
"Bos gitu amat sih," ucap Iyan manyun.
"Oh ya, apa ada speaker di dalam?" tanya Iyan.
"Coba kamu cek saja di dalam," ucap Chasyn. Iyan berdiri dan masuk ke dalam Villa.
Iyan mengeluarkan speaker besar itu sendirian, tapi tetap saja ia tak sanggup mengangkatnya, hanya sanggup sampai di teras.
"Tolongin donkkkkk!" teriak Iyan. Para pegawai Chasyn datang untuk membantu Iyan mengangkat speaker itu dan membawanya ke dekat meja mereka makan.
"He-he-he, bagaimana untuk pembukaannya, aku menyanyikan sebuah lagu yang indah," ucap Iyan memegang mikrofon.
Treng!
Treng!
Treng!
*Saat ku lihat wajahmu...
Aku langsung jatuh cinta..
Tutur katamu yang lembut...
Pembawaan mu yang sopan...
Membuat hati ini ingin mendekatimu*...
Chasyn langsung manyun mendengar nyanyian Iyan.
"Nyanyi untuk siapa dia?" tanya Chasyn melahap makanannya.
__ADS_1
Terlihat Chelsea menyudahi makanannya dan menyeka mulutnya dengan tissue.
"Kamu sudah selesai?" tanya Chasyn.
"Hm… sudah," angguk Chelsea.
"Ayo kita pergi," ajak Chasyn.
"Ke mana?" tanya Chelsea menekuk alisnya.
"Ke dekat pantai sambil lihat bintang-bintang, pasti sangat indah," ucap Chasyn.
"Ayo," angguk Chelsea. Chasyn Menggandeng tangan Chelsea dan pergi menjauh dari mereka yang sedang berpesta.
Chasyn duduk di tepi pantai dan Chelsea mengikutinya.
"Tempat ini sangat damai ya," ucap Chelsea tersenyum.
"Ha? Benarkah? Kenapa kau membuat namaku juga?" tanya Chelsea kaget.
"Tidak boleh? Ya sudahlah kalau gitu aku akan ganti," ucap Chasyn.
"Bukan begitu, maksudku kenapa kau membuat namaku juga? Apa sebenarnya... yang... kau pikirkan," ucap Chelsea dengan suara yang pelan.
"Bukan apa-apa, suatu saat nanti kau pasti akan tau," ucap Chasyn.
"Begitu kah? Aku akan menunggu masa itu," ucap Chelsea menundukkan kepala dengan suara yang hampir saja tidak terdengar.
"Kamu bilang apa?" tanya Chasyn.
"Eh, bukan apa-apa, aku sangat ingin bermain air," ucap Chelsea berdiri dan berjalan perlahan-lahan mendekati air.
__ADS_1
Chasyn berjalan diam-diam mendekati Chelsea dan ia memeluk Chelsea dan membawanya ke dalam air dan mereka berendam bersama.
"Chasyyyyynnn! Apa yang kamu lakukan!" teriak Chelsea tertawa sambil memukul-mukul Chasyn.
"Ha-ha-ha, kamu katanya mau main air, aku hanya membantu mu saja," jawab Chasyn menghalangi pukulan dari Chelsea.
"Airnya lumayan dingin juga," ucap Chelsea duduk di dalam air.
"Hati-hati lho di dalam air nanti ada ular panjang," ucap Chasyn tertawa.
"Kamu berani nakuti aku ya, awas kamu!" teriak Chelsea menyiram Chasyn dengan air.
Dan malam itu mereka bermain sepuasnya, sesekali bercerita sambil melihat bintang dan lomba menghitung bintang di langit.
"Chelsea, jika suatu saat nanti aku menyatakan perasaanku pada mu, apa kau akan terima?" tanya Chasyn.
"Hm… entahlah, kenapa?" tanya Chelsea tersenyum sambil mengangkat bahunya.
"Tidak apa-apa, aku kan cuma bertanya, jika kamu tidak mau ya sudah," ucap Chasyn.
"Huh! Dasar nggak peka!" ucap Chelsea manyun dan melihat ke samping.
"Kamu bilang apa sih," ucap Chasyn tertawa mendekati Chelsea dan memeluknya dari belang dan membawanya jatuh ke dalam air bersamaan.
"Chasyyyyynnn!" teriak Chelsea geram.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1