
Iyan pergi ke dalam mengambil selimut dan berlari ke arah Chasyn, akan tetapi Chasyn sudah tidak ada di sana lagi.
"Eh ke mana bis pergi ya?" tanya Iyan sambil memegang selimut di tangannya. Iyan berencana ingin menyelimuti Chasyn agar tidak kedinginan dan saling mengobrol berdua dengannya, sayangnya Chasyn sudah pergi.
Iyan melihat ada satu mobil yang hidup lampunya dan mobil itu pun melaju kencang meninggalkan villa.
"Bos pasti sangat kecewa," ucap Iyan. "Apa aku akan mengikutinya Bos? Ah sudahlah, bos pasti tidak menyukainya jika aku mengikutinya, ya sudahlah biarkan dia melampiaskan kekecewaannya," ucap Iyan kembali masuk ke dalam Villa.
Mobil terus melaju kencang tanpa tujuan Chasyn benar-benar kecewa, ia terus melajukan mobilnya di jalanan hingga ia teringat pada suatu tempat. Ia pun memutar mobilnya dan menuju tempat yang ingin ia tuju.
Yaitu sebuah tempat di mana pernah Ia datangi di sebuah tebing tinggi yang memecah ombak, karena sudah termasuk pagi, matahari pun muncul menampakkan sinar jingganya.
Chasyn melihat matahari muncul itu sendirian, ia menghirup udara segar pagi itu.
Tak ada yang bisa ia katakan lagi, ia menunggunya semalam namun orang yang ia tunggu tak kunjung datang dan juga bahkan tidak mengirimnya pesan jika ia tidak datang.
"Kenapa malam sepenting ini dia tidak datang, atau dia menganggap ajakan ku hanya ajakan biasa? Tapi biasanya aku mengajaknya dia pasti akan datang, atau dia mengalami sesuatu?" tanya Chasyn berpikir.
Chasyn masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya di jalanan menuju rumah Chelsea.
Tak lama kemudian mobil Chasyn sampai di depan rumah Chelsea.
Rumah itu tampak sepi. "Ke mana perginya mereka semua?" tanya Chasyn memasuki pekarangan rumah itu.
Ding dong
__ADS_1
Ding dong
Chasyn menekan bel rumah milik Chelsea, akan tetapi tak ada jawaban, Chasyn menekan bel lagi
Ding dong
Ding dong
Namun tak ada jawabannya lagi.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya chasyn mengetuk pintu dengan kuat karena tidak ada jawabannya atau pembantu yang buka pintu, Chasyn membobol pintu rumah Chelsea.
Ctak!
Pintu pun terbuka dan mendapati tidak ada siapa-siapa.
Chasyn pergi mencarinya, di seluruh rumah namun rumah itu kosong.
"Ke mana dia pergi ya?" tanya Chasyn mengambil ponselnya dan menelponnya.
Triring
Triring
Triring
__ADS_1
Suara nada itu terdengar dari sebuah kamar dan Chasyn segera memeriksanya.
Ternyata itu ada di kamar Chelsea. "Dia tidak membawanya," ucap Chasyn mengambil ponsel Chelsea.
Klik di sini untuk membuka
Klik
Chasyn mencari lokasi Chelsea saat ini. Ada titik merah yang lumayan jauh dan itu terus berjalan. Titik merah itu seperti mengarah ke suatu tempat, cuma belum jelas itu di mana.
"Kemana mereka pergi? Aku harus segera pergi mengejarnya, atau nanti akan terlambat," ucap Chasyn bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Chasyn memakai earphone di telinganya, dan ia memencet panggilan di layar depan mobilnya menghubungi Iyan.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo bos, ada apa?" tanya Iyan.
"Aku sekarang sedang mengejar mobil Chelsea, jadi kalian semua pulang saja ya," ucap Chasyn.
"Apa terjadi sesuatu bos?" tanya Iyan khawatir.
__ADS_1
"Entahlah, aku kurang tahu juga, yang pasti mereka sudah jauh dari kota kamu jangan khawatir ya, tetap pergi sekolah saja sana," ucap Chasyn.