
"Pak aku mau yang dua ini," ucap Chasyn.
"Baik," ucap penjual itu mengeluarkan jas itu dari kotak dan melipatnya dengan rapi dan memasukkan ke dalam paper bag.
"Berapa pak?" tanya Chasyn.
"3000$," jawab penjual itu.
"Sudah habis uangku di kantong, habis ini langsung pulang saja," ucap Chasyn.
Ia mengeluarkan uangnya dan hanya menyisakan satu lembar uang di sakunya.
"Ini uangnya pak, terima kasih," ucap Chasyn.
"Sama-sama," angguk Penjual itu. Chasyn pun menuju mobilnya.
Ding Ding
Hadiah Anda di kurang 45.000.000
Sisa hadiah Anda 9.291.900.000
Chasyn kembali menuju mobilnya. "Apa sudah selesai semuanya?" tanya Iyan.
"Sudah, ayo kita pergi," ajak Chasyn masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju di jalanan menuju kembali ke perusahaannya.
"Kamu di sini saja, aku akan memeriksa perusahaan ku sebentar," ucap Chasyn.
"Oke," jawab Iyan.
Chasyn pun masuk ke dalam perusahaannya Donald dan Yessin mendekati Chasyn. Mereka menundukkan kepala memberi hormat.
"Bagaimana? Apa ada kesulitan dengan data baru ini?" tanya Chasyn.
"Tidak Tuan, ini sangat mempermudahkan pekerjaan kami, fitur-fitur baru ini sangat mudah di mengerti," ucap Donal.
"Baguslah jika begitu, aku mohon agar kalian menghandle perusahaan ini di saat aku sedang tidak ada, hari ini juga aku pulang ke negara ku kalau ada apa-apa kasih kabar saja," ucap Chasyn.
__ADS_1
"Baik Tuan," ucap mereka.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu," ucap Chasyn.
"Chasyn pun pergi meninggalkan perusahaan itu dan kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Apa semuanya sudah beres Bos?" tanya Iyan.
"Iya, sekarang kita kembali ke pesawat." ia menginjak pedal gas mobilnya dan melaju cepat di jalanan.
"Sesampainya di pesawatnya, Chasyn memencet remote control untuk membuka pintu pesawatnya dan mengeluarkan seluncuran darurat.
Chasyn menarik tuas mobilnya dan melaju cepat di atas seluncuran darurat itu dan menaikkan mobilnya ke dalam pesawat.
Chasyn dan Iyan pun masuk ke ruang kontrol pesawat dan perlahan-lahan pesawat itu pun lepas landas menuju kembali ke negaranya.
Perjalanan berapa jam mereka akhirnya sampai ke negaranya.
Pesawat itu mendarat di bandara belakang rumahnya.
"Ayo turun," ajak Chasyn.
"Bawa barang-barang itu ke rumah," ucap Chasyn.
"Baik Bos," angguk Iyan.
Chasyn langsung menuju kamarnya sedangkan Iyan membuka bagasi mobil dan membawa barang-barangnya ke dalam rumah.
Chasyn mengambil ponselnya dan ia pun mengecat Chelsea
"Hay Chelsea." Chasyn
"Juga." Chelsea
"Hm… cepat balasnya, mungkin dia sedang di rumah," ucap Chasyn.
"Kamu sedang apa." Chasyn
"Aku sedang baring di kamar, kamu?" Chelsea
__ADS_1
"Sama, aku juga." Chasyn
"Oh ya, terima kasih banyak ya." Chelsea
"Untuk apa." Chasyn
"Tadi sekretaris Karisa datang ke rumahku dan membawa kontrak kerja sama dan itu sudah di sepakati, Papa juga sangat senang." Chelsea.
"Syukurlah jika begitu." Chasyn
"Oh iya, kamu malam ini sibuk nggak?" Chelsea
"Kenapa?" Chasyn
"Aku ingin mengajakmu makan malam." Chelsea
"Seharusnya aku yang berkata begitu, ayo malam ini kita makan malam." Chasyn
"Baiklah." Chelsea
"Oke malam ini aku akan jemput kamu." Chasyn
"Baiklah." Chelsea
"Tapi kamu harus pakai baju yang aku beli ya." Chasyn.
"Baju yang kamu beli?" Chelsea
"Iya, nanti malam aku akan membawakan untukmu, tunggu saja dan jangan lupa dandan yang cantik." Chasyn
Chelsea tersenyum
"Baiklah." Chelsea
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1