dia tidak membalasnya? Apa balasanku terlalu pendek membuat ia bingung mencari bahan cerita?" Tanya Chasyn.
"Kapan kau ingin bekerja sama dengan ku?" [Chasyn]
"Kapan kau punya waktu." [Chelsea]
"Tapi apa papamu memperbolehkannya?" [Chasyn]
"Boleh, bahkan dia ingin mengajakmu makan malam, dia suruh aku menanyakan padamu kapan kau ada waktu untuk bisa makam malam denganmu, apa kau punya waktu?" [Chelsea]
"Besok malam aku punya waktu." [Chasyn]
"Benarkah? Papa pasti sangat senang, terima kasih Chasyn kau sudah meluangkan waktu padahal jadwalmu padat. Oh ya aku juga sudah melihat mu di tv, ternyata kau seorang CEO, ini adalah sejarah yang pernah terukir di dunia, kau adalah pertama CEO termuda yang masih duduk di bangku sekolah, orang tuamu pasti sangat bangga." [Chelsea]
"Iya, kamu benar, mereka di alam sana pasti sangat bangga melihatku di sini, sayangnya aku belum sempat membalas jasa mereka." [Chasyn]
"Maaf, maaf, aku tidak tahu jika orang tuamu sudah tiada, maaf membuatmu sedih." [Chelsea]
"Tidak apa-apa, mereka sudah pergi, bersedih juga tidak bisa mengembalikan mereka. Dan kamu jangan merasa bersalah begitu, justru aku yang merasa tak enak hati." [Chasyn]
Tanpa di sadar, mereka sudah sampai di rumah karena Chasyn asik Chatan dengan Chelsea sambil sebyam senyum.
"Hm… aku mencium bau-bau orang sedang jatuh cinta," ucap Iyan manyun, ia terlebih dahulu keluar dan menekan kata sandi rumah Chidan langsung menerpa sofa yang empuk itu lalu memejamkan mata.
"Hi-hi-hi." Chasyn tertawa chat bersama Chelsea.
__ADS_1
"Ya udah, kamu istirahatlah ini juga sudah hampir tengah malam." [Chasyn]
"Oke! Selamat malam." [Chelsea]
"Selamat malam juga." [Chasyn]
Chasyn pun menyimpan ponselnya.
"Eh, di mana Iyan, kapan dia keluar," ucap Chasyn heran karena di depannya di ada Iyan lagi.
Chasyn masuk ke dalam rumahnya dan melihat Iyan sudah mengorok.
"Astaga! Bocah ini rupanya sudah tidur," ucap Chasyn menggeleng kepala.
"Hoamm… aku sudah mengantuk," ucap Chasyn menguap sudah mengantuk dan ia pun masuk ke kamarnya dan ia pun tidur.
Pagi yang cerah ini hujannya sangat deras membahasi pepohonan dan tumbuhan lainnya membuat mereka tampak segar.
Trit! Trit!
Alarm pun berbunyi menandakan Chasyn harus bangun.
"Eh sudah pagi rupanya," ucap Chasyn bangun dan berdiri di depan jendela kaca yang terlihat air meluncur bebas turun dari kaca yang licin.
"Cuaca seperti ini sangat nyaman untuk tidur, lebih baik aku tidur lagi," ucap Chasyn naik kembali ke atas tempat tidurnya.
[Ting]
Sebuah pesan masuk.
__ADS_1
"Eh dari Chelsea," ucap Chasyn yang langsung melihat isi pesannya.
"Hai, selamat pagi." Chelsea
"Hay, selamat pagi juga manis." Chasyn
"Kamu sudah pandai menggombal ya." Chelsea
"Kamu hari ini sekolah?" Chasyn
"Enggak kayaknya, hari ini hujannya sangat deras, bolos satu hati seharusnya nggak masalahkan?" Chelsea
"Seharusnya begitu, aku juga mau bolos hari ini, hm... apa kamu boleh keluar hari ini? Mari bermain bersamaku." Chasyn
"Benarkah? Aku sangat ingin. Kita bertemu di simpang empat ya." Chelsea
"Oke! Aku akan siap-siap dari sekarang, kamu kalau udah jalan kasih tau aku ya." Chasyn
"Iya." Chelsea
Chasyn bergegas menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi.
"Ha-ha-ha, ini kencan pertama ku, aku harus tampil keren," ucap Chasyn mengosok-gisok badannya dengan sabun.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1