SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 62


__ADS_3

"He-he-he, baiklah," jawab Chasyn menyengir. Ia menginjak pedal gas mobilnya dan melaju seperti bayangan.


Grizzly tiba-tiba saja terdiam, baru kali ini ia naik mobil yang super cepat. Ia memegang erat sabuk pengaman itu sambil memejamkan mata.


"Dia lumayan pemberani juga, di kecepatan ini dia tidak menjerit seperti wanita lainnya, tapi dia malah takut hantu wkwkwkwkw," batin Chasyn.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan hotel Dizzy. Chasyn memberhentikan mobilnya.


"Wah… ini hotelnya? Seingat ku aku belum pernah masuk hotel, aku ingin melihat-lihat isi dalamnya," ucap Chasyn kagum melihat kemegahan hotel tersebut.


Perlahan-lahan Grizzly membuka matanya, lalu menghembuskan nafas perlahan.


"Huffttt." Grizzly melihat kiri Dan kanan memastikan jika mobil Chasyn beneran berhenti.


"Ini beneran berhentikan?" Tanya Grizzly memastikan.


"Mau kita mutar kota lagi?" tanya Chasyn.


"Eh nggak lagi," jawab Grizzly cepat dan langsung membuka sabuk pengamannya lalu keluar mobil. Saat ia berlari ingin masuk, tiba-tiba saja Grizzly berhenti. Ia mundur kebelakang dan menghampiri mobil Chasyn.


"Ayo ikut ke dalam," ajak Grizzly.

__ADS_1


"Iya, aku parkir mobilnya dulu," jawab Chasyn memutar mobilnya dan memarkirnya di tempat parkiran yang sudah di sediakan.


Chasyn keluar dari mobilnya dan mendekati Grizzly yang anggun berdiri menunggunya.


"Apa tidak apa-apa aku memakai baju seperti ini?" tanya Chasyn.


"Hm… sebenarnya harus memakai jas atau taksedo, tapi dari bajumu cukup mahal, jadi tidak terlalu malu-maluin lah," ucap Grizzly.


Grizzly menggandeng tangan Chasyn seolah-olah dia adalah pacarnya. Tapi bagi mereka biasa saja. Mereka pun masuk ke dalam hotel tersebut yang sudah di penuhi oleh para tamu undangan. Setiap mata memandang ke arah Chasyn dan Grizzly.


"Apa ada sesuatu yang aneh? Apa karena bajuku?" tanya Chasyn dalam hati juga melihat orang yang menatapnya.


"Grizzly!" teriak salah satu temannya yang sedang berdiri di depan yang sedang berulang tahun.


Grizzly mendekati temannya lalu memeluknya. "Selamat ulang tahun ya sayang, semoga panjang umur dan sehat selalu, oh ya ini kado buat kamu," ucap Grizzly memberikan sebuah kotak kecil ukuran 4cmx4cm.


"Terima kasih ya sayang, terima kasih juga sudah hadir," ujar temannya sambil cepika cepiki.


"Grizzly, itu siapa?" tanya Salah satu temannya.


"Oh dia ya… Dia…" ucapan Grizzly terhenti, ia juga binggung mau jawab apa.

__ADS_1


"Pacar kamu ya?" tanya temannya melihat Chasyn dari atas sampai bawah.


"Bukan… dia bukan pacarku… kita hanya Teman biasa saja kok," jawab Grizzly salah tingkah.


"Hm… aku mencium aroma-aroma cinta di sini, tapi ngomong-ngomong kamu kenapa nggak bilang sama di pakai baju jas, kamu kok nggak perhatian gitu sama dia," ucap Dinda sahabatnya Grizzly.


"Hey! Ayolah, dia bukan pacarku, dia hanya saksi yang kasus sekarang aku tangani," jawab Grizzly menjelaskan agar teman-temannya mengerti.


"Kalau dia saksi kenapa kamu bawa dia ke sini? Atau jangan-jangan kamu mau PDKT ya," ejek Syela sambil tertawa, dan teman-temannya yang lain juga ikut tertawa.


"Sudah aku katakan jika dia cuma saksi, kalian jangan mengada-ada deh," ucap Grizzly manyun.


"Ye... tadi bilangnya hanya teman biasa, sekarang bilangnya saksi, mana yang bener sih?" goda mereka.


"Kamu siapa namanya?" tanya Dona kepada Chasyn.


"Chasyn," jawab Chasyn singkat.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2