
Chasyn mengangkat tangannya. "Iyan! Di sini!" teriak Chasyn.
"Itu bis rupanya," ucap Iyan melambai. "Ayo ke sana," ajak Iyan.
Mereka pun masuk kembali ke dalam mobilnya dan menuju tempat Chasyn berada.
Iyan keluar dari mobil dan sangat terkejut saat ada sebuah Villa yang sangat besar.
"Ini Villa mu bos?" tanya Iyan menunjukkan ke arah rumah besar itu.
"Iya," angguk Chasyn. "Ayo masuk, persiapkan bahan makanannya, kamu siapkan panggangan yang tadi di beli," ucap Chasyn.
"Siap Bos," ucap Iyan hormat grak. Kedua koki juga membantu mengangkat makanan yang ada di bagasi mobil Iyan mempersiapkannya apa saja yang akan mereka panggang, yang lain juga ikut membantu, terlihat Karisa dan Kino terlihat mereka senyam senyum saat mengangkat box yang berisi makanan.
"Astaga! Mereka beneran jatuh cinta ya," ucap Chasyn menyengir dan ia juga melihat Ananda sibuk menusuk sosis ke tusukan bambu.
"Hm… apa Iyan saja ya dengan sekretaris Ananda, apa mereka cocok?" tanya Chasyn berpikir.
Seseorang menepuk pundak Chasyn dari belakang.
"Aaaa!" teriak Chasyn kaget.
"Kenapa sekaget itu?" tanya Chelsea tertawa.
"Tentu saja aku kaget, ku pikir hantu," ucap Chasyn. Chelsea langsung manyun dan meninggalkan Chasyn.
__ADS_1
"Hm… aku salah bicara ya?" tanya Chasyn menekuk alisnya.
"He-he-he, bos tentu saja salah bicara, bos harus tau kalau wanita itu sensitif," bisik Iyan.
"Aku tadi mengatakan 'aku pikir hantu' itu saja," jawab Chasyn.
"Nah, itu dia, sama saja Bos mengatakan jika dia jelek seperti hantu," ucap Iyan.
"Ah, kamu lanjutkan pekerjaan mu," ucap Chasyn meninggalkan Iyan dan berjalan menuju Chelsea yang sedang duduk di samping sekretaris Ananda dan mereka berbincang ria.
Chasyn datang menghampiri. "Chelsea, aku minta maaf," ucap Chasyn.
"Maaf? Untuk apa?" tanya Chelsea tersenyum.
"Tadi aku mengatakan kalau kamu hantu," ucap Chasyn merasa bersalah.
"Sialan kau Iyan," maki Chasyn dalam hati dan terlihat Iyan tertawa cekikikan.
"Eh tidak, kamu sedang apa?" tanya Chasyn mengalihkan pembicaraan berjongkok dan memegang sosis.
"Sedang menusuk sosis, biar gampang memegangnya nanti," jawab Chelsea.
"Aku bantu ya, Ananda sana bantu Iyan," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," angguk Ananda. Ia pun berdiri dan berjalan mendekati Iyan.
__ADS_1
"Kenapa kami ke sini?" tanya Iyan.
"Tuan yang menyuruhku," ucap Ananda.
"Hm… kau tau tandanya apa? Dia mau pacaran," ucap Iyan.
"Tidak apa-apa, seharusnya saat ia datang aku yang harus pergi terlebih dahulu," ucap Ananda tersenyum.
"Senyuman manis juga," gombal Iyan.
"Terima kasih," jawab Ananda.
Semua sudah selesai, kompor sudah di siapkan dan panggangan di letakkan di atas kompor, Koki itu mengambil beberapa daging dan meletakkan di atas panggangnya. Baunya sangat menggugah selera. Yang lain juga sudah menyiapkan kursi dan meja dan yang lain juga sudah menyiapkan piring dan minumannya.
"Silakan, makanan sudah selesai," ucap Koki itu meletakkan panggang daging dan sosis di atas piring masing-masing.
"Selamat makan," ucap mereka. Mereka semua pun menyantap makanannya dengan lahap.
"Hm… ini sangat enak, benar-benar enak," ucap Iyan mengangguk-angguk.
"Bos, lain kali kita buat acara ini sering-sering," ucap Iyan.
"Iya, kamu yang panggang," ucap Chasyn.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih