SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 189


__ADS_3

"Tidak tahu juga." [Chelsea]


"Boleh sih asalkan..." [Chasyn]


"Asalkan apa?" [Chelsea]


"Eh tidak jadi, kamu nggak tidur?" [Chasyn]


"Karena tadi, aku masih gugup." [Chelsea]


Dan malam ini mereka terus mengirim pesan. namun karena mengantuk, mereka pun ketiduran dan melupakan Chat-nya.


xxx


Keesokan harinya, Chasyn terbangun oleh alarm berbunyi nyaring itu dan ia pun Cepat-cepat mengecek ponselnya dan mendapati, saat ia ingin membalas Chat dari Chelsea namun tak sempat terkirim.


"Astaga! Aku tak sempat mengirimnya rupanya, ya udah aku sapa saja deh," ucap Chasyn mengirim pesan.


"Selamat pagi 😁." [Chasyn]


...


Tak ada balasan.


"Hm… sepertinya dia sedang sibuk, ya sudahlah aku mandi dulu. Tapi… Ini sangat menjengkelkan, di mana hari ini adalah hari para fans minta TTD dan foto bareng, lihat saja nanti, aku akan meminta bayaran dengan para guru itu," ucap Chasyn.


Chasyn pun bangun dari tempat tidurnya dan ia pun segera menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Ia mengambil seragam olah raganya dan memakainya.


Chasyn pun menuju meja makan yang di mana sudah di siapkan makanan oleh kokinya.

__ADS_1


"Di mana Iyan?" tanya Chasyn.


"Sepertinya belum bangun Tuan," ucap Koki itu.


"Bangunkan dia," perintah Chasyn.


"Baik Tuan," angguk mereka dan salah satu dari mereka pun menuju kamar Iyan untuk membangunkannya.


"Bagaimana Tuan rasanya?" tanya Koki itu.


"Hm… ini juga enak, masakan apa ini?" tanya Chasyn.


"Ini adalah perpaduan masakan Italia dan Korea, semoga Tuan suka," ucap koki itu.


"Iya, ini sangat enak," jawab Chasyn mengangguk sambil mengunyah kan makanannya. "Tapi lain kali tolong pisahkan daun ketumbarnya ya, atau jangan terlalu banyak mencampur daun ketumbarnya, aku kurang suka," ucap Chasyn.


"Baik Tuan, kami akan memperbaikinya nanti," ucap koki itu.


"Kau tidak tidur tadi malam?" tanya Chasyn.


"Tidur dan itu hanya 2 jam," Jawab Iyan terbaring di atas meja makan.


"Sisanya?" tanya Chasyn memberhentikan makannya.


"Merenungi nasib," jawab Iyan.


"Apa yang ingin kau renungi lagi, hidupmu sudah cukup enak," ucap Chasyn.


"Aku merenungi sampai kapan aku jomblo," jawab Iyan.


"Ha-ha-ha, kau mengada-ada saja, cepat makan atau aku akan memberikan kau kepada fans itu lagi," ancam Chasyn.

__ADS_1


"Ampun! Baiklah, Baiklah, aku lebih baik menjomblo dari pada di kejar oleh Fans mu yang fanatik itu, huh sangat menyeramkan," ucap Iyan mengambil piring.


"Kau sudah cuci muka belum?" tanya Chasyn melihat bekas iler di sudut bibir Iyan.


"Belum," jawab Iyan menggeleng.


"Cuma wajahmu dulu, sungguh membuat ku tak selera makan melihat iler mu itu," ucap Chasyn. Iyan memegang sudut bibirnya dan ternyata beneran ada.


"Untung saja si bos yang lihat, bagaimana jika wanita yang ku taksir melihatnya, bisa malu 50 generasi," ucap Iyan berlari menuju kamar mandi dan segera mencuci wajahnya.


Triring


Triring


Triring


Terdengar suara ponsel milik Chasyn berbunyi.


"Tolong ambilkan ponselku di dalam kamar," perintah Chasyn kepada koki itu.


"Baik Tuan," angguknya dan segera mengambil ponsel milik Chasyn.


"Ini Tuan ponselnya," ucap koki itu. Chasyn menerimanya.


"Hm… dari sekretaris Karisa," ucap Iyan segera mengangkatnya. "Halo sekretaris Karisa, ada apa?" tanya Chasyn.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen Hadiah dan iklan


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2