
"Baiklah para peserta dari SMA negeri 5 Tebing tinggi maju ke depan," ucap pembawa acara.
"Ayo, karena dia sangat ingin melawan kita semua, kita buat dia tidak bisa berkutik lagi," ucap mereka tertawa merasa kemenangan milik mereka.
"Sekali lagi saya tanya dengan kamu, apa kamu yakin ingin melawan mereka semua?" tanya pembawa acara.
"Ya," jawab Chasyn yakin.
"Baiklah jika begitu, ini adalah permintaanmu, jika terjadi sesuatu kami tidak tanggung jawab," ucap pembawa acara.
"Ya, kalian tidak perlu melakukan itu," jawab Chasyn.
"Baiklah, pertandingan akan segera di mulai." Terdengar suara sorak Sorai dari SMA negeri 5 Tebing tinggi dan SMA negeri 4 batu putih.
"Chasyn kau harus menang melawan mereka semua, kau punya kemampuan itu!" teriak para teman-teman sekolahnya.
"Habisi dia yang sombong itu, hajar dia habis-habisan!" teriak sekolah lawan.
Siap.
Mereka sudah memasang kuda-kuda.
Sedia.
Mereka sudah siap bertarung.
Mulai.
Mereka langsung menyerang beramai-ramai. Chasyn melawan mereka dengan secepatnya, meskipun begitu, para murid-murid ini tidaklah berpengalaman seperti yang ia lawan dengan mereka tadi malam.
__ADS_1
Mereka beramai-ramai menangkap Chasyn dan Chasyn memutar badannya dengan kuat dan mereka pun terpental-pental.
"Astaga! hanya dengan sekali putaran beberapa dari mereka sudah terjatuh," ucap salah satu murid dari lawan sebelah.
Yang lain juga ada yang menendang Dan melayangkan pukulannya, Chasyn menangkap kaki dan tangan mereka lalu melemparnya keluar lapangan dan mendarat di tempat para penonton, siswa di sana menjerit.
Yang lain juga menyerang Chasyn, Chasyn menangkap baju mereka lalu menghempasnya ke lantai dan yang lain ada yang terbang ke sana kemari di buat oleh Chasyn. Mereka yang masih sanggup bangun mereka kembali menyerang, namun di tangan Chasyn mereka kembali terbang dan tersudut.
"Aduh pinggangku," ucap mereka meringis kesakitan. Dan semuanya sudah tak sanggup untuk melawan lagi.
"Astaga! Ternyata dia tidak main-main dengan ucapannya, ternyata dia punya kemampuan itu," ucap mereka.
"Hore! Hore! Hore! Hore!" teriak mereka dan masuk ke aula beramai-ramai dan mengangkat Chasyn tinggi.
Ckrek!
Ckrek!
"Baiklah, pemenangnya adalah Chasyn, tapi siapa pemenang kedua dan ketiganya?" tanya pembawa acara binggung.
"Berikan saja untuk Chasyn semuanya! Dia adalah pemenang tunggal," ucap para Teman-temannya.
"Baiklah, semua untuk Chasyn, tapi piala 2 dan 3 ini di simpan di sekolah, yang piala juara pertama untukmu," ucap kepala sekolah.
Mereka bersorak penuh kemenangan sambil mengejek sekolah sebelah.
"Baiklah, sekarang pertandingan untuk putri," ucap pembawa acara.
"Kalahkan sekolah sebelah seperti Chasyn mengalahkan mereka semua!" teriak murid SMA negeri 4 batu putih.
__ADS_1
Chasyn pun mendekati Amara dan Emile. "Di mana Iyan?" tanya Chasyn.
"Hm… tidak tahu dia tadi pergi entah kemana,". jawab Amara mengangkat bahunya.
Chasyn mengambil ponselnya lalu menelpon Iyan.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo bos," jawab Iyan.
"Di mana kamu?" tanya Chasyn.
"Aku sedang memesan ayam panggang nih bos," ucap Iyan.
"Untung saja kamu pandai mengambil hatiku, kalau nggak udah ku hitam kepalamu," ucap Chasyn.
"He-he-he, bos juga tadi melawan mereka semuanya juga terlihat sombong," ucap Iyan menyengir.
"Kamu jangan bicara, apa sudah siap ayam panggangnya?" tanya Chasyn.
"Sebentar lagi akan siap bos," jawab Iyan.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
terima kasih