SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 230


__ADS_3

"Baik Tuan, tapi apa Tuan yakin ingin membawa perusahaan ikut ajang kompetisi?" tanya Jef ragu.


"Kamu tak perlu khawatir, tidak salahkan jika mencobanya," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Jef.


"Ya besok akan ada yang menjemput mu," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Jef.


"Kino, besok kamu jemput Sekretaris Jef dari negara B, jadi besok kita akan berkumpul untuk memasukan perusahaan kita di kompetisi internasional, nomor kamu Ku kirimkan padanya, nanti dia akan menghubungimu setelah dia sampai," ucap Chasyn.


"Baik Tuan, saya mengerti," ucap Sekretaris Kino mengangguk.


"Ya sudah, kamu peringatkan lagi kepada mereka agar tidak macam-macam ya, kalau begitu, aku pulang dulu," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Sekretaris Kino.


"Ayo Yan, kita pulang," ajak Chasyn.


Mereka pun masuk mobil dan meninggalkan perusahaan Chasyn.


Sesampainya di rumah.


"Eh, Bos beli mobil baru lagi?" tanya Iyan.


"Eh iya," ucap Chasyn menggaruk kepalanya sambil melihat ke samping.


"Berapa bos?" tanya Iyan penasaran.

__ADS_1


"Satu triliun," jawab Chasyn.


"Bos beli kendaraan tidak tanggung-tanggung ya," ucap Iyan mengangguk-angguk sambi mengacungkan jempol.


"Ya udah sana kamu langsung pulang," usir Chasyn.


"Iya iya tapi Bos keluar dulu dari mobil," ucap Iyan.


Chasyn keluar dari mobil dan menutup pintu dengan kuat.


Iyan pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Chasyn.


Triring


Triring


Triring


"Halo, ada apa Grizzly?" tanya Chasyn.


"Kamu pasti tau kan jika aku menelpon pasti ada sesuatu," ucap Grizzly menyuruh Chasyn menebaknya.


"Paling kasus lagi kan?" tebak Chasyn.


"Nah kau tahu di sini ada beberapa pesulap, salah satu diantara mereka ada yang membunuh salah satu warga yang mereka jadikan untuk percobaannya. Tapi sayangnya mereka tidak ada yang mengaku jika salah satu dari mereka membunuh warga itu jadi aku membutuhkan kamu untuk mengungkapkan Siapa pembunuh yang sebenarnya," ucap Grizzly.


"Tapi di sana sudah ada detektif polisi, kenapa harus aku juga ikut datang," ucap Chasyn.


"Terkadang pada saatnya mereka itu tidak bisa diandalkan aku lebih percaya padamu pemahamanmu lebih tinggi dari pada mereka," ucap Grizzly.

__ADS_1


"Begitu ya," ucap Chasyn menaikkan sebelah sudut bibirnya.


"Cepat datanglah," pinta Grizzly.


"Aku baru saja sampai ke rumah belum ganti pakaian dan belum juga makan," jawab Chasyn.


"Cepatlah aku menunggumu di kantor polisi lagian komandan juga menyuruh membawamu untuk membantu," ucapkan Grizzly.


"Baiklah," ucap Chasyn memutuskan panggilan.


"Bocah ini ya selalu saja mematikan panggilannya terlebih dahulu," gerutu Grizzly.


Chasyn masuk ke dalam rumah dan segera mandi lalu menuju meja makan.


"Para koki menyiapkan makanannya di atas meja dan Chasyn pun melahapnya.


"Kalian tidak pulang ke rumah keluarga kalian?" tanya Chasyn.


"Apa boleh?" tanya koki itu mengangkat alisnya.


"Jika pekerjaan kalian sudah selesai, kalian boleh pulang asalkan aku di rumah kalian ada di rumah. Mungkin hari ini aku pulangnya agak malam jadi kalian boleh pulang mengajak keluarga kalian jalan-jalan," ucap Chasyn.


"Wah terima kasih Tuan," ucap mereka senang.


"Berikan nomor rekening kalian," pinta Chasyn.


Mereka pun memberi nomor rekeningnya kepada Chasyn dan Chasyn pun mentransfer sejumlah uang kepada kedua koki itu.


"Aku membayar gaji kalian lebih awal tidak masalah kan bagi kalian?" tanya Chasyn.

__ADS_1


"Terima kasih banyak tuan," ucap Mereka senang.


Chasyn mengirim sejumlah uang masing-masing 10 juta.


__ADS_2