
Chasyn masuk ke dalam kamarnya yang lebarnya 5x5 meter.
"Astaga! ini bisa muat sepuluh orang nih," ucap Chasyn yang berhamburan ke atas kasurnya dan mengelus-elusnya.
"Wah… ini seperti tidur di atas Sutra, kwkwkw... ya sudah, aku tidur saja dulu, sudah ngantuk bangat," ucap Chasyn.
Tak berapa lama kemudian, ia tertidur.
xxx
Ke esokkan paginya, Chasyn pun terbangun karena bunyi alarm yang sangat keras.
"Eh, sudah pagi aja," ucap Chasyn mengucek-kucekkan matanya. Ia mengusap wajahnya dan kemudian berdiri lalu mengambil handuk masuk ke dalam kamar mandi.
Chasyn memakai seragamnya dengan rapi lalu menata rambutnya.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik.
Chasyn membuka layar monitor systemnya lalu mengambil beberapa uang tunai untuk di simpan di dalam dompetnya.
Chasyn mengambil tasnya lalu masuk ke dalam mobilnya.
Chasyn langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah Iyan karena ia berjanji akan menjemputnya.
"Untung saja ini hari Sabtu, jadi aku akan membawa Iyan pergi mencari pembunuh itu, besok juga hari libur, harus banyak-banyak beristirahat," ucap Chasyn.
__ADS_1
Perjalan yang tidak cukup lama karena Chasyn melajukan mobilnya dengan kencang, tak lama ia pun sampai di rumah Iyan.
Tidak terlihat jika Iyan di rumah, untungnya emak Iyan keluar dari rumah.
"Mak," sapa Chasyn menyalami tangan emak Iyan dan mencium punggung tangannya.
"Cari Iyan?" tanya emak Iyan.
"Iya mak, apa Iyan sudah berangkat sekolah, soalnya kemaren aku sudah janji untuk datang menjemputnya pagi ini," ucap Chasyn.
"Dia sudah pergi bersama teman-temannya ke sekolah, barusan perginya," jawab emak.
"Oh begitu ya, mereka naik apa?" tanya Chasyn.
"Naik motor tadi," jawab Emak.
"Baiklah Mak, aku pergi dulu," ucap Chasyn berpamitan.
"Iya hati-hati, kamu juga kelihatan anak baik, kamu tolong jauhi Iyan dari gengnya itu, emak kurang suka sama geng motor itu, kamu juga bukan teman dari geng motor itu kan?" tanya Emak.
"Enggak kok Mak, aku nggak kenal sama mereka, akan ku usahakan untuk menjaganya," angguk Chasyn.
Chasyn pun masuk ke dalam mobilnya kembali.
"Kenapa Iyan masih ingin berteman dengan mereka lagi? Apa dia sudah menerima mereka lagi sebagai temannya?" tanya Chasyn ada yang mengganjal.
[Klik di sini untuk membuka]
__ADS_1
Klik.
Chasyn mengetik di layar monitor lebarnya mencari lokasi Iyan terkini.
Chasyn melihat titik merah menandakan jika itu adalah Iyan, namun ia tidak berada di sekolah atau di perjalanan ke sekolah, melainkan di gedung tua tempat mereka bermain musik.
"Aku akan ke sana sekarang," ucap Chasyn yang langsung melajukan mobilnya.
"Aku harus cepat nih menjemput Iyan, jika tidak akan terlambat ke sekolah," ucap Chasyn menambah kecepatan mobilnya.
Kecepatan mobilnya membuat jemuran berterbangan.
Tak lama kemudian Chasyn sampai di gudang tua itu dan Chasyn langsung keluar.
Chasyn menuju gudang tua itu dan melihat Iyan yang terduduk yang bersandar tembok, ia di kelilingi oleh teman-temannya.
"Iyan!" teriak Chasyn berlari ke arah Iyan dan menerobos mereka lalu menghampiri Iyan.
"Iyan kamu nggak apa-apa kan?" tanya Chasyn khawatir.
"Oh, kamu teman barunya Iyan ya?" tanya salah satu temannya menarik kerah baju Chasyn.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1