
"Bagaimana? Apa kalian siap?" tanya Chasyn.
"Siap," jawab mereka tegas.
"Baiklah, kalian perlihatkan persentase kalian," ucap Chasyn.
"Baik Tuan saya yang pertama," ucap salah satu pelamar itu.
"Baiklah," angguk Chasyn.
"Baiklah, akan saya jelaskan kenapa saya memilih mereka berdua, karena di sini saya melihat mereka bergerak mencurigakan, dari data laptopnya saya juga sudah melihatnya dan ia menyimpannya data-data yang tidak masuk akal," ucap pria pertama.
"Hey! Itu bukan data tidak masuk akal! Itu adalah data pribadi ku, kau dasar pria tak sopan main buka-buka saja," omel wanita itu.
"Apa yang kamu dapat?" tanya Chasyn.
"Hm… I-itu foto... foto mereka..."
"Jangan bicara!" teriak wanita itu langsung mendekap mulut pria itu.
"Oke! Aku mengerti, selanjutnya," ucap Chasyn.
__ADS_1
Pria kedua maju ke depan dan berdiri dengan membawa 1 wanita.
"Ini adalah 1 wanita yang sudah saya pilih," ucap pria itu.
"Kenapa kau hanya membawa satu orang saja sedangkan yang lain membawa 2 orang?" tanya Chasyn.
"Karena saya hanya menemukan satu oran ini saja yang mencurigakan, meskipun Anda menyuruh saya membawa 2 orang jika yang satunya tidak bersalah itu tidak ada gunanya," ucap Pria itu yakin.
"Baiklah, berikan penjelasannya," ucap Chasyn.
"Salah satunya saya mencurigai mereka sudah melakukan kecurangan, tanpa sepengetahuan mereka saya sudah memindahkan data mereka ke ponsel saya, bisa Anda lihat di sini," ucap pria itu memberikan ponselnya kepada Chasyn.
Chasyn melihat isi ponsel tersebut dan di sana ada transaksi pengiriman uang ke sebuah rekening.
"Di sana Anda bisa lihat jika di laptop dia sudah melakukan transaksi, di buktikan di sana jika setiap penghasilan yang masuk itu berkurang, sisa uang kurang itu dua terus mengirimkan ke rekening miliknya, dengan kata lain dia sudah melakukan korupsi," ucap pria itu.
Chasyn tersenyum dan mengangguk-angguk. "Selanjutnya," ucap Chasyn.
Beberapa penjelasan dari mereka ada yang masuk akal ada juga yang tidak dan mencari-cari jawaban sendiri yang tidak di dasari dari permintaan Chasyn.
"Baiklah, terima kasih atas partisipasi kalian, dan di antara kalian aku akan memilih siapa yang layang untuk menjadi asistem saya," ucap Chasyn.
__ADS_1
Chasyn melihat mereka semua dan ia pun menunjuk 2 orang yang ia pilih.
"Aku mau kamu dan kamu," ucap Chasyn.
"Terima kasih Tuan," ucap Chasyn.
"Apa ada pekerjaan untuk kami Tuan?" tanya mereka berharap.
"Hm… baiklah, kalian menjadi penjaga di grub CV sisanya di sini, apa bila asisten ini yang menyuruh kalian melakukan sesuatu kalian harus mengerjakannya, aku tidak ingin mendengar adanya pengkhianat. Dan untuk kalian berdua yang saya pilih yang satu untun di perusahaan ini dan satunya menjadi asisten untuk perusahaan CV. Lalu untuk kalian berdua yang sudah bermain belakang, jadi kembalikan uang perusahaan itu dan kalian di pecat secara tak terhormat, jika kalian tidak membalikkan uang perusahaan maka dengan terpaksa kita akan bertemu di pengadilan!" ancam Chasyn.
"Baik Tuan, baik, kami akan mengembalikannya," ucap mereka ketakutan.
"Good job buat kalian berdua," ucap Chasyn mengacungkan jempol.
"Terima kasih Tuan," ucap mereka menundukkan kepala memberi hormat.
"Baiklah, kalian persiapkan dari sekarang, karena kalian akan mulai bekerja malam ini," ujar Chasyn.
"Baik Tuan," jawab mereka dan mereka pun meninggalkan perusahaan tersebut.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih