
"Baiklah jika begitu ikut kami ke sekolah SMA tempat kita bersekolah dulu, berharap bisa meminta maaf padanya dan kau tidak akan mimpi buruk lagi," ucap Dodo.
"Iya, iya, iya aku ikut," jawab Kiko mengangguk cepat. "Tapi di mana Rendy?" tanya Kiko.
"Dia tidak bisa ikut, dia sedang sibuk mengurus proyeknya itu," jawab Jio.
"Apa yang dia pikirkan? Dia tidak tahu bagaimana rasanya sepertiku yang terus di hantui, dia pikir ini main-main," ucap Kiko serius.
Mereka pun semua masuk ke dalam mobil dan melaju di jalanan menuju ke sekolahnya.
Sesampainya di sekolah tampak sepi. "Eh, di mana para siswa-siswi?" tanya Chasyn heran, Chasyn pun mendekati penjaga sekolah.
"Di mana para anak-anak pak?" tanya Chasyn.
"Mereka semua di pulang, takutnya jika ada yang kena lagi, dan juga di sekolah ada pawang hantu yang datang untuk membantu menyelesaikan masalah sekolah kita," ucap penjaga sekolah itu.
"Oh begitu, pak aku membawa mereka yang sudah lama kenal sekolah kita, aku harap mereka juga bisa membantu," ucap Chasyn menunjuk ke arah Ke tiga pria di belakangnya.
"Tapi di sana sudah ada pawang hantu, takutnya bentrokkan," ucap Penjaga itu.
__ADS_1
"Tenang saja, kami tidak akan menganggu pawang itu, kami hanya pergi ke satu ruang kecil saja, dan tidak akan ke mana-mana," ucap Chasyn.
"Baiklah kalau begitu, jika terjadi sesuatu bapak nggak tanggung jawab ya," ucap petugas keamanan itu.
"Iya pak, terima kasih ya pak," ucap Chasyn.
Mereka pun masuk ke dalam dan mengikuti lorong, dan akhirnya mereka pun sampai di toilet tempat mereka melakukan kejahatan.
"Rini, maafkan kami, kami sudah melakukan kesalahan yang membuat diri mu sampai saat ini masih tidak bisa beristirahat dengan tenang," ucap Dodo mengatakan dengan hati yang tulus paling terdalam.
"Aku juga minta maaf, Rini, tolong jangan datang ke mimpiku lagi," ucap Kiko mengatup kedua tangannya sambil mengosok-gosokkan tangannya sambil memohon.
Namun tak ada jawaban. Toilet itu sepi tan berpenghuni.
"Di mana dia?" tanya Chasyn.
"Maksud kamu dia sedang tidak ada di sini sekarang?" tanya Dodo.
"Iya, tempat ini terlihat kosong, ke mana dia pergi ya?" tanya Chasyn merasa heran.
__ADS_1
"Kalian tunggu di sini, aku pergi sebentar," ucap Chasyn menuju ke arah penjaga sekolah itu.
"Pak!" panggil Chasyn.
"Ada apa?" tanya Penjaga sekolah.
"Di mana siswi yang kerasukan itu di bawa?" tanya Chasyn.
"Mungkin sudah di bawa pulang oleh orang tua mereka," jawab penjaga sekolah.
"Mereka tidak di bawa ke tempat dukun-dukun kan?" tanya Chasyn memastikan.
"Hm … kalau itu saya kurang tahu sih mereka bakal di bawa kemana oleh orang tua mereka, yang bapak tau mereka di bawa orang tuanya saja tadi," ucap penjaga itu.
"Begitu ya," ucap Chasyn meletakkan tangannya di dagunya sambil berpikir.
"Bosss! Bosss! Bossss!" teriak Iyan dari kejauhan berlari menuju ke arah Chasyn. Ia terlihat tunggang langgang.
"Ada apa Iyan?" tanya Chasyn yang ikut menghampiri Iyan.
__ADS_1
Iyan membungkukkan badannya karena kelelahan. "Itu … itu … mereke … mereka itu," ucap Iyan terputus-putus.