
Ding Ding
Hadiah Anda di kurang 1.000.000
Sisa hadiah Anda 28.037.000.000
"Di mana 3 pelamar tadi?" tanya Chasyn.
"Ada di ruang tunggu Tuan," jawab Sekretaris Karisa.
Chasyn pun beranjak pergi menuju ruang tunggu dan mendapati 3 orang duduk santai di sofa.
"Untuk kamu dan kamu, kalian bisa langsung bekerja," ucap Chasyn menunjuk ke arah pria yang hanya orang biasa dan seorang wanita mata-mata itu.
"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak," ucap mereka berdua membungkukkan badan.
"Ya, kalian boleh keluar dan besok kalian boleh masuk kerja. Sekretaris Karisa akan memberi bidang apa yang kalian masuk," ucap Chasyn.
__ADS_1
"Baik Tuan," ucap Sekretaris Karisa menundukkan kepala.
"Mari saya tunjukkan," ucap Sekretaris Karisa mengajak kedua orang itu keluar dari ruangan.
Chasyn melihat wanita mata-mata itu mengambil ponsel dan mengirim pesan, sepertinya ia ingin mengatakan jika ia sudah di terima di perusahaannya. Chasyn menyengir.
Setelah mereka pergi, Chasyn mengintrogasi wanita cantik nan seksi itu di depannya.
"Kamu, kenapa kamu ingin bekerja di perusahaan ku?" tanya Chasyn.
"Apa tidak boleh aku bekerja di sini?" tanya wanita itu dengan suara genitnya.
Wanita itu terdiam sesaat. "Dari mana kau tahu jika aku adalah anak orang kaya?" tanya wanita itu mendekati Chasyn lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Chasyn dan kedua tangannya ia letakkan di sofa di samping kepala Chasyn.
"Heh! Aku adalah orang hebat, data orang mana yang tidak bisa aku retas, termasuk dirimu Nona Helen," jawab Chasyn menatap mata wanita itu.
"Karena kau hebat itu aku ingin bekerja di sini," jawab wanita itu menaikkan kakinya sebelah ke paha Chasyn, lalu ia duduk di pangkuan Chasyn dengan manja sambil membelai wajah Chasyn.
__ADS_1
"Kau datang ke sini untuk melamar atau menggoda orang? Tapi semuanya tetap sama saja, aku tidak menerima nona kaya seperti mu kerja di perusahaan ku," ucap Chasyn menolak tubuh wanita itu hingga ia terjatuh ke lantai dan Chasyn langsung berdiri, untungnya wanita itu bisa menahan dengan tangannya sehingga ia bisa melindungi kepalanya dari benturan di lantai.
"Kau lebih baik bekerja di perusahaan mu saja dan bantu Papa mu mengurus perusahaannya, bukan menggoda di sini," ucap Chasyn memasukkan tangannya di saku celana.
Wanita itu merasa di sakiti ia pun berdiri. "Lihat saja, kau menyesal sudah menolak ku, suatu saat nanti kau pasti akan mencari ku dan meminta pertolongan dariku," ucap wanita itu mendengus kesal mengambil tasnya di sofa lalu pergi dengan menghentakkan kakinya dengan langkah lebar.
"Bye bye," ucap Chasyn melambaikan tangan sambil tersenyum. Sedangkan wanita itu marah dengan wajah merah padam.
Chasyn keluar dari rumah tunggu dan melihat Iyan sedang menggoda pegawainya.
"Buah melon sama anak?" gombal Iyan pada seorang resepsionis.
"Nggak tau," jawab pegawai itu menggeleng kepalanya sambil tersenyum.
"Kalo buah melon itu dari tumbuhan, kalo Anak adalah buah hati kita," ucap Iyan sambil terkekeh.
"Kamu bisa aja," ucap pegawai itu malu-malu.
__ADS_1
"He-he-he kamu sangat manis seperti madu," ucap Iyan menatap pegawai itu tersenyum.