
"Ayo masuk," ajak Chasyn.
"Iya, terima kasih," ucap Chelsea mengangguk dan ia pun masuk ke dalam mobil.
Chasyn menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.
Wiwi Wiwi......
Sirinai mobil polisi datang ke rumah Chasyn.
"Astaga! Sebanyak ini? Bahkan sudah ada yang mati," ucap Doni memeriksa denyut nadi di leher salah satu pria yang berserakan di depan rumah Chasyn.
"Siapa yang menghabisi mereka sebanyak ini?" tanya Doni menekuk alisnya.
"Pemilik rumah ini," jawab Grizzly.
"Siapa lagi yang membantunya?" tanya Doni lagi.
"Sendirian dengan tangan kosong," jawab Iyan.
"Apa? Sendirian?" tanya Doni tak percaya, sedang dia yang seorang polisi dan membawa senjata api saja tidak mungkin sanggup melawan sebanyak ini.
"Astaga! Apa di monster?" tanya Doni menggeleng kepala.
__ADS_1
"Agar bisa menjaga rumah dan menjaga orang yang dia sayang, ia harus menjadi kuat, terlebih lagi dia punya perusahaan, jadi ia pasti akan menjadi banyak incaran perusahaan yang lain," ucap Iyan.
"Lalu di mana dia? Apa sudah di bawa ke rumah sakit?" tanya Doni.
"Dia baik-baik saja dan sekarang sedang mengantar seseorang, sebentar lagi akan pulang," ucap Grizzly.
"Baiklah jika begitu, ayo cepat bawa para tubuh perampokan ini ke rumah sakit untuk di otopsi," ucap Doni.
"Mau di lihat seperti apa pun ya sudah jelas jika mereka semua di habisi dengan kekerasan, untuk apa di otopsi lagi?" tanya Grizzly.
"Eh maksudnya mau di letakkan di kamar jenazah, mungkin keluarganya akan ada yang menjemputnya," jawab Doni.
"Aku rasa mereka tak punya keluarga di sini, dan juga tubuh mereka ini akan memenuhi ruang kamar mayat, kuburkan saja mereka langsung," ujar Grizzly melipat tangannya.
"Ya itu terserah padamu," ucap Grizzly.
"Lalu kamu kenapa ada di sini?" tanya Doni melihat ke arah Grizzly, Dona dan Dinda, wajah yang ia kenal.
"Tidak ada, hanya main-main saja di sini," ucap Grizzly.
"Lalu dua orang ini?" tanya Doni menunjuk ke arah Karisa dan Iyan.
"Saya adalah sekretaris Tuan Chasyn," jawab Karisa menundukkan kepala memberi hormat.
__ADS_1
"Saya Iyan, temannya dan sekaligus asistennya," jawab Iyan bangga.
"Oh begitu ya, baiklah nanti tolong suruh dia ke kantor polisi," ucap Doni.
"Maaf pak polisi, untuk menjaga privasi Tuan Chasyn sebagai CEO, jika ketahuan rumahnya ada perampokan makan para lawan perusahaannya akan bertindak di saat ia masih dalam kondisi seperti ini, harap pak polisi memahami status Tuan CEO kami," ucap Karisa.
"Tapi kami hanya minta keterangan saja," ucap Doni.
"Namun tetap saja, para reporter pasti akan datang untuk meliputnya juga, wajahnya pasti akan terekspos di media," ucap Karisa.
"Tapi kan dia seorang CEO, dia sudah pasti sudah terekspos," ucap Doni.
"Ya itu dalam hal kebaikan demi membangun perusahaan menjadi berkembang, tapi jika ada kesalahan sekecil apa pun kesalahan terekspos ke media akan itu akan mempengaruhi perusahaannya, kecuali dia yang meminta," ucap Karisa.
"Oh begitu ya, baiklah kami akan membuat laporan biasa saja agar warga tetap waspada jika ada perampokan," ucap Doni mengangguk.
Doni dan para polisi itu pun pergi dari rumah Chasyn.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1