
Chasyn keluar dari kamarnya dan menemui Iyan.
Tok!
Tok!
Tok!
"Iyan, Iyan!" Panggil Chasyn.
"Ada apa Bos?" tanya Iyan membuka pintu kamarnya yang sedang masang seleting celana.
"Nanti sampai di sana langsung pasang lilin seperti tadi malam ya, kalau sudah selesai beri tahu aku, aku akan membawa Chelsea berkeliling dulu sebelum tempatnya selesai," ucap Chasyn.
"Oke bos, tenang aja," ucap Iyan.
Chasyn pun keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobil barunya, mobil itu pun perlahan-lahan meninggalkan rumahnya dan melaju.
Sesampainya di rumah Chelsea, Chasyn melihat mobil Iyan pergi melaju.
"Hm … bocah itu sudah pergi rupanya," ucap Chasyn tersenyum dan ia keluar dari mobil dan menuju rumah Chelsea.
Ding dong!
Ding dong!
Cklek!
Pintu terbuka.
"Eh Tuan Chasyn, silakan masuk," ucap pembantu yang pernah Chasyn selamatkan.
"Iya, Chelsea ada?" tanya Chasyn.
"Ada Tuan, saya panggilkan," ucap pembantu itu.
"Oh ya, Papa ada?"
__ADS_1
"Ada, sedang merawat kakaknya," jawab pembantu itu.
"Oh ya," jawab Chasyn mengangguk dan duduk di sofa.
Pembantu itu menuju kamar Chelsea.
Tok!
Tok!
Tok!
"Nona, Tuan Chasyn mencari Anda!" Panggil pembantunya.
J"Chasyn datang, baiklah, aku akan menemuinya," ucap Chelsea meletakkan lipstiknya di meja menutup dan membuka mulutnya untuk memastikan jika lipstiknya rapi.
Ia pun keluar dari kamar dan melihat Chasyn sedang duduk di sofa.
"Chasyn," ucap Chelsea duduk di sofa di depan Chasyn.
"Pergi denganku?" tanya Chasyn.
"Kalau nggak mau pergi ya sudah," ucap Chasyn berdiri.
"Iya, iya, aku pergi," ucap Chelsea berdiri dan berlari ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap.
"Heh, wanita di emang begitu," ucap Chasyn tersenyum dan ia kembali duduk di sofa.
"Chasyn," ucap Mama Chelsea duduk di sofa.
"Eh Mama, gimana keadaan Mama sekarang?" tanya Chasyn menyalami Mama Chelsea dan mencium tangannya.
"Mama baik-baik aja, terima kasih, kamu mau makan dan minum apa?" tanya Mama Chelsea.
"Eh nggak usah Ma, malam ini aku mau ajak Chelsea pergi main keluar, jadi aku minta izin sama Mama," ucap Chasyn.
"Oh tapi pulangnya jangan malam-malam ya," pesan Mama Chelsea.
__ADS_1
"Iya Ma," ucap Chasyn mengangguk.
Chelsea pun keluar dari kamarnya yang sudah bersiap.
"Ma aku pamit pergi bersama Chasyn," ucap Chasyn.
"Iya, pulangnya jangan malam-malam karena besok harus sekolah," ucap Mama Chelsea.
"Iya Ma," angguk Chelsea.
Mereka pun berdua pun berpamitan dan masuk mobil.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo, ada apa Iyan," tanya Chasyn.
"Sudah selesai bos," jawab Iyan.
"Oke, aku meluncur sekarang," ucap Chasyn. Chasyn mengambil penutup mata di kursi belakang.
"Aku tutup matamu ya," ucap Chasyn.
"Memangnya ada apa?" tanya Chelsea heran.
"Udah, pokoknya nurut aja, ada kejutan buat kamu," jawab Chasyn menutup mata Chelsea. Setelah selesai Chasyn pun menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan.
"Memangnya kita mau kemana sih?" tanya Chelsea penasaran.
"Ke Villa ku," jawab Chasyn.
"Kenapa harus tutup mata?"
"Ssstttttt … kau boleh bertanya setelah sampai di tempat," jawab Chasyn.
__ADS_1
Perjalanan yang tidak memakan waktu lama, mereka pun sampai di tempat.
"Sudah sampai, ayo turun," ucap Chasyn mengendong Chelsea membawanya ke tengah-tengah lilin, lampu di padamkan agar terasa suasana yang romantis.